This Author published in this journals
All Journal PRofesi Humas
Syaiful Azhary
BKT Kebun Raya Purwodadi - LIPI

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi pemeliharaan relasional dalam kegiatan public relations online badan publik di Indonesia Syaiful Azhary
PRofesi Humas Vol 4, No 2 (2020): PRofesi Humas Accredited by Kemenristekdikti RI SK No. 10/E/KPT/2019
Publisher : LP3 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.9 KB) | DOI: 10.24198/prh.v4i2.19558

Abstract

Praktik humas di negara demokratis harus menyajikan informasi yang akurat dan dalam bentuk komunikasi dua arah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi strategi public relations online dalam website resmi yang dijalankan oleh lembaga-lembaga publik di Indonesia menggunakan analisis strategi pemeliharaan relasional. Penelitian ini menggunakan metode analisis strategi pemeliharaan relasional dari Grunig dan Huang, 1999, dengan pendekatan positivisme dan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Dengan menggunakan analisis isi berupa fitur strategi pemeliharaan relasional pada website dan proporsional stratified random sampling berdasarkan hasil pemeringkatan penghargaan keterbukaan informasi badan publik di Indonesia tahun 2016. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi, rekomendasi, dan bimbingan teknis oleh badan publik dalam membangun fitur yang mendukung transparansi dan akuntabilitas informasi kepada publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas badan publik di Indonesia lebih cenderung menggunakan platform media sosial untuk pemeliharaan relasional dengan publik daripada memanfaatkan fitur strategi pemeliharaan hubungan di website resmi mereka. Masih terdapat kesalahpahaman cara pandang humas badan publik di Indonesia dalam mendefinisikan aktivitas public relations online identik dengan pemanfaatan media sosial dalam kegiatan kehumasan. Selain itu, peraturan keterbukaan informasi publik belum cukup untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas informasi dilihat dari penggunaan fitur pemeliharaan relasional. Dibutuhkan kerangka acuan, pengetahuan dan pengalaman di bidang kehumasan dalam meningkatkan pengelolaan website yang informatif dan dialogis serta mampu menjalin hubungan baik dengan publik untuk mewujudkan transparansi dan akuntabilitas informasi.