Asriyanto Asriyanto
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERBANDINGANHASIL TANGKAPAN BUBU LIPAT KOTAK DENGAN BUBU LIPAT KUBAH TERHADAP HASIL TANGKAPAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) DI PERAIRAN REMBANG, JAWA TENGAH Muhammad Rifki Ferdiansyah; Asriyanto Asriyanto; Abdul Rosyid
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 01 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, Juni 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.738 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan perbandingan hasil tangkapan antara bubu lipat kotak dengan bubu lipat kubah terhadap hasil tangkapan rajungan, untuk mengetahui interaksi antara bubu lipat kotak dan bubu lipat kubah, dan menentukan alat tangkap yang efektif untuk menangkap rajungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Bubu lipat kotak mempunyai panjang 49 cm, lebar35 cm dan tinggi 18 cm. Bubu lipat kotak tanpa modifikasi memiliki dua bukaan pintu tanpa celah pelolosan, untuk bubu lipat kotak modifikasi memiliki dua bukaan pintu dan satu celah pelolosan berbentuk persegi panjang, terletak dibawah pintu masuk. Bubu lipat kubah memiliki ukuran diameter sepanjang 50 cm, dengan tinggi 20 cm. Bubu lipat kubah tanpa modifikasi memiliki dua buah bukaan pintu, sedangkan untuk bubu lipat kubah modifikasi memiliki dua buah bukaan pintu dan satu celah pelolosan berbentuk persegi panjang. Badan bubu terbuat dari jaring Polyethylene (PE) multifilament berwarna hijau dengan ukuran mesh size 20 mm.Umpan yang dipergunakan adalah ikan rucah. Penelitian ini dilakukan pada perairan Rembang, KabupatenRembang, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian dimulai pada bulan Juni 2014, dan pengambilan data pada bulanMaret – Juni 2015.Analisis data yang digunakan adalah analisis One Way Anova dengan bantuan program SPSS16. Hasil dari penelitan ini menunjukkan bahwa hasil tangkapan dari bubu lipat kotak tanpa modifikasi sebanyak37 ekor, bubu lipat kotak modifikasi 16 ekor, bubu lipat kubah tanpa modifikasi sebanyak 27 ekor, dan untuk bubu lipat kubah modifikasi sebanyak 60 ekor. Ini berarti bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam penggunaan bubu lipat kotak dan bubu lipat kubah. Penggunaan alat tangkap yang berbeda berpengaruh terhadap hasil tangkapan. Terdapat interaksi antara penggunaan alat tangkap bubu lipat kotak dan bubu lipat kubah.
ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN ATRAKTOR CAHAYA WARNA MERAH DAN PERBEDAAN WAKTU PENGOPERASIAN ALAT TANGKAP BUBU KARANG TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN KERAPU (EPINEPHELINEA) DI PERAIRAN KARIMUNJAWA Ariesco Paksi Pratama Yudha; Asriyanto Asriyanto; Pramonowibowo Pramonowibowo
Jurnal Perikanan Tangkap : Indonesian Journal of Capture Fisheries Vol 1, No 02 (2017): Jurnal Perikanan Tangkap, September 2017
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepulauan Karimunjawa meliputi luas perairan yang merupakan daerah berkarang. Sehingga potensi sumberdaya ikan yang banyak terdapat di Kepulauan Karimunjawa merupakan sumberdaya ikan karang. Jenis-jenis ikan karang dengan nilai ekonomis penting dan memiliki nilai jual tinggi antara lain adalah ikan Kakap, Kerapu dan Ekor Kuning. Ikan Kerapu merupakan ikan karang yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan pada Tahun 2014 produksi perikanan tangkap ikan Kerapu di Kepulauan Karimunjawa mencapai 9 ton. Tingkah laku ikan akan membantu proses kegiatan penangkapan ikan. Salah satunya merupakan respon penglihatan ikan terhadap adanya warