Shelly Novianti Ismanda
Politeknik Piksi Ganesha

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENATALAKSAAN FISIOTERAPI PADA SPRAIN ANKLE SINISTRA DENGAN MODALITAS ULTRASOUND DAN TERAPI LATIHAN Irene Adriany Kacaribu; Shelly Novianti Ismanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2726

Abstract

 Sprain ankle adalah penguluran dan kerobekan (overstretch) trauma pada bagian ligament kompleks lateral, karena adanya gaya inversi dan plantar flexi yang secara tiba-tiba saat kaki tidak menumpu sempurna pada lantai/tanah, dimana umumnya terjadi pada permukaan lantai/tanah yang tidak rata. Sehingga menyebabkan adanya keterbatasan lingkup gerak sendi dan mengalami penurunan otot serta penurunan aktifitas fungsional atlet. Untuk mengetahui apakah pemberian ultrasound dapat mengurangi nyeri pada Sprain Ankle sinistra Untuk mengetahui apakah terapi latihan dapat meningkatkan kekuatan otot pada Untuk mengetahui apakah ultrasound dan terapi latihan dapat meningkatkan lingkup gerak sendi (LGS) pada Sprain Ankle Sinistra  Penelitian dengan metode analisis deskripsi. Metode pengumpulan data menggunakan metode auto anamnesis. Desain penelititan adalah studi kasus dengan subjek penelitian ini pasien dengan diagnose sprain ankle  yang di gunakan dengan modalitas ultrasound & terapi latihan yang di lakukan selama 6 kali pertemuan Hasil : Setelah dilakukan terapi selama 6 kali terapi di dapati hasil pengurangan nyeri tekan pada T1: mendapati nyeri tekan 2( sedikit nyeri) menjadi T6 : 0 (tidak ada nyeri) nyeri gerak T1: 4 (nyeri sedang) menjadi T6 : 0 (tidak ada nyeri). Penilaian lingkup gerak sendi T1 : (S 100 – 00 – 1000 ) menjadi T6 : ( S 200-0-1140) . Ultrasound dapat mengurangi nyeri, Terapi latihan dapat meningkatkan lingkup gerak sendi serta meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan aktivitas fungisonal pada kasus sprain ankle  
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA MENISKUS KNEE DEKSTRA DENGAN MODALITAS ULTRASOUND DAN TERAPI LATIHAN sri Rahayu; shelly novianti ismanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2730

Abstract

Meniskus merupakan suatu kondisi dimana terjadi robek atau pecahnya tulang rawan yang berfungsi sebagai bantalan  atau peredam tekanan pada sendi lutut, cedera meniskus memiliki dua jenis penyebab yaitu traumatik dan faktor degenerativ. Cedera meniskus diakui sebagai penyebab morbiditas muskuloskeletal yang signifikan. Meniskus sangat penting untuk fungsi normal dan kesehatan jangka panjang dari sendi lutut. Tanda dan gejala yang sering terjadi  pada meniskus diantaranya terdapat pembengkakan terutama pada bagian lutut, nyeri di sepanjang garis sendi lutut dan lutut terasa seperti terkunci. Cedera meniskus sering terjadi akibat beban berlebih ketika beraktifitas dan berolahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat ultrasonik dan terapi latihan dalam mengurangi nyeri, meningkatkan kekuatan otot, meningkatkan lingkup gerak sendi serta meningkatkan fisiologis lutut pada kondisi meniskus. Penelitian dengan metode analisis deskripsi. Metode pengumpulan data menggunakan metode auto anamnesis. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa meniskus knee dekstra yang menggunakan modalitas ultrasound dan terapi latihan yang dilakukan selama 6 kali pertemuan. Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali (T1–T6) didapatkan hasil adanya penurunan nyeri gerak pada lutut dari 3 menjadi 0 dengan menggunakan VAS. Peningkatan kekuatan otot lutut dengan MMT,  kekuatan otot fleksor dari 3 menjadi 5 dan kekuatan dan otot exstensor  dari 3 menjadi 5. Peningkatan kemampuan fungsional, dengan  Lysholm Knee Scoring Scale dari skor 61 menjadi 95. Terapi dengan menggunakan modalitas ultrasound serta terapi latihan dapat mempercepat penururnan nyeri, peningkatkan kekuatan otot, peningkatkan lingkup gerak sendi serta peningkatkan fisiologis lutut pada kondisi meniskus.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA TENDINITIS SUPRASPINATUS DEKSTRA DENGAN MODALITAS ULTRASOUND DAN TERAPI LATIHAN Laila Zahirah Sakinah; Shelly Novianti Ismanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2731

