Johan Budi Winarto
Geological Museum, Geological Agency, Ministry of Energy and Mineral Resources

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Geologi Pesisir Selatan Cianjur – Garut, Jawa Barat : Keragaman Dan Prospeknya Sebagai Obyek Geowisata Agustina Djafar; Ifan Yoga Pratama Suharyogi; Johan Budi Winarto
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 4, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.4.2.2021.48-56

Abstract

Pesisir selatan Cianjur–Garut secara fisiografi termasuk ke dalam zona Pegunungan Selatan Jawa Barat yang memanjang dari Teluk Pelabuhan Ratu sampai dengan Pulau Nusakambangan. Daerah pesisir tersebut menempati wilayah yang sempit yang dibatasi oleh deretan pegunungan di sebalah utara. Pantai -pantai yang terdapat di sepanjang pesisir tersebut selain memiliki panorama indah juga memiliki beberapa keragaman geologi, akan tetapi belum dikembangkan secara optimal sebagai obyek wisata. Tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk mengidentifikasi keragaman geologi yang terdapat di pesisir selatan Cianjur–Garut dan menentukan peringkat atau status keragaman geologi tersebut menurut hirarkinya, untuk selanjutnya direkomendasikan pemanfaatannya sebagai obyek geowisata. Metode yang digunakan adalah pengumpulan data lapangan dan analisis data secara kualitatif, yaitu identifakasi keragaman geologi berdasarkan PP No.13 Tahun 2017, penentuan status hirarki dan peringkat keragaman geologi berdasarkan pemanfaatannya (scientific value). Keragaman geologi yang dijumpai di daerah penelitian berupa keragaman bentang alam (pantai dan gumuk pasir) dan keragaman batuan (submarine pyroclastic deposit). Bentang alam pantai dan submarine pyroclastic deposit dapat dijumpai di daerah Cidaun–Cianjur, dan Caringin–Garut, sedangkan gumuk pasir terhampar di sepanjang garis pantai Cidaun–Cianjur. Keragaman geologi tersebut memiliki status hirarki tinggi dengan nilai scientific tinggi karena mengandung rekaman ilmiah, tatanan geologi atau bentang alam yang spesifik, yang dapat dimanfaatkan untuk penelitian, pendidikan, pemahaman alam dan konservasi.