Upik Pebriyani
Program Studi Kedokteran Universitas Malahayati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) BPJS KESEHATAN PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI UPTD PUSKESMAS KEDATON BANDAR LAMPUNG 2021 Upik Pebriyani; Deviani Utami; Rita Agustina; Siti Mariyam
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i1.4065

Abstract

Penyakit diabetes merupakan salah satu PTM dimana terjadinya peningkatan kadar glukosa di dalam darah yang menyebabkan hiperglikemi. Diabetes dapat terjadi karena gaya hidup yang tidak sehat ataupun mempunyai riwayat genetik dari orang tua yang menderita diabetes melitus (DM). Diabetes perlu menjadi perhatian bagi dunia yang memiliki angka DM yang relatif tinggi karena dapat memicu timbulnya berbagai komplikasi, seperti penyakit jantung koroner, ulkus diabetikum, dan stroke yang menyebabkan kematian. Puskesmas Kedaton Bandar Lampung kejadian Diabetes Melitus pada tahun 2021 berjumlah 949 pasien kasus lama dan baru. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan PROLANIS (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) BPJS kesehatan pada pasien penderita DM (diabetes melitus) di UPTD Puskesmas Kedaton Bandar Lampung. Populasi pada penelitian ini yaitu penanggung jawab pada program PROLANIS serta peserta PROLANIS, dan sampel pada penelitian ini adalah Kepala Puskesmas, Penanggung jawab PROLANIS, Penanggung jawab UKP, Penanggung jawab UKM, Masyarakat (penderita diabetes melitus anggota prolanis). Puskesmas kedaton bandar lampung di dapatkan pasien diabetes melitus terbanyak pada bulan desember yaitu sebanyak 122 orang, dan pada pasien diabetes melitus terendah pada bulan mei yaitu sebanyak 53 orang. Jumlah keseluruhan pasien diabetes melitus di UPTD puskesmas kedaton bandar lampung 2021 sebanyak 949 orang. Pelaksanaan PROLANIS masih belum maksimal, ditandai dengan masih kurangnya kehadiran peserta untuk mengikuti kegiatan PROLANIS dikarenakan waktu pelaksanaan dipagi hari.   Kata Kunci     : Diabetes Melitus, Prolanis, BPJS Kesehatan, Puskesmas.
GAMBARAN KEPATUHAN PELAKSANAAN PROGRAM PENGELOLAAN PENYAKIT KRONIS (PROLANIS) BPJS KESEHATAN PADA PASIEN HIPERTENSI DI UPTD PUSKESMAS KEDATON KOTA BANDAR LAMPUNG 2022 Upik Pebriyani; Rakhmi Rafie; Rita Agustina; Nida Zakariya
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i1.4101

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyaki tidak menular (PTM) yang sangat berbahaya (Silent Killer) penyakit ini juga disebut sebagai suatu kondisi dimana terjadi kenaikan tekanan darah sistolik mencapai angka di atas sama dengan 140 mmHg dan diastolik diatas sama dengan 90 mmHg. Penurunan kualitas hidup penderita, manajemenhipertensi yang sangat mahal merupakan faktor yang memaksa indonesia mengadopsi sistem seperti di Amerika dan Inggris. Sistem tersebut adalah BPLB (Blood Pressure Leadership Board) guna memberikan pelayanan khusus pada pasien hipertensi pada pelayanan kesehatan primer. Program nasional di Indonesia diberi nama program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) yang berada di bawah naungan BPJS Kesehatan. Keberhasilan suatu pelaksanaan program dipengaruhi oleh kepatuhan penderita hipertensi dalam melaksanakan terapi. Kepatuhan merupakan kemampuan seseorang untuk tetap melaksanakan tindakan terapi yang telah diberikan oleh penyedia pelayanan kesehatan. Melakukan gambaran kepatuhan pelaksanaan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) BPJS kesehatan pada pasien hipertensi di uptd puskesmas kedaton kota bandar lampung 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan penelitian dengan menjelaskan situasi karakteristik responden. Data yang diambil adalah data kuesioner. Didapatkan sampel penelitian sejumlah 73 responden. Karakteristik pasien hipertensi yaitu usia pasien hipertensi terbanyak adalah sebanyak 45 orang (62%), jenis kelamin terbanyak adalah perempuan sebanyak 56 orang (77%),dan status pasien hipertensi adalah hipertensi tidak terkontrol sebanyak 43 orang (59%). Untuk tingkat kepatuhan paling banyak adalah tingkat patuh sebanyak 44  orang (60%).   Kata Kunci      : Kepatuhan,Prolanis,Hipertensi Â