Yani Sriyani
Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DAMPAK HIPERTENSI TERKONTROL DAN HIPERTENSI TIDAK TERKONTROL TERHADAP KEJADIAN GAGAL GINJAL : A LITERATUR REVIEW Hilman Mulyana; Yani Sriyani; Dede Ipah
JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2020): JURNAL MITRA KENCANA KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : LPPM Universitas Bhakti Kencana Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54440/jmk.v4i2.110

Abstract

Gagal ginjal adalah kelainan pada ginjal dimana ginjal tidak bekerja sebagaimana fungsinya sebagai pengatur keseimbangan cairan dalam tubuh. 5 hingga 10 juta orang meninggal diakibatkan oleh penyakit ginjal. 3,8% penduduk Indonesia mengalami gagal ginjal dan mengalami pengingkatan setiap tahunnya. Penyebab gagal ginjal tertinggi adalah Diabetes Mellitus, menurut IRR dari hasil peelitian pada pasien hemodialisa didapatan penyebab gagal ginjal adalah Hipertensi. Beban ekonomi negara untuk menangani kejadian gagal ginjal sangan besar mencapai 3,1 triliun pada tahun 2017 menurut data BPJS. Penduduk Indonesia terdapat 8,8% mengalami hipertensi. Literature review ini dilakukan melalui jurnal yang berbasis elektronik yaitu jurnal nasional dan internasional yang memiliki tema yang sama. dengan kata kunci yaitu dampak hipertensi terkontrol dan tidak terkontrol terhadap kejadian gagal ginja, dari tahun 2010- 2020. Jenis penelitiannya dari deskriptif sampai RCT, dengan jumlah artikel yang ditemukan adalah 4.457 dan hanya 10 artikel yang diambil sesuai dengan topik tersebut. Hasil penelitian menunjukan dari 10 jurnal terdapat hubungan antara hipertensi dengan gagal ginjal. Dampak hipertensi tidak terkontrol lebih tinggi terhadap gagal ginjal tahap akhir dibandingkan dengan hipertensi terkontrol. Kesimpulan dari literature review ini adalah adanya dampak hipertensi yang tidak terkontrol terhadap terjadinya kasus gagal ginjal lebih tinggi dibandingkan dengan hipertensi yang terkontrol.Kata Kunci : Hipertensi Terkontrol, Hipertensi Tidak Terkontrol, Gagal Ginjal
JENIS PEKERJAAN DAN LOKASI TEMPAT TINGGAL (RURAL, URBAN) DENGAN KEJADIAN DM TIPE 2 Yani Sriyani; Hilman Mulyana
Jurnal Keperawatan BSI Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.22 KB)

Abstract

Penderita DM di dunia mencapai 425 juta pasien per tahun 2017, prevalensi ini diperkirakan akan terus meningkat sebesar 45% atau setara dengan 629 juta pasien pada tahun 2045. Indonesia diperkirakan jumlah pasien DM tipe 2 akan meningkat sangat signifikan hingga mencapai 16,7 juta pada tahun 2045. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jenis pekerjaan dan lokasi tempat tinggal (rural, urban) dengan kejadian DM tipe 2. Jenis penelitian cross sectional dengan populasi 320 pasien DM tipe 2 dan sampel yang digunakan 77 responden kelompok kasus dan 77 responden kelompok kontrol non DM tipe 2 serta dianalisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil menunjukan tidak ada hubungan antara jenis pekerjaan dengan kejadian DM tipe 2 (P-value = 0,779) dan tidak ada hubungan anatara lokasi tempat tinggal (rural, urban) dengan kejadian DM tipe 2 (P-value = 0,509). Saran untuk penelitian selanjutnya agar meneliti tentang analisis kejadian DM tipe 2 berdasarkan lokasi tempat tinggal di urban dengan klasifikasi kota kecil, kota sedang, kota besar, dan kota metropolitan.
HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN DIABETES MELLITUS Yani Sriyani; Hilman Mulyana
Jurnal Keperawatan BSI Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Keperawatan BSI
Publisher : LPPM Universitas BSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit kronis dimana organ pankreas tidak memproduksi cukup insulin atau ketika tubuh tidak efektif dalam menggunakannya. Diabetes Mellitus merupakan diabetes dengan kecenderungan terjadi pada usia dewasa. Hal ini, karena gaya hidup yang semakin tidak sehat, sehingga terjadi obesitas dan inaktivitas. Diabetes Mellitus memiliki ciri khas resistensi insulin perifer dengan efek sekresi insulin yang bervariasi derajat beratnya. Semua individu dengan berat badan berlebih, sudah mengalami resistensi insulin, tetapi hanya mereka yang sel betanya tidak mampu meningkatkan produksi insulin saja yang akan menjadi Diabetes Mellitus. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup pasien Diabetes Mellitus di wilayah kerja Puskesmas Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya tahun 2021. Jenis penelitian yang akan digunakan yaitu metode kuantitaif dengan pendekatan analisis korelasi menggunakan desain penelitian Cross Sectional study, yang bertujuan untuk menghubungkan variabel independen (pasien Diabetes Mellitus) dan variabel dependen (hubungan fungsi keluarga pada pasien Diabetes Mellitus). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada hubungan fungsi keluarga dengan kualitas hidup pasien diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Parungponteng Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2021 dengan nilai P-Value 0,013 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,389. Berdasarkan penelitian, perlu dilakukan kegiatan konseling terhadap penderita supaya bisa menjaga kualitas hidupnya dan juga perlu dilakukan pengarahan terhadap keluarga pasien Diabetes Mellitus supaya bisa memberi dukungan dan perhatian lebih terhadap keluarga yang menderita penyakit Diabetes Mellitus.