Suminto Suminto
Universitas Diponegoro

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PERFORMA PERTUMBUHAN HARPATICOIDA Tigriopus sp. DALAM KONDISI KULTUR SEMI MASSAL DENGAN DIET MIKROALGA YANG BERBEDA Suminto Suminto; Diana Chilmawati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 2, No 2 (2018): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v2i2.3080

Abstract

Tigriopus sp. is a copepod included harpacticoid ordo which is a live food organism for marine fish and shrimp larvae. The lack of information about the appropriate microalgae diet is an obstacle in the semi-mass culture of Tigriopus sp. The purpose of this study was to determine the effect of different microalgae diets and the type of microalgae diet which provides the best growth performance of Tigriopus sp. in semi-mass culture conditions. The experimental design used was a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 repetitions namely Tigriopus sp. with a microalgae diet; A. Chlorella vulgaris; B. Tetraselmis chuii; C. Chaetoceros calcitrans; and D. Isochrysis galbana. The results showed that giving C. calcitrans microalgae diet has significant effect (p<0.05) and provides growth performance of Tigriopus sp. Best total density reached 9,75±0,50 inds.mL-1; specific growth rate of the population was 0,114±0,003 inds.day-1 and egg production was 9.26 ± 0.09 eggs.ind.-1 Keywords: Tigriopus sp., growth performance, semi-mass culture, microalgae diet
Pengaruh pengkayaan Brachionus rotundiformis dengan dosis vitamin (B1, B6, B12 dan vitamin C) berbeda dalam feeding regimes terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan larva bandeng (Chanos chanos) Gina Salsabila; Suminto Suminto; Ristiawan Agung Nugroho
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 3, No 2 (2019): SAT Edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1104.027 KB) | DOI: 10.14710/sat.v3i2.3363

Abstract

Ikan bandeng (Chanos chanos) merupakan komoditas perikanan air payau yang sangat potensial untuk dikembangkan dalam budidaya. Produksi larva bandeng dipengaruhi oleh jenis pakan alami rotifer. Peningkatan nutrisi rotifer dapat dilakukan melalui pengkayaan (enrichment) dengan vitamin B1, B6, B12 dan C. Kombinasi vitamin ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan dan kelulushidupan larva. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pengkayaan B. rotundiformis dengan dosis vitamin (B1, B6, B12 dan C) yang berbeda terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan larva. Pengambilan data dilakukan saat larva berusia D3 – D15 dan D15 – D20. Larva D3 dipelihara selama 20 hari di dalam 15 bak plastik yang berisi 30L air payau dengan kepadatan 600 ekor/bak. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 5 perlakuan dengan 3 kali pengulangan, yaitu: A (Pengkayaan rotifer 0 µg/mL vitamin B12 dan 0 µg/mL vitamin C), B (0,7 µg/mL vitamin B12 dan 4 µg/mL vitamin C), C (1,4 µg/mL vitamin B12 dan 4 µg/mL vitamin C), D (2,1 µg/mL vitamin B12 dan 4 µg/mL vitamin C), E (2,8 µg/mL vitamin B12 dan 4 µg/mL vitamin C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkayaan rotifer dengan vitamin B1, B6, B12 dan C berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap Pertumbuhan Panjang Relatif (PPR) dan SR larva D3 – D15 dan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap FCR, EPP, PER, RGR, PPR dan SR larva D15 – D20. Pengkayaan rotifer dengan vitamin B12 1,4 µg/mL dan vitamin C 4 µg/mL memberikan nilai terbaik pada SR periode pemeliharaan D3 – D15 (53,11±0,45%) pada periode D15 – D20 (96,86±0.03%), sedangkan pengkayaan rotifer dengan vitamin B12 0,7 µg/mL dan vitamin C 4 µg/mL memberikan nilai terbaik pada FCR (0,72±0,033), EPP(139,09±5,954%), PER (3,48±0,14%), RGR(5,36±0,22%/hari) and PPR (2,94±0,039%/hari).
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI Moina sp. DENGAN DOSIS YANG BERBEDA DALAM Feeding Regime TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN LARVA IKAN BAUNG (Hemibagrus nemurus) Anggi Trisna Dewi; Suminto Suminto; Ristiawan Agung Nugroho
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 3, No 1 (2019): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (647.373 KB) | DOI: 10.14710/sat.v3i1.3267

