Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN RENDAHNYA TINGKAT EKONOMI TERHADAP RISIKO TERJADINYA STUNTING : A SYSTEMATIC REVIEW Nurul Aini; Agnes Gonxa Mulia Hera; Alisya Isma Anindita; Keren Stelin Maliangkay; Rizki Amalia
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 3 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v3i2.4457

Abstract

Indonesia masih dihadapi oleh masalah gizi utama, yaitu tingginya stunting pada balita. Pada tahun 2013 terdapat 8,9 juta anak atau satu dari tiga anak dengan status gizi stunting, yang menjadikan Indonesia negara terbesar kelima dengan prevalensi tertinggi kasus stunting. Permasalahan gizi buruk pada saat ini disebabkan oleh konsumsi zat gizi yang tidak memenuhi kebutuhan. Kejadian ini dipengaruhi oleh berbagai macam penyebab meliputi keadaan sosial ekonomi, asupan gizi, serta pelayanan kesehatan. Penyebab tidak langsung terjadinya stunting, salah satunya yaitu tingkat ekonomi suatu keluarga yang disebabkan oleh tinggi rendahnya pendidikan yang ditempuh orang tua. Salah satu faktor yang mempengaruhi keadaan sosial ekonomi yaitu tingkat ekonomi orang tua. Tujuan adanya penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara rendahnya tingkat ekonomi terhadap risiko terjadinya stunting. Penelitian ini menggunakan metode systematic review. Pencarian untuk mendapatkan artikel penelitian menggunakan database online melalui Google Scholar, Semantic, Oxford Academic, Science Direct, Hindawi Journals dengan kata kunci anak, ekonomi, orang tua, dan stunting. Artikel yang dipilih berdasarkan publikasi yang diterbitkan pada tahun 2018-2022. Hasil Penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara risiko terjadi stunting dengan tingkat ekonomi orang tua. Oleh karena itu, dapat diketahui bahwa balita stunting lebih banyak dijumpai pada keluarga dengan status ekonomi rendah dan balita denganĀ  keluarga yang rentan pangan.