Rodiyati Azrianingsih
Biology Department, Mathematic and Natural Sciences Faculty, Brawijaya University, Malang,

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Biotropika

Struktur Embrio Porang (Amorphophallus muelleri Blume) dari Berbagai Variasi Ukuran Biji Dita Fitriana Kusuma Dewi; Rodiyati Azrianingsih; Serafinah Indriyani
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 3, No 3 (2015)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui posisi dan penyebaran embrio pada berbagai ukuran biji porang, mengetahui pengaruh ukuran (kriteria) biji terhadap ukuran embrio, dan mengetahui ukuran biji yang paling baik sebagai bibit porang. Metode yang dilakukan meliputi, pengambilan sampel biji porang dari tongkol yang berasal dari lapang (Desa Rejosari Kecamatan Bantur) berumur 32 minggu, pengukuran berat biji porang, pengamatan anatomi embrio biji porang, pengukuran panjang dan lebar embrio porang, dan analisis data. Biji porang diklasifikasikan menjadi tiga kriteria, yakni besar (0,2 < x ≤ 0,3 g), sedang (0,1 < x ≤ 0,2 g), dan kecil (0,01 < x ≤ 0,1 g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa embrio porang pada berbagai ukuran biji berada pada posisi atau bagian proksimal dari biji porang, bukan pada bagian distal dari biji porang. Uji ANOVA yang dilakukan menunjukkan bahwa ukuran biji tidak menunjukkan adanya pengaruh terhadap ukuran embrio (panjang x lebar). Biji berukuran besar mempunyai rata-rata panjang embrio tertinggi, yakni sebesar 1,0±0,8 mm sedangkan biji berukuran sedang mempunyai rata-rata lebar embrio tertinggi, yakni sebesar 0,7±0,4 mm. Biji poliembrio menunjukkan persentase sebesar 17,65±1,64 % dengan penyebaran embrio secara mengelompok atau berdekatan antara embrio satu dengan embrio lainnya. Biji berukuran sedang mempunyai potensi viabilitas tertinggi dalam perkecambahan karena menunjukkan biji poliembrio sebesar 38,46±17,55 % dan tidak ada biji yang tidak mengandung embrio (00,00±00,00 %).  Kata kunci: Anatomi, biji porang, embrio, porang
Model Arsitektur Percabangan Beberapa Pohon di Taman Nasional Alas Purwo Gustini Ekowati; Serafinah Indriyani; Rodiyati Azrianingsih
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.biotropika.2017.005.01.5