Abstract

Tendinitis supraspinatus merupakan peradangan pada tendon supraspinatus akibat gesekan berulang pada tendon guna waktu yang lama. Penyebabnya karena terjadinya impingement, mikro-trauma, vaskularisasi, atau degenerasi. Problematika yang timbul adalah ada rasa nyeri yang disebabkan inflamasi pada tendon supraspinatus sehingga menyebabkan keterbatasan gerak sendi pada bahu sehingga menurunkan kekuatan otot serta menurunkan aktivitas fungsional. Untuk mengetahui manfaat dari pemberian ultrasound dan terapi latihan terhadap tendinitis supraspinatus dekstra terhadap nyeri, spasme, keterbatasan gerak, kekuatan otot dan aktivitas fungsional. Penelitian dengan metode analisis deskripsi. Metode pengumpulan data menggunakan metode autoanamnesis. Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan subjek penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa tendinitis supraspinatus yang menggunakan modalitas ultrasound dan terapi latihan yang dilakukan selama 6 kali pertemuan. Setelah dilakukan terapi selama 6 kali terapi didapatkan hasil pengurangan nyeri tekan dan nyeri gerak T1: sangat nyeri menjadi T6 : sedikit nyeri. Penilaian lingkup gerak sendi T1 : (S : 60o-0o-145o), (F : 75o-0o-45o), (R(f90) : 45o-0o-70o) menjadi T6 : (S : 60o-0o-180o), (F : 180o-0o-45o), (R(f90) : 90o-0o-70o). Penilaian kekuatan otot T1 : 4 menjadi T6 : 5. Penilaian kemampuan aktivitas fungsional T1 : 52,30% menjadi T6 : 15,38%. Ultrasound dapat mengurangi nyeri serta spasme otot. Terapi latihan dapat meningkatkan lingkup gerak sendi serta meningkatkan kekuatan otot dan meningkatkan aktivitas fungsional pada kasus tendinitis supraspinatus.Kata Kunci : Tendinitis supraspinatus, Terapi Latihan, Ultrasound
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA FROUZEN SHOULDER DEKSTRA DENGAN MODALITAS ULTRASOUND SERTA TERAPI LATIHAN Tedy suharyadi; Shelly Novianti Ismanda
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 2 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v2i4.2759

Abstract

Frozen shoulder merupakan keadaan sendi bahu yang mengalami peradangan, nyeri, perlengketan, atropi serta pemendekan kapsul sendi sehinga terjadinya keterbatasaan gerak sendi. Pada pasien frozen shoulder keterbatasaan luas gerak sendi (LGS) bahu dapat mempengaruhi dan menurunkan kemampuan fungsional sebanyak 16% pasien. Secara epidemiologi frozen shoulder dapat terjadi pada usia 40-65 tahun. Dari 60 % sekitar 2-5% dari kasus frozen shoulder lebih banyak mengenai perempuan dari pada laki-laki. Frozen shoulder juga terjadi pada 10-20 % dari penderita diabetes mellitus Untuk mengetahui pemberian pada ultrasound dapat mengurangi nyeri pada frozen shoulder Untuk mengetahui apakah terapi latihan dapat meningkatkan kekuataan otot. Untuk mengetahui apakah ultrasound dan terapi latihan dapat meningkatkan lingkup gerak sendi (LGS) pada frozen shoulder. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik mengumpulkan data wawancara dan pemeriksaan status Kesehatan pasien pada kasus frozen shoulder pemberian modalitas ultrasound & terapi latihan di lakukan selama 6 kali terapi. Setelah dilakukan tindakan selama 6 kali terapi hasil yang di dapat yaitu pengurangan nyeri tekan pada T1: mendapati nilai  5 T6 menjadi nilai 3, nyeri gerak pada T1: mendapati nilai 6 T6 menjadi nilai 3, nyeri diam T1: mendapati nilai 2 T6 menjadi nilai 1. Penilaian lingkup gerak sendi T1 :  (S 25°-0°-90°) mejadi T6: (S 45°-0°-110°) dan F1:  (F 170°-0-45°) menjadi T6: (F 180°-0°-45°). Ultrasound dapat mengurangi nyeri. Terapi latihan dapat meningkatkan lingkup gerak sendi serta meningkatkan kekuataan otot dan meniigkatkan aktivitas fungsional pada kasus frozen shoulder.Kata kunci: Frozen shoulder, Ultrasound, Terapi Latihan.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI DENGAN MODALITAS ULTRASOUND (US) DAN STRETCHING PADA KASUS TRIGGER FINGER DIGITI II MANUS DEXTRA DI RSUD CIBABAT KOTA CIMAHI Shelly Novianti Ismanda; Nurul Dwi Ariani; Diah Ajeng Ningtias Silfa Istihana
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v4i1.293

