Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ta’līm Al-Nahw Bi Madkhal Al-Ta’allum Al-Ta’āwunī Bi Uslūb (STAD) Bi Ma’had Dār Al-‘Ulūm Al-‘Ashrī Banda Aceh Rizka Utami
Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab & Kebahasaaraban Vol 4, No 2 (2020): Ta'lim al-'Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jpba.v4i2.10092

Abstract

Qawā’id merupakan komponen penting dari bahasa yang dipelajari siswa dalam belajar bahasa Arab. Dan pelajaran Nahwu salah satu pelajaran yang dipelajari oleh siswa Pesantren Modern Darul Ulum, Banda Aceh. Metode pembelajaran yang digunakan di pesantren ini adalah metode tradisional dan kurang efektif dalam pelaksanaan pembelajaran Nahwu dengan petunjuk yang diperoleh setelah peneliti melalukan  observasi bahwa siswa-siswa lemah dalam penguasaan materi Nahwu, mereka tidak mampu mengaplikasikan materi yang telah dipelajari dalam pembelajaran Nahwu, baik dari segi keterampilan mendengar, berbicara, membaca maupun menulis. Dari uraian tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai siswa-siswa Pesantren Modern Darul Ulum dalam pembelajaran Nahwu menggunakan pendekatan pembelajaran Cooperative Learning dengan teknik STAD. Untuk mencapai tujuan yang dimaksudkan, peneliti merancang penelitian eksperimental untuk penelitian ini. Adapun metode yang digunakan untuk mengumpulkan data, peneliti melakukan metode post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Nahwu menggunakan pendekatan pembelajaran kooperatif dengan teknik STAD meningkatkan nilai siswa-siswa Pesantren Modern Darul Ulum.
DEVELOPMENT OF TEXTBOOK FOR GRAMMATICAL MATERIAL BASED ON SCIENTIFIC APPROACH TO IMPROVE WRITING SKILLS | تطوير الكتاب التعليمي في مادة التراكيب على أساس المدخل العلمي لترقية مهارة الكتابة Rizka Utami
Abjadia Vol 5, No 2 (2020): Abjadia
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/abj.v5i2.9937

Abstract

Teaching and learning process can not be separated from textbooks that play an important role as a reference for teachers and students. A good textbook must be representative of the curriculum that applies both the material and teaching methods so that learning objectives are achieved. Arabic textbooks in the 2013 curriculum use a scientific approach, but grammar material has not been explained in detail so that it affects students' competence to improve language skills. So the researcher developed a book for grammar material based on a scientific approach to improve writing skills. This study aims to develop books based on a scientific approach and determine the effectiveness of the books developed. The results obtained from this study are that the books developed have scored between 80-100% which means very good and can be used in learning without any improvement. While the effectiveness aspect obtained a significance value of around 10.93 which shows that the textbook for grammatical material based on scientific approach is effective to improving students’ writing skills.
RAJAH DALAM TRADISI MASYARAKAT ACEH Rizka utami; Nisa Auliana
TASHWIR Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jt.v12i02.15491

Abstract

Abstract: Some people in Aceh believe that there are individuals who possess the ability to call upon guardian spirits or khadam that protect them. This is known as "rajah," which is understood as a mantra and prayer, or symbols such as tattoos in certain tribes. This article employs a qualitative approach with ethnographic methods and a sociological perspective. The research findings indicate that Rajah is a form of traditional healing that combines spiritual and symbolic elements, usually performed by individuals considered to have special skills, such as shamans or spiritual experts. In the context of magical healing, rajah is used to counter or neutralize negative energy that may be sent through supernatural means, such as black magic, curses, witchcraft, or peunyaket donya, a term unique to Aceh referring to diseases caused by the malevolent intentions of others. This process typically involves the writing of specific symbols, recitations of prayers, or mantras that are believed to possess the power to protect or heal. The practice aims not only to address physical issues but also to restore the spiritual balance of a person believed to be disturbed by negative energy. In Acehnese culture, peunyaket donya reflects the belief in the influence of magic in daily life, a belief still held by some members of the community. Keywords: Aceh community, Rajah Abstrak:Sebagian masyarakat Aceh percaya bahwa ada individu yang memiliki kemampuan untuk memanggil roh penjaga atau khadam yang melindungi dirinya. Hal tersebut dikenal dengan ungkapan rajah yang dimaknai sebagai mantra dan do’a atau simbol-simbol seperti tato pada suku tertentu. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan pendekatan sosiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rajah merupakan salah satu bentuk pengobatan tradisional yang memadukan elemen spiritual dan simbolik, biasanya dilakukan oleh individu yang dianggap memiliki keahlian khusus, seperti dukun atau ahli spiritual. Dalam konteks pengobatan magis, rajah digunakan untuk melawan atau menetralkan energi negatif yang bisa dikirimkan melalui cara-cara gaib, seperti teluh, guna-guna, santet, atau peunyaket donya, yang merupakan istilah khas Aceh untuk penyakit yang disebabkan oleh niat jahat orang lain. Proses ini biasanya melibatkan penulisan simbol tertentu, bacaan doa, atau mantra yang diyakini memiliki kekuatan untuk melindungi atau menyembuhkan. Tujuan praktik ini tidak hanya untuk mengatasi masalah fisik, tetapi juga untuk memulihkan keseimbangan spiritual seseorang yang diyakini terganggu oleh energi negatif. Dalam budaya Aceh, peunyaket donya mencerminkan keyakinan terhadap pengaruh magis dalam kehidupan sehari-hari, yang masih diyakini oleh sebagian masyarakat. Kata Kunci: Masyarakat Aceh, Rajah