Noviarista Ana Rofillah
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PROSES PRODUKSI PROGRAM “SENTUHAN QOLBU” DI TVRI YOGYAKARTA SEBELUM DAN SAAT PANDEMI COVID-19 Noviarista Ana Rofillah; Rhafidilla Vebryanda
Journal Media Public Relations Vol. 1 No. 2 (2021): Journal Media Public Relations
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (822.103 KB) | DOI: 10.37090/jmp.v1i2.518

Abstract

Penelitian ini berjudul “Proses Produksi Program “Sentuhan Qolbu” di TVRI Yogyakarta Sebelum dan Saat Pandemi COVID-19”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses produksi program “Sentuhan Qolbu” di TVRI Yogyakarta sebelum dan saat terjadinya pandemi COVID-19 yang ditinjau dari tiga tahapan produksi, yaitu tahapan pra-produksi, produksi dan pasca-produksi. Penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu sebuah penelitian yang digunakan untuk memahami suatu fenomena dalam kontak sosial secara alami dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan objek yang diteliti. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Dengan menggunakan ketiga teknik itu peneliti mendapatkan hasil yang lebih valid dan maksimal. Hasil penelitian ini menjelasan bahwa program acara “Sentuhan Qolbu” adalah program acara dakwah bersifat religi dengan format tapping atau melalui proses editing yang berjenis program talkshow antara narasumber (da’i) dengan pembawa acara dalam melaksanakan proses produksi program acara dakwah tersebut. Produksi program Sentuhan Qolbu melakukan tiga tahapan produksi program, yaitu pra-produksi, produksi hingga pasca produksi meski dalam kondisi pandemi COVID-19. Meski terjadinya pandemi COVID-19 yang berdampak kepada produksi, seperti double jobdesk crew, pembatasan crew dan jama’ah dalam studio, diadakannya swab antigen bagi pemateri dan pembawa acara, hingga untuk audiens dilakukan video conference. Namun hal tersebut justru berimbas kepada rating penonton yang semakin meningkat, selain itu program ini semakin inovtif karena mengadakan jama’ah secara virtual. Bahkan, tema konten semakin masa kini karena mengikuti topik yang ada.