Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Strategi Komunikasi Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Kalimantan Tengah dalam Menyosialisasikan Penanggulangan HIV dan AIDS di Kalimantan Tengah srie rosmilawati; Lisnawati Lisnawati
Anterior Jurnal Vol 19 No 1 (2019): Anterior Jurnal
Publisher : ​Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.546 KB) | DOI: 10.33084/anterior.v19i1.1154

Abstract

The main problem in this study is the increase in the number of people in Central Kalimantan who are infected with the HIV and AIDS virus from year to year. Given these problems, the researchers were interested to find out how the communication strategy of the Central Kalimantan AIDS Control Commission (KPA) in Socializing HIV and AIDS prevention, with a research locus in Central Kalimantan Province. The theory used in this study is the Theory of Effective Communication Strategies (Arifin), namely the determination of communication strategies based on steps to get to know the audience, compose messages, set methods, and media selection. This study uses a qualitative approach with in-depth interview data collection techniques, observation, and also documentation. The research subjects were KPA officers in Central Kalimantan Province and also the people of Central Kalimantan. The focus of the research lies in the communication strategy undertaken by the KPA of Central Kalimantan Province in socializing HIV and AIDS prevention to the community. The results of the study showed that up to now the KPA of Central Kalimantan Province had been quite good and effective in developing a communication strategy used in the process of socializing HIV and AIDS prevention to the people of Central Kalimantan. Whereas indicators for getting to know the public are still ineffective because the KPA of Central Kalimantan does not make an introduction to the audience itself, and only refers to government programs.
Strategi Komunikasi Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik Dan Persandian Dalam Mensosialisasikan Program Komunitas Informasi Masyarakat di Kota Palangka Raya Dewiyanti Dewiyanti; Lisnawati Lisnawati
Syntax Idea 3012-3023
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i7.3978

Abstract

Program Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) adalah program unggulan dari Dinas komunikasi informatika statistik dan persandian Kota Palangka Raya, KIM ini berperan sebagai perantara antara pemerintah dan masyarakat, menjembatani kesenjangan komunikasi dan pengetahuan. Namun keberadaannya masih belum di ketahui oleh masyarakat, karena KIM yang telah terbentuk belum maksimal dalam menjalankan tugas dan perannya serta terdapat perbedaan data antara Kemeneterian Komunikasi dan Informatika dengan Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kota Palangka Raya berupa jumlah Komunitas yang telah terbentuk. Fokus penelitian ini adalah untuk mengungkapkan bagaimana strategi komuniksi yang digunakkan oleh Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian dalam mensosialisasikan program Komunitas Informasi Masyarakat (KIM). Dengan menggunakan lima fase perencanaan komunikasi penelitian, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan pelaporan (Cangara), penelitian ini berupaya mendefinisikan teknik komunikasi yang digunakan untuk mensosialisasikan program Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) di Kota Palangka Raya. Penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk penelitian ini. Studi dokumentasi meliputi buku, arsip, literatur, laporan, dan dokumen, serta wawancara dan observasi langsung terhadap kegiatan di lokasi penelitian. Temuan menunjukkan bahwa Dinas Komunikasi, Informatika, Statistika, dan Persandian Kota Palangka Raya lebih memanfaatkan aspek komunikasi pada saat perencanaan dibandingkan melakukan penelitian pada awalnya. Sosialisasi dilaksanakan dengan media internet dan ke lapangan. Pada evaluasi hanya mengukur menggunakan tabel perbandingan jumlah. Disimpulkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan masih kurang maksimal karena hanya tiga varibel yang digunakan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan
Analisis Perbandingan Literasi Digital dan Kompetensi Profesional ASN Berdasarkan Gender di Kalimantan Tengah Aquarini, Aquarini; Lisnawati, Lisnawati
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v6i2.18971

