Pakan penyumbang biaya produksi terbesar dalam industri peternakan karena dibutuhkan setiap hari. Salah satu zat gizi penting dalam pakan yaitu protein. Kandungan protein dalam pakan disesuaikan dengan jenis ternak maupun fase yang sedang dialami pada ternak. Prinsip analisis kadar protein kasar dalam pakan dengan metode Kjeldahl yang terdiri dari tiga tahapan yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Penelitian ini dilakukan pada tahapan destilasi dari tiga tahap yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lamanya waktu destilasi terhadap ketepatan uji protein kasar pada bahan pakan ternak berprotein tinggi dengan metode Kjeldahl. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dan tiga ulangan yaitu: P0: waktu destilasi selama 5 menit P1: waktu destilasi selama 7 menit dan P2 waktu destilasi selama 10 menit. Variabel yang diamati adalah kadar protein kasar dalam sampel meat bone meal (MBM), soya bean meal (SBM) dan Maggot dengan metode Kjeldahl. Data yang diperoleh dari setiap perlakuan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu destilasi tidak mempengaruhi kadar protein kasar secara signifikan. Kadar protein kasar kasein, MBM, SBM dan maggot pada waktu destilasi 5 menit berturut-turut sebesar 91,75±2,22; 52,12±1,37; 45,71±1,10 dan 38,29±0,37 tidak berbeda nyata dengan waktu destilasi 7 sebesar 91,70±1,37; 51,74±1,28; 45,85±1,15 dan 38,40±0,25 serta waktu destilasi 10 menit sebesar 91,81±2,30; 52,04±1,50; 45,90±1,25 dan 38,54±0,12. Hal ini menunjukkan bahwa destilasi selama 5 menit dapat digunakan dalam pengujian protein.