Abstract

Baung (Hemibagrus nemurus) is one of the endogeneous freshwater fish that has economic value. Baung still rarely cultivated and only relies on catches, so its need to be cultivated. Live feed must be given the appropriate amount because the fish will grow not optimally if the feed is a few or too much. Moina sp. is one of the live feeds that can be given to baung larvae. The nutritions content of Moina sp. were 37.38% protein, 13.29% fat, 0.00% crude fiber, 11.00% ash, and 99.60% moisture content. Size of Moina sp. that suitable for larvae ranges is 500 – 1,000 μm.The aim of this study was to evaluate the effect of live feed Moina sp. with different doses in feeding regime on growth and survival of larvae baung and to determine the best dose of Moina sp. on growth and survival larvae baung. The research was carried out at the Technical Implementation Unit of the Fish Larvae Center (UPT BBI) Sawangan, Magelang District in March – May 2018. The individuals of D3 larvae with a length of 0.6 ± 0.1 cm were used in the culture. The research was conducted using experimental method with completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 3 replicates. Those treatments  were treatment A (5ind / ml), B (10 ind / ml), C (15 ind / ml), and D (20 ind / ml).The results showed that the different dose of live feed Moina sp. significantly affected (P <0.01) on TKP, Pm, SGR, EPP, PER and RGR but not significantly affected  (P>0.05) on SR. in. treatment D showed the best value of absolute length, SGR and SR in D3D15 stage were 0.9 ± 0.10, 7.04 ± 0.5, 90 ± 3.3,respectivel. In other addition of  D15-D28 had absolute length, SGR, FCR, Feed utilization efficiency, PER, RGR and SR were 0.8 ± 0.10, SGR 3.55 ± 0.17 , 1.31 ± 0.1, 76.76 ± 6.2,1.53 ± 0.1, 5.24 ± 0.5, 85.22 ± 3.5. However,20 ind/ml of Moina sp dosage which be recommend for baung larval rearing in hatchery.
Pengaruh Prosentase Tepung Cacing Tanah (Lumbricus rubellus) dalam Pakan Buatan dan Chaetoceros calcitrans terhadap Performa Petumbuhan Oithona similis Masfuah Masfuah; Suminto Suminto; Subandiyono Subandiyono
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 4, No 1 (2020): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.893 KB) | DOI: 10.14710/sat.v4i1.7263

Abstract

Oithona sp. merupakan salah satu zooplankton dari kelas crustacean atau udang-udangan yang memiliki kandungan protein dan kalsium yang lebih tinggi dibandingkan dengan artemia. Oithona sp. memiliki kandungan EPA (Eicosapentaeonic Acid) hampir sama dengan rotifer, tetapi kandungan DHA (Docosahexaenoic Acid) dalam Oithona jauh lebih besar dari rotifer. Kuantitas dan kualitas pakan merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan reproduksi dan pertumbuhan Oithona. Pakan yang sesuai akan menghasilkan performa pertumbuhan yang baik bagi Oithona. Kultur Oithona masih memerlukan pakan fitoplankton, namun dalam kultur fitoplankton membutuhkan waktu dan biaya yang relatif mahal. Pakan buatan yang diperkaya dengan tepung cacing tanah dapat diberikan untuk pakan O. similis karena Oithona termasuk jenis crustacea. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan perlakuan terbaik pakan buatan yang diperkaya dengan tepung cacing tanah (Lumbricus rubellus) terhadap performa pertumbuhan Oithona similis. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 5 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah 50% Chaetoceros calcitrans dan 50% pakan organik (pakan buatan dan tepung cacing tanah), dengan kombinasi antara pakan buatan dan tepung cacing tanah adalah (A) 50% : 0%, (B) 45% : 5%, (C) 40% : 10%, (D) 35% : 15% dan (E) 30% : 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengkayaan pakan buatan dengan tepung cacing tanah berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kepadatan total dan stadia dewasa, laju pertumbuhan populasi, laju pertumbuhan spesifik dan produksi telur Oithona similis. Perlakuan A dan B memberikan nilai terbaik pada kepadatan total 7,70±0,10 ind dan 8,87±0,25 ind, laju pertumbuhan 0,102±0,001 ind/hari dan 0,109±0,001 ind/hari, laju pertumbuhan spesifik 22,74±0,42 %/hari dan 23,39±0,38 %/hari, dan produksi telur 19,33±1,53 telur/ind dan 21,67±1,53 telur/ind.
PENGARUH PENAMBAHAN BAKTERI KANDIDAT PROBIOTIK Bacillus methylothropicus pada PAKAN BUATAN TERHADAP PROFIL DARAH DAN PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) yang DIUJI TANTANG dengan BAKTERI Aeromonas hydrophila Adi Kurniawan; Suminto Suminto; Alfabetian Haditomo
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 3, No 1 (2019): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.888 KB) | DOI: 10.14710/sat.v3i1.3956