Abstract

Transformasi digital telah menjadi tantangan signifikan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama dalam meningkatkan keterampilan literasi digital yang diperlukan untuk pelayanan publik yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital ASN Suku Dayak di Kalimantan Tengah dengan fokus pada aspek gender. Metode survei digunakan dengan melibatkan 600 responden melalui purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner berbasis teori Bloom’s Taxonomy yang mencakup dimensi kemampuan teknis, evaluasi informasi, kolaborasi daring, dan keamanan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laki-laki lebih unggul dalam kemampuan teknis dan kolaborasi daring, sementara perempuan memiliki keunggulan dalam evaluasi informasi dan kesadaran terhadap keamanan digital. Faktor usia, tingkat pendidikan, dan masa kerja juga memengaruhi tingkat literasi digital, di mana ASN yang lebih muda dan berpendidikan tinggi menunjukkan keterampilan digital yang lebih baik. Analisis lebih lanjut mengidentifikasi adanya kesenjangan gender yang dapat diatasi melalui program pelatihan yang inklusif dan berbasis kebutuhan lokal. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami dinamika literasi digital ASN di wilayah dengan karakteristik budaya unik. Rekomendasi mencakup peningkatan akses teknologi, pelatihan berbasis budaya, dan fokus pada keamanan digital untuk mendukung implementasi e-government yang efektif dan berkeadilan gender.Kata Kunci: literasi digital, gender, ASN, Kalimantan Tengah, keterampilan digital
Communication Strategy In SPKT Services At The Central Kalimantan Regional Polda Doni Sosilo; Lisnawati Lisnawati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5511

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi dalam pelayanan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Polda Kalimantan Tengah. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana petugas SPKT membangun komunikasi yang efektif, responsif, dan humanis dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan studi dokumentasi terhadap proses pelayanan serta interaksi antara petugas dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang diterapkan oleh SPKT Polda Kalimantan Tengah didasarkan pada prinsip keterbukaan, kejelasan informasi, dan empati. Petugas menggabungkan komunikasi verbal dan nonverbal, menyesuaikan gaya bahasa dengan latar belakang sosial budaya masyarakat, serta mengedepankan komunikasi dua arah agar masyarakat memahami setiap prosedur pelayanan. Selain itu, penerapan teknologi digital seperti sistem antrean elektronik dan aplikasi pengaduan daring turut mendukung transparansi informasi dan mempercepat proses pelayanan. Hambatan komunikasi yang muncul, seperti perbedaan persepsi dan kondisi emosional pelapor, diatasi melalui klarifikasi berulang dan pendekatan personal yang menenangkan. Secara umum, strategi komunikasi di SPKT Polda Kalimantan Tengah menunjukkan adanya sinergi antara profesionalitas institusi dan pendekatan humanis yang memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
Strategi Pemanfaatan Media Sosial untuk Aksi Sosial Annisa Rizki Ananda; Lisnawati Lisnawati
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/cwy11c22

Abstract

Pergeseran paradigma komunikasi dari media massa tradisional ke media baru telah menciptakan ruang publik digital yang sangat dinamis. Media sosial bukan hanya saluran distribusi, melainkan telah menjadi tempat bagi gerakan sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfungsi sebagai kerangka implementasi dari strategi pemanfaatan media sosial pada aksi sosial. Media sosial harus dimanfaatkan sebagai platform dialog dan partisipasi yang bersifat transaksional bukan hanya linear. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif, dimulai dengan ice breaking untuk membangun suasana akrab. Materi inti disampaikan secara interaktif oleh dosen FISIPOL mengenai pemanfataan media sosial untuk aksi sosial. Kegiatan ini berjalan dengan sukses dan interaktif. Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangka Raya berhasil mengedukasi audiens yang beragam, mulai dari mahasiswa hingga komunitas film, mengenai pentingnya media sosial sebagai instrumen aksi sosial di era digital. Kegiatan ini pula telah memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran peserta untuk lebih bijak dan kreatif dalam menggerakkan audiens demi kepentingan sosial.