Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gerakan Pelvic Rocking terhadap Lamanya Kala I pada Ibu Bersalin Multipara di BPM Lismarini Tahun 2018 Yona Sari; Ririn Anggraini; Tiara Fatrin; Mely Eka Gusti Ayu
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 6 No. 2 (2021): Cendekia Medika
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.216 KB) | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v6i2.97

Abstract

Pelvic rocking merupakan salah satu gerakan dengan menggoyangkan panggul kesisi depan, belakang, sisi kiri dan kanan. Teknik ini sering disarankan selama  persalinan terutama pada kala I untuk meningkatkan relaksasi dan memungkinkan gaya gravitasi untuk membantu perjalanan bayi melalui jalan lahir. Karena pada saat posisi berdiri ukuran panggul 28% lebih besar pada pintu bawah panggul dan memperkuat dorongan meneran. Secara anatomi posisi tegak lurus (berdiri,jongkok) merupakan posisi yang paling sesuai untuk melahirkan, karena sumbu panggul dan posisi janin berada pada arah gravitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gerakan pelvic rocking terhadap lamanya kala I pada ibu bersalin multipara di BPM Lismarini tahun 2018. Penelitian ini dilakukan di BPM Lismarini Palembang Tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat Experimen  dengan kategori True Experimental Design yaitu jenis rancangan penelitian yang mempunyai ketelitian tinggi karena sampelnya dipilih secara acak dan ada kelompok kontrolnya menggunakan pendekatan Randomized Posttest Only Control Design yaitu ada dua kelompok yang dipilih secara acak, kemudian satu kelompok diberi treatment, sedangkan lainnya tidak diberi perlakuan dan kemudian langsung diamati atau diukur . Data dianalisis dengan menggunakan analisis statistik uji Chi-Square . Hasil penelitian menunjukkan nilai p Value (0,037) lebih kecil dari α (< 0,05) hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara gerakan pelvic rocking terhadap lamanya Kala I pada ibu bersalin multipara.
Penerapan Senam Bayi Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Bayi 3-12 Bulan Ririn Anggraini; Tiara Fatrin
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 7 No. 1 (2022): Cendekia Medika : Jurnal STIKes Al-Ma'arif Baturaja
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.683 KB) | DOI: 10.52235/cendekiamedika.v7i1.111

Abstract

Perkembangan motorik merupakan perkembangan kematangan dan pengendalian gerak tubuh yang berkembang sejalan dengan kematangan saraf dan otot. Baby gym (Senam bayi) merupakan bentuk permainan gerakan pada bayi untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan serta kemampuan pergerakan bayi secara optimal. Senam bayi sangat penting karena dapat membuat bayi merasa segar. Penelitian ini bertujuan agar diketahuinya cara penerapan senam bayi terhadap motorik bayi dengan menggunakan metode studi literatur maka dilakukan analisis terhadap hasil penelusuran jurnal (e-journal) dan artikel dengan tinjauan teori yang ada (e-book) dimana jurnal yang telah di review yaitu sebanyak 12 jurnal. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa senam bayi dapat mempengaruhi perkembangan motorik bayi dengan usia 3-12 bulan. Adapun gerakan-gerakan dalam melakukan senam bayi yaitu terlentang dan tengkurap. Kemudian lakukan senam ini 2 kali dalam satu minggu dalam kurun waktu 10-15 menit dan perlu dilakukan dalam waktu pagi dan sore. Bagi tenaga kesehatan penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan kepada bidan dan tenaga kesehatan untuk memotivasi ibu atau keluarga untuk melakukan senam bayi, karena senam bayi berpengaruh terhadap peningkatan perkembangan motorik bayi.
Pengaruh Terapi Murottal Terhadap Tingkat Kecemasan Serta Lama Kalai Fase Aktif Pada Ibu Bersalin Ririn Anggraini; Yunis Kanora
Cendekia Medika: Jurnal Stikes Al-Ma`arif Baturaja Vol. 4 No. 2 (2019): Cendekia Medika
Publisher : LPPM STIKES Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.219 KB)

Abstract

Persalinan merupakan peristiwa fisiologis yang dapat menimbulkan rasa nyeri hebat. Rasa nyeri muncul akibat refleks fisik dan respon psikis ibu, nyeri yang dialami ibu menghadapi proses persalinan dapat merangsang ketakutan, sehingga timbul kecemasan dan berakhir kepanikan. Hal ini dapat menimbulkan respon fisiologis yang berpotensi mengurangi kemampuan rahim untuk berkontraksi, akibatnya akan memperpanjang waktu persalinan. Untuk itu dilakukan pemberian terapi murottal agar mengurangi tingkat kecemasan dan memperpendek lama kala I. Tujuan penelitian ini agar diketahuinya ada tidaknya pengaruh terapi murottal terhadap tingkat kecemasan serta lama kala I fase aktif pada ibu bersalin di BPM lismarini tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah quasi-eksperiment (eksperimen semu) with control group. Prosedur dan teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah dengan menggunakan accidental sampling  dengan  44 responden. Jumlah responden ini dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil ini menjelaskan bahwa dari 44 responden 21 (47,7%) yang mengalami tingkat kecemasan ringan, dan terdapat 23 (52,3%) yang mengalami kala I cepat, uji statisti t-test menunjukkan ada pengaruh antara terapi murottal terhadap tingkat kecemasan dan lama kala I (ρ value = 0,000), dan lama kala I fase aktif (ρ value = 0,007). Berdasarkan hasil penelitian di atas, hendaknya sebagai petugas kesehatan menggunakan terapi murottal dalam proses persalinan, terapi murottal juga dapat mengurangi rasa sakit dan nyeri pada saat persalinan sehingga dapat mempercepat lama kala I.
HUBUNGAN USIA, PARITAS, DAN RIWAYAT ABORTUS PADA KEHAMILAN DENGAN KEJADIAN PARTUS PREMATURUS Tiara Fatrin; Ririn Anggraini
Jurnal Kesehatan Abdurrahman Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Abdurahman
Publisher : STIKES Abdurrahman. Pusat Informasi dan Manajemen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.574 KB) | DOI: 10.55045/jkab.v11i2.142