Abstract

Ikan nila (O.niloticus) merupakan salah satu komoditas ikan air tawar dengan nilai ekonomis penting dan mempunyai nutrisi yang cukup tinggi. Peningkatan produksi budidaya dapat dilakukan dengan efisiensi pemanfaatan pakan sebagai upaya memenuhi kebutuhan konsumsi ikan nila. Upaya yang dapat dilakukan yaitu penggunaan enzim eksogenus dengan penambahan probiotik penghasil enzim ke dalam pakan yang mampu meningkatkan efisiensi pakan karena lebih mudah dicerna dan enzim dapat bekerja lebih efektif dalam meningkatkan kinerja pertumbuhan dan respons imun ikan nila. B.methylotrophicus merupakan salah satu kandidat bakteri probiotik yang diduga mampu meningkatkan pertumbuhan dan respon imun ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan bakteri kandidat probiotik B.methylotrophicus pada pakan buatan terhadap efisiensi pemanfaatan pakan, pertumbuhan, rasio konversi pakan, kelulushidupan, serta pengaruhnya terhadap gejala klinis, profil darah ikan nila (O.niloticus) yang diuji tantang terhadap A. hydrophila. Ikan uji yang digunakan adalah ikan nila (O.niloticus) dengan bobot rata-rata 14,43±0,11 g. Metode penelitian yaitu eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dengan 3 ulangan yaitu perlakuan A (0 CFU/mL), B (105 CFU/mL), C (107 CFU/mL) dan D (109 CFU/mL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap laju pertumbuhan relatif (RGR) dan kelulushidupan (SR) namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap efisiensi pemanfaatan pakan (EPP) dan rasio konversi pakan (FCR) ikan nila (O.niloticus). Hasil berpengaruh terhadap dinamika profil darah ikan nila (O.niloticus) yang diuji tantang dengan gejala klinis menunjukkan adanya infeksi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa B.methylotrophicus mampu menghambat pertumbuhan A.hydrophila secara in vitro, dan belum mendapat hasil maksimal pada 109  CFU/mL.
PRODUKSI PEMBENIHAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) STRAIN MUTIARA DAN PAYTON DENGAN PAKAN ALAMI CACING SUTERA DARI KULTUR YANG MEMANFAATKAN LIMBAH PERTANIAN Suminto Suminto; Titik Susilowati; Sarjito Sarjito; Diana Chilmawati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 3, No 1 (2019): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.036 KB) | DOI: 10.14710/sat.v3i1.4199

