Lilis Mulyani
Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (P2KK - LIPI)

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

CAPITALIZATION OF ASSETS AS THE “MYSTERY” BEHIND CAPITAL Lilis Mulyani
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 8 No. 1 (2006)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v8i1.185

Abstract

Title of Book : The Mystery of Capital Author : Hernando de Soto Year Published : 2000 Number of pages : 276 pages
THE PRACTICE OF THE RIGHT OF WORKERS TO ORGANIZE IN POST-REFORMATION ERA Lilis Mulyani
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2006)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v8i2.187

Abstract

Serikat Pekerja di Indonesia seolah menemukan kembali “semangat”nya setelah masa reformasi. Aktifitas Serikat Pekerja yang di rejim sebelumnya sangat terbatas mulai bangkit dan kembali menyuarakan hak-hak pekerja. Namun demikian, kebangkitan Serikat Pekerja ini tidak berarti tanpa kendala, terutama apabila pelaksanaannya disandingkan dengan pedoman yang diberikan dalam hokum internasional khususnya dalam Konvensi-konvensi ILO. Dalam artikel ini dibahas berbagai bentuk kendala yang dihadapi Serikat Pekerja di Indonesia seperti kriminalisasi aktivis Serikat Pekerja dan pengerahan massa dalam menghadapi aksi-aksi Serikat Pekerja. Serikat Pekerja sebagai ujung tombak pemenuhan hak-hak dasar pekerja di Indonesia menjadi penting di tengah menurunnya kondisi ekonomi yang seringkali dijadikan alasan banyak pengusaha untuk tidak memenuhi hak pekerja. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan analisa media. Dari studi ini ditemukan beberapa ‘tren’ sikap diskriminasi anti-serikat pekerja, meski beberapa diantaranya bukan merupakan bentuk yang baru seperti kriminalisasi aktivis serikat pekerja, pembentukan serikat pekerja “bayangan”, penyerangan terhadap aktivis serikat pekerja, intimidasi pada pekerja, mekanisme registrasi yang masih berbelit, dan respon pasif atas laporan-laporan tindakan diskriminatif yang diterima aktivis dan anggota serikat pekerja. Keyword: Worker Union, the Right to Organise, Indonesian Labour.
CONSTITUTIONALIZING HUMAN RIGHTS: A Comparative Studies on Thailand and Indonesia’s Constitutional Reform Lilis Mulyani
Jurnal Masyarakat dan Budaya Vol. 7 No. 1 (2005)
Publisher : LIPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14203/jmb.v7i1.210

Abstract

Perkembangan dan proses reformasi konstitusi di suatu Negara tidak bisa terlepas dari pengaruh konsep-konsep global di antaranya adalah konsep hak asasi manusia. Konsep hak asasi manusia merupakan suatu konsep yang paling penting peranannya dan paling banyak diadopsi di abad ini. Namun demikian dalam proses adopsi ke dalam konstitusi suatu negara, konsep ini mengalami lagi proses ‘adaptasi’ sejalan dengan situasi politik dan sosial-budaya di Negara penerima. Hal ini diperlihatkan dalam proses reformasi konstitusi yang dilakukan di dua Negara Asia yang berada dalam situasi transisi demokrasi yaitu Thailand dan Indonesia. Dari perbandingan dua negara ini ditunjukkan bahwa tidak akan ada dua Negara yang mengadopsi konsep hak asasi manusia yang serupa secara substansial. Di dalam perjalanannya konsep ini akan mengalami interpretasi, modifikasi -dan bahkan mengalami perubahan- yang pada akhirnya akan menghasilkan sebuah konsep hak asasi manusia yang memiliki karakteristik yang khusus.