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO), terdapat 600.000 ibu hamil dan bersalin meninggal setiap tahun diseluruh dunia. Desain penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia, paritas, dan riwayat abortus dengan kejadian partus prematurus di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2014. Desain penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang mengalami partus prematurus di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang Tahun 2014, dengan sampel penelitian sebanyak 317 responden diambil secara Random Sampling dengan teknik Systematic Random Sampling. Pengambilan sampel melalui rekam medik menggunakan Check-lisk. Data diolah secara analisis univariat dan bivariat. Hasil analisis univariat didapatkan responden yang mengalami partus premturus sebesar 32,5%, responden yang usia berisiko tinggi sebesar 56,8%, responden yang paritas tinggi sebesar 17,7%, responden yang mengalami riwayat abortus sebesar 63,1%. Hasil analisis bivariat dengan uji statistik Chi-Square pada continuity correction, pada usia di peroleh nilai ρ-value sebesar 0,004 < α = 0,05, ada hubungan antara usia dengan kejadian partus prematurus, pada paritas diperoleh nilai ρ-Value sebesar 0,001 < α = 0,05, ada hubungan antara paritas dengan kejadian partus prematurus. Pada riwayat abortus diperoleh nilai ρ-Value sebesar 0,170 > α = 0,05 berarti ada tidak ada hubungan antara riwayat abortus dengan kejadian partus prematurus. Kata kunci : Kejadian Partus Prematurus, Usia, Paritas, dan Riwayat Abortus
HUBUNGAN ANTARA RIWAYAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DAN IMUNISASI DASAR TERHADAP TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 1 – 5 TAHUN Aliya Winasari; Ririn Anggraini; Karmila; Sartika Ratna Sari
Stetoskop: The Journal Of Health Science Vol. 2 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Cendikiawan Muda Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70656/stjhs.v2i1.373

Abstract

Di regional Asia Tenggara, Indonesia termasuk kedalam negara ketiga dengan prevalensi anak yang mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan tertinggi dengan rata - rata prevalensi balita stunting tahun 2005-2017 adalah 36,4%. Faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang dapat dikelompokkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor lingkungan biologi yang mempengaruhi oleh imunisasi dan ASI eksklusif (Soetjiningsih, 2014). Tujuan dalam penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara riwayat pemberian adalah ASI eksklusif dan imunisasi dasar terhadap tumbuh kembang anak usia 1-5 tahun. Teknik pengambilan sempel secara purposive sampling. Data yang digunakan adalah data primer, dan diambil melalui observasi dan wawancara, instrument yang digunakan adalah lembar KPSP dan check list. Data di analisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistic chi square. Hasil penelitian pertumbuhan bahwa 56 responden, yang memiliki riwayat ASI eksklusif 80,4 %. Pertumbuhan berdasarkan PB/TB terdapat 25,0% sangat pendek, 21.4% pendek dan normal sebanyak 33.9%, sedangkan pertumbuhan berdasarkan berat badan adalah 8,9% kurang gizi sedang, 28,6% kurang gizi ringan dan normal sebanyak 42,9%, serta pertumbuhan berdasarkan lingkar kepala adalah 75,0% normal dan 5,4% tidak normal sedangkan perkembangan berdasarkan KPSP terdapat 0% kumungkinan ada penyimpangan, 23,2% meragukan dan 57,1% sesuai, perkembangan berdasarkan TDD terdapat penyimpangan 0% dan 80,4% sesuai umur, perkembangan berdasarkan TDL terdapat 2,7% curiga gangguan penglihatan dan 92,9% normal. Yang memiliki status imunisasi dasar lengkap sebanyak 96,6%. Pertumbuhan berdasarkan PB/TB terdapat 30,4% sangat pendek, 23,2% pendek dan normal sebanyak 42,9%, sedangkan pertumbuhan berdasarkan berat badan adalah 8,9% kurang gizi sedang, 33,9% kurang gizi ringan dan normal sebanyak 53,6%, serta pertumbuhan berdasarkan lingkar kepala adalah 82,1% normal dan 14,3% tidak normal sedangkan perkembangan berdasarkan KPSP terdapat 3,6% kumungkinan ada penyimpangan, 30,4% meragukan dan 62,5% sesuai, perkembangan berdasarkan TDD terdapat penyimpangan 3,6% dan 92,9% sesuai umur, perkembangan berdasarkan TDL terdapat 2,7% curiga gangguan penglihatan dan 91,1% normal.