Lastri Wayhuni Manurung
Universitas Sebelas Maret dan Universitas HKBP Nommensen

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI BERTUTUR MENOLAK OLEH MASYARAKAT BATAK TOBA PADA KEGIATAN (MARHATA SINAMOT) TAWAR-MENAWAR MAHAR Lastri Wayhuni Manurung
Kadera Bahasa Vol 12, No 1 (2020): KABA Vol 12 NO. 1
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2123.44 KB) | DOI: 10.47541/kaba.v12i1.129

Abstract

Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk menemukan strategi menolak yang digunakan oleh juru bicara pada kegiatan marhata sinamot (tawar-menawar mahar). Tahap marhata sinamot dalam pernikahan adat Batak Toba menjadi salah satu tahap paling penting karena tahap ini berisi tentang pembahasan sinamot (mahar) yang menjadi simbol bentuk bagaimana laki-laki menghormati perempuan yang akan dinikahinya. Penolakan adalah tindakan yang dapat mengancam muka dari pendengar/pemohon/orang yang mengundang, karena itu bertentangan dengan harapannya, maka juru bicara membutuhkan strategi untuk menyatakan penolakannya. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang datanya bersumber dari negosiasi marhata sinamot di Sidamanik. Dari pembahasan pada analisis data disimpulkan bahwa strategi yang paling banyak digunakan (terlebih penutur A kepada B) adalah strategi menolak dengan pernyataan meminta empati. Faktor peristiwa tutur dan keterikatan prinsip dalihan na tolu yang dimiliki oleh masyarakat Batak Toba, menjadi alasan digunakannya strategi tersebut.