Yanto Rochmayanto
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

POTENSI TUNGGAK Acacia Crassicarpa DAN EKONOMI PEMANFAATAN SEBAGAI BAHAN BAKU ARANG Rochmayanto, Yanto
Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol 9, No 1 (2012): JURNAL PENELITIAN HUTAN TANAMAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.962 KB)

Abstract

ABSTRAKTunggak Acacia crassicarpa memiliki sifat dasar yang sesuai untuk bahan baku arang. Sumbertunggaknya berlimpah, tetapi belum diketahui potensi fisik maupun ekonominya. Penelitian ini bertujuanmengetahui : (1) potensi tunggak A. crassicarpa yang dapat dimanfaatkan pada areal tebang HTI pulp,dan (2) tingkat kelayakan pengusahaan arang dari tunggak A. crasicarapa . Potensi tunggak dihitungdengan plot berukuran 23,36 x 23,36 myang ditempatkan secara sistematik dengan awal acak. Kelayakanusaha dianalisis menggunakan metode analisis finansial pada skenario investasi dan skala rumahtangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total potensi tunggak kayu di HTI lahan gambut adalah 15,8 ton/ha atau 222 sm/ha, dan potensi tunggak termanfaatkan 3 ton/ha (18,8% daribobot total) atau 39 sm/ha (17,6% dari volume total). Pengusahaan arang tunggak belum layak sebagaisebuah investasi, sedangkan sebagai usaha rumah tangga melalui subsidi atau sebagai lapangan kerjaalternatif/tambahan adalah layak dengan NPV sebesar Rp 1.435.000,- dan Rp 2.050.000,- per bulan,BCR 1,5 dan 2,0 masing-masing untuk metode drum dan lubang tanah. IRR pada kedua metode adalah14,52%.
PERANAN GENDER DALAM ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM PADA EKOSISTEM PEGUNUNGAN DI KABUPATEN SOLOK, SUMATERA BARAT Rochmayanto, Yanto; Kurniasih, Pebriyanti
ISSN 0216-0897
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim memberi dampak paling berat terhadap perempuan, namun studi tentang adaptasi dalam perspektif gender masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perubahan peranan gender sebagai respon terhadap perubahan iklim, dan (2) dampak perubahan peranan gender terhadap kerentanan perempuan. Penelitian dilakukan pada ekosistem pegunungan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Peranan gender dalam manajemen sumberdaya alam dianalisis menggunakan analisis deskriptif kualitatif yang menekankan pada relasi dan peran gender dalam rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan suhu dan pola hujan secara perlahan mengubah peranan produktif sehingga perempuan turut bertanggung jawab dalam produksi pertanian dalam proporsi yang lebih besar. Perubahan peranan gender tersebut menimbulkan ketidakadilan yaitu marginalisasi, stereotype , subordinasi dan beban ganda bagi perempuan. Untuk meningkatkan kapasitas adaptif perempuan diperlukan strategi adaptasi berupa : (1) peningkatan peran politik perempuan, (2) peningkatan kapasitas perempuan dalam pendidikan formal dan non formal, dan (3) rekonstruksi budaya berbasis kesetaraan gender.
ANALISIS RESIKO KEGAGALAN IMPLEMENTASI REDD+ DI PROVINSI RIAU Rochmayanto, Yanto
ISSN 0216-0897
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mekanisme REDD+ menghadapi ketidakpastian tinggi, sehingga sangat membutuhkan studi tentang resiko kegagalan implementasinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui resiko kegagalan implementasi REDD+ di tingkat sub nasional Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode analisis resiko Enterprise Risk Management (ERM) dan analisis stakeholder . Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiko kegagalan implementasi REDD+ meliputi empat level, yaitu: paling utama, utama, sedang dan rendah. Pemerintah Provinsi Riau perlu memprioritaskan penanganan terhadap tingkat resiko paling utama, yaitu : (a) munculnya konflik baru dalam alokasi distribusi pembayaran, (b) REDD+ menjadi obyek baru korupsi, (c) kepastian hak penggunaan lahan tidak terjamin, (d) kesulitan menjaga kebocoran, dan (e) data tidak memenuhi standar MRV. Sejumlah tindakan diperlukan untuk mengatasi resiko tersebut, yaitu: pembentukan lembaga trust fund, auditor independen, penetapan tata ruang, perlindungan kawasan hutan, penciptaan lapangan kerja off-farm dan integrasi semua lembaga penyedia data aktivitas dan klimatis di tingkat provinsi.
ASPEK EKONOMI SISTEM KOFFCO MENUJU ALIH TEKNOLOGI KE SEKTOR SWASTA KEHUTANAN Rochmayanto, Yanto
Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol 5, No 3 (2008): Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kajian  aspek  ekonomi  sistem  Koffco  relevan  untuk  mendukung alih  teknologi  perbanyakan  masal  ke pengguna lembaga penyedia bibit komersial. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi tentang besarnya harga jual bibit sistem Koffco yang tepat dan mengetahui status kelayakan investasi sistem Koffco sebagai unit usaha pembibitan. Analisis data untuk penetapan harga jual menggunakan metode mark up pricing on cost dan target pricing, sedangkan perhitungan kelayakan ekonomi menggunakan NPV, BCR, IRR, BEP, dan Pay Back Period. Hasil kajian menunjukkan harga jual bibit produksi sistem Koffco dapat dibentuk pada harga Rp 2.500,- per batang agar memiliki resiliensi tinggi. Pada harga jual Rp 2.500,- per batang, sistem Koffco layak digunakan untuk pengusahaan pembibitan dalam kapasitas produksi 33.750 batang/tahun, dengan NPV sebesar Rp 27.058.705,- dan BCR sebesar 1,10 serta masa pengembalian investasi akan diperoleh selama 1,23 tahun. Sistem Koffco cocok diterapkan untuk usaha pembibitan jenis-jenis yang sulit perbanyakan generatifnya dan ditujukan secara khusus untuk penyediaan bibit unggul.
EARLY GROWTH OF JABON (Anthocephalus cadamba Miq) IN A DRAINED PEATLAND OF PELALAWAN, RIAU Junaedi, Ahmad; Mindawati, Nina; Rochmayanto, Yanto
Indonesian Journal of Forestry Research Vol. 8 No. 1 (2021): Indonesian Journal of Forestry Research
Publisher : Association of Indonesian Forestry and Environment Researchers and Technicians

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59465/ijfr.2021.8.1.59-72

Abstract

The desirability to explore other tree species that can be used to substitute Acacia crassicarpa in forest plantation has increased. One of the early insights that must be known is the growth performances of tree species candidates, especially in planting conditions (site and silviculture) similar to A. crassicarpa plantation. This study evaluated the growth performance of jabon (A. cadamba Miq.) and its relationship with soil properties in a drained peatland. The research was conducted by establishing experimental plots of jabon in a drained peatland (DP) using a randomised complete block design with three spacing (2m x 3m, 2.5m x 3m, 3m x 3m) as treatment and three blocks as replications. The study observed survival, growth and soil chemical properties. At 24 months after planting (MaP), since the toxicity of soil micronutrients was excessive as one of the main factors; the mortality rate of jabon was high (62%), while its growth was poor (height = 259 cm and DBH = 3.74 cm) in drained peatland. However, the study observed that 7% of jabon had good growth, with a range of height growth at 24 MaP of 401–660 cm. These results indicated that though overall jabon did not show good growth in DP, however, it was found that 7% of jabon had promising growth; therefore, it was suggested that through tree improvement program and certain treatments to overcome micronutrient toxicity and weed suppression, the possibility of jabon was able to be developed in a DP for forest plantation is still.