Abstract

The Alas Purwo National Park (APNP) has been designated as a world reserved biosphere by UNESCO. Reserved biosphere is an area consisting of the original ecosystem, unique ecosystems, or ecosystems that have degraded their entire natural elements; therefore, this biosphere is protected and preserved for research and education. To support the protection and preservation efforts, it is important to conduct a basic research for empowering the plant species. This study aimed to characterize the architectural model based on the branching tree and to make a key determination or identification of tree species in the APNP. Exploration of APNP area was conducted using the survey methods; it had been done by passing through the triangulated, going to the bridge Sunglon Ombo until Pancur, then rotating to the cave Istana, the lodge of Sadengan, then going back to the triangulated. The architectural model and the type of branch of trees in APNP were observed. They were stratified by 23 of the known architectural models. The data was descriptively analyzed then the key determination was made. The result showed 11 of tree architecture models consisted of Troll 14 types, Scarrone 4 types, Corner 4 types, Leeuwenberg 3 types, Aubreville 3 types, Mc Clure 3 types, Rauh 5 types, Masart 2 types, Holtum 1 type, Prevost 1 type, and Koriba 1 type. Furthermore, the 11 plants as the examples of the architectural model were described, completed with photos, and notes on endemic species of APNP. The identification key for multiple branching trees also was added depending on the model.
ANALISIS KADAR GLUKOMANAN PADA UMBI PORANG (Amorphophallus muelleri Blume) MENGGUNAKAN REFLUKS KONDENSOR Yustino Armend Wigoeno; Rodiyati Azrianingsih; Anna Roosdiana
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 1, No 5 (2013)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Porang (Amorphophallus muelleri Blume) merupakan tanaman yang termasuk dalam familia Araceae. Tumbuhan ini dapat dijadikan sebagai sumber bahan baku berbagai industri karena memiliki kandungan glukomanan yang cukup tinggi. Analisis kadar glukomanan pada umbi porang dengan menggunakan refluks kondensor ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas metode analisis glukomanan dengan menggunakan refluks kondensor dengan mengadopsi metode Ohtsuki (1967). Sampel umbi porang yang digunakan adalah umbi siap panen yang diambil dari Kabupaten Madiun, Jawa Timur dengan kisaran berat 780-870 g, keliling 44-48,5 cm dan diameter 14-15,44 cm. Setelah umbi dibuat tepung, tepung umbi porang ini dihidrolisis dengan menggunakan refluks  kondensor. Untuk menentukan kadar glukomanan pada porang digunakan fenilhidrazin hidroklorida yang berfungsi sebagai pengikat manosa.  Rata-rata kadar glukomanan pada umbi porang yang dihasilkan melalui metode refluks kondensor berkisar antara 50,84-70,70 %. Hal ini menunjukkan bahwa analisis kadar glukomanan menggunakan refluks kondensor cukup efektif dan mampu mengukur glukomanan lebih banyak dibanding metode-metode sebelumnya. Kata kunci : Glukomanan, Porang (Amorphophallus muelleri Blume), Refluks kondensor
Kualitas Vegetasi dan Potensi Pekarangan sebagai Atraksi Ekowisata di Sepanjang Koridor Menuju Wana Wisata Rawa Bayu Wahyu Ririn Anggraeni; Widya Artika Sari; Yessica Kristi Natalia; Yuni Septiani; Rodiyati Azrianingsih
Biotropika: Journal of Tropical Biology Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekarangan merupakan suatu tipe hutan desa yang bersih dan terpelihara dengan baik dan terdapat di sekitar rumahdan ditanami berbagai jenis tanaman mulai dari buah-buahan hingga sayur-sayuran. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untukmengetahui struktur komunitas tanaman,menentukan kualitas vegetasi berdasarkan diversitas tanaman, menggambarkan peta persebaran pekarangandi sepanjang koridor menuju Rawa Bayu, dan mendeskripsikan persepsi warga Rawa Bayu terhadap pekarangan.Metode yang dilakukan yaitu analisis struktur komunitas tanaman pekarangan, menentukan kualitas vegetasi berdasarkan diversitas tanaman pekarangan, pemetaan persebaranpekarangan menggunakan data koordinatyangdiproses menjadi data digital dan diolah menggunakansoftware QGIS. Pemilihan 20 respondenwawancara menggunakan teknik purposive sampling,wawancara ini dilakukan pada warga Rawa Bayu dan wisatawan untuk mengetahui persepsi mereka terkait pekarangan. Berdasarkan hasil analisisdiketahui bahwastruktur komunitastanaman pekarangandi sepanjang koridor menuju Rawa Bayu terdiri dari 130 spesies tanaman yang terdiri dari pohon, perdu, semak, dan herba dengan lima spesies dominan. Kualitas vegetasi pekarangandi sepanjang koridor menuju Rawa Bayu tergolong rendah karena jumlah karakter kurang rindang (KR) mendominasi. Berdasarkan hasil peta persebaran spasial diketahui bahwa empat karakter pekarangan di sepanjang koridor menuju Rawa Bayu tersebar merata, sehingga diketahui pengelolaan pekarangan di Desa Bayu masih kurang. Nilai daya tarik wisata yang tinggi terhadap pekarangan rumah menunjukkan bahwa aspekpekarangan memiliki potensi wisata di Rawa Bayu yang perlu dikembangkan dan pengetahuan warga yang tinggi terhadap fungsi tanaman menunjukkan bahwa hubungan manusia dan lingkungan di daerah tersebut baik.