Abstract

Ikan lele dumbo (C. gariepinus) merupakan salah satu ikan konsumsi air tawar yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Jenis ikan lele strain mutiara dan payton, sebagai hasil pemuliaan mulai dikembangkan produksi benihnya guna memenuhi konsumsi pasar. Peningkatan produksi benih ikan lele, baik strain mutiara maupun payton, dapat dilakukan dengan penggunaan jenis pakan alami berupa cacing sutera yang dikultur di media dari limbah pertanian sehingga dapat mengurangi biaya produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui produksi benih ikan lele dari strain mutiara dan payton dengan pemberian jenis pakan alami berupa cacing sutera yang dikultur menggunakan limbah pertanian. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental, rancangan acak lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan 5 kali ulangan. Ikan uji yang digunakan yaitu induk lele dumbo strain mutiara (rerata bobot betina 2.6±0.3 kg dan bobot jantan 1.5±0.1 kg) dan strain payton (rerata bobot betina 2.4±0.5 kg dan bobot jantan 1.2±0.2 kg). Perlakuan yang digunakan yaitu perlakuan A (strain mutiara) dan perlakuan B (strain payton). Variabel data yang diukur meliputi data produksi benih diantaranya jumlah telur (butir), HR (%) dan jumlah larva (ekor). Data lain yaitu TKP, FCR, RGR dan SR. Kualitas air pada media pemeliharaan tergolong dalam kisaran yang layak untuk pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan produksi telur strain mutiara 94510±1423.7 butir dan strain payton 93010±1970.3 butir. Nilai HR strain mutiara 85.35±0.51% dan strain payton 84.02±1.29%. Jumlah larva yang dihasilakn induk strain mutiara 81064.8±1034.3 ekor dan strain payton 78595.6±2400.3 ekor. Hasil TKP strain mutiara sebesar 7.92±0.51 gr/ind dan payton 5.53±0.52gr/ind. Nilai FCR benih lele mutiara sebesar 1.15±0.00 dan lele payton 1.25±0.00. Nilai RGR benih lele mutira sebesar 7.1±0.00% dan strain lele payton sebesar 6.9±0.00% dan nilai SR benih lele mutiara 85.00±0.00% dan benih lele payton sebesar 80.00±0.00%.
Penngaruh Pemberian Pakan Alami yang Berbeda dari Jenis Zooplankton (Artemia salina, Brachionus rotundiformis dan Oithona similis) terhadap Performa Pertumbuhan Phronima sp. Muhammad Burhanuddin Yusuf; Suminto Suminto; Vivi Endar Herawati
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 4, No 2 (2020): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v4i2.6475

Abstract

Phronima sp. merupakan salah satu hyperiid amphipoda yang berpotensi digunakan sebagai pakan alami untuk ikan dan udang. Phronima sp. memiliki habitat persebaran yang sangat luas mulai dari perairan laut hingga estuari. Tujuan dari peneitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh pemberian pakan alami yang berbeda dari jenis zooplankton (A. salina, B. rotundiformis dan O. similis) dan mendapatkan jenis zooplankton terbaik sebagai pakan alami terhadap performa pertumbuhan Phronima sp. Penelitian dilaksanakan di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Jepara. Phronima sp. yang digunakan sebagai organisme uji merupakan koleksi yang dimiliki oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP), Jepara. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu perlakuan A (A. salina), perlakuan B (B. rotundiformis) dan perlakuan C (O. similis) dengan 4 pengulangan. Phronima sp. dikultur dengan kepadatan awal 3 ind/L pada masing-masing perlakuan selama 20 hari dimana setiap 4 hari sekali dilakukan sampling kepadatan populasi. Pakan alami yang diberikan untuk masing-masing perlakuan adalah sama, yaitu berdasarkan bobot biomassa sebesar 720 µg/L. Konversi akhir jumlah pakan yang diberikan pada perlakuan A (A. salina): 240 ind/L, B (B. rotundiformis): 6400 ind/L, dan C (O. similis): 1300 ind/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alami dari jenis zooplankton yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap populasi total, populasi juvenile, populasi betina bertelur, laju pertumbuhan populasi dan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap populasi Phronima sp. stadia dewasa. Dari ketiga jenis zooplankton yang digunakan sebagai pakan alami tidak ditemukan jenis terbaik, tetapi perlakuan B (B. rotundiformis) menunjukkan hasil tertinggi daripada perlakuan yang lain dengan menghasilkan jumlah individu diakhir pemeliharaan sebanyak 96,30±5,10 ind/L (terdiri dari stadia juvenile 76,84±4,45ind/L, stadia dewasa 15,58±1,77 ind/L dan stadia betina bertelur 3,92±0,57 ind/L), serta laju pertumbuhan populasi sebesar 17,33±0,27 %.Kata Kunci : Phronima sp.; pakan alami; performa pertumbuhan