This Author published in this journals
All Journal Gema Keadilan
Luqman Hakim
Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Peran Kapabilitas Koordinasi dan Boundary-Spanner untuk Menguatkan Daya Saing Nasional di Era Globalisasi Luqman Hakim
Gema Keadilan Vol 2, No 1 (2015): Gema Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.263 KB) | DOI: 10.14710/gk.2015.3721

Abstract

Kompetisi yang merupakan simbol globalisasi pada abad ke-21 menjadi tanpa batasmengakibatkan mobilitas modal, barang, dan jasa, manusia, dan informasi bebas keluar masuksuatu negara. Banyak literatur yang menjelaskan bahwa ekonomi suatu negara dapat bertahandan tumbuh sangat ditentukan oleh tingkat daya saing dan keunggulan bersaing yang dimiliki.Semakin tinggi derajat ranah persaingan negara dengan negara lainnya, maka semakin pentingdaya saing menjadi prediktor siapa yang akan memenangkan kompetisi. Tanpa kehadirankompetisi, daya saing akan kehilangan makna pentingnya. Bagaimana ekonomi nasional dapatdan mampu membangun basis keunggulan bersaing sangatlah menentukan bagi kinerjaekonominya. Teori institusi juga menekankan pentingnya peran kelembagaan untuk menciptakankeunggulan daya saing dan interaksi antar lembaga. Efesien dan tidaknya suatu sistem akansangat tergantung pada kualitas kelembagaan yang mengatur sistem ekonomi tersebut (Powelldan DiMaggio, 1991). Kualitas kelembagaan yang mendukung daya saing akan tercermin darikualitas kebijakan dan pelayanan publik. Selain itu, struktur daya saing yang kokoh hanya dapatdibangun melalui seberapa berkualitas koordinasi kelembagaan yang mengatur sistem ekonomi.Peran pemimpin di tiap kelembagaan sebagai boundary spanner menjadi sentral untuk menjagakualitas peran, fungsi dan kewenanangan untuk mengembangkan jaringan kebijakan atau prosesĀ produksi yang efesien. Hal ini menunjukkan bahwa pekerjaan rumah dalam transformasikelembagaan sangat dibutuhkan untuk mengakselerasi daya saing nasional.Kata kunci: Globalisasi, Daya Saing, Boundary Spanner