Abstract

This research aims to review implementation of physioteraphy with modalities ultrasound (us) and stretching on trigger finger digiti II manus dextra. Research methods that were used is qualitative research was conducted data collection interview technique, and examination patient medical status. The research was conducted in unit of practicing physiotherapist with the total sample 1 people, namely patients trigger the finger digiti II manus dextra that visit into a unit practicing physiotherapist RSUD Cibabat Cimahi at the time did research. The results showed developments with the ultrasound (us) and stretching will help minimize symptoms and complaints felt patients and through 6 (six times therapy) obtained the results of a decrease in pain press on MCP from T1 4,3 became T6 1,1and PIP from T1 3,7became T6 1,1. Motion pain on MCP from T1 5,4 became T6 1,8and PIP from T1 4,1 became T6 1,8. Increase range of motion on MCP from T1 S 0˚- 0˚- 65˚ became T6 S 0˚- 0˚- 75˚ and PIP from T1 S 0˚- 0˚- 55˚ became T6 S 0˚- 0˚- 85˚. It is based on the regular therapy and education given by a therapist to patients and would optimize therapy result given.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS FROZEN SHOULDER DEKSTRA DENGAN MODALITAS ULTRASOUND DIATHERMY DAN CODMAN PENDULUM EXERCISE DI RSUD CIBABAT KOTA CIMAHI Shelly Novianti Ismanda; Arif Rustiana
INFOKES (Informasi Kesehatan) Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : POLITEKNIK PIKSI GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/infokes.v5i1.316

Abstract

ABSTRACT This research aims to review physiotherapy management in case of frozen shoulder dextra with modalities ultrasound diathermy (us) and codman pendulum exercise. The research methods that were used is qualitative research methods with data accumulation techniques in the form of interview and inspection health status. This research was conducted in the Physiotherapy Unit with 1 person sample, namely frozen shoulder dextra patient who visited RSUD Cibabat Cimahi at the research time. The results research showed developments with ultrasound diathermy (us) which helped reduce pain and codman pendulum exercise which helped increase range of motion and muscle strength. After 6 time therapy, obtained the result of a decrease in motionless pain shoulder dextra T1 (1,4) to T6 (0), press pain T1 (2,3) to T6 (0), motion pain T1 (5,7) to T6 (1,3). The increase active range of motion shoulder dextra flexion T1 (147º) to T6 (180º), extension T1 (34º) to T6 (45º), endorotation T1 (83º) to T6 (90º), exorotation T1 (45º) to T6 (60º), abduction T1 (157º) to T6 (177º), adduction T1 (33º) to T6 (45º). The increase of muscle strength shoulder dextra flexion T1 (3) to T6 (5), extension T1 (3) to T6 (4), endorotation T1 (3) to T6 (5), exorotation T1 (4) to T6 (5), abduction T1 (2) to T6 (5), adduction T1 (2) to T6 (4). For optimize result therapy patient are advised to reduce activities of carrying heavy burden that focuses on the right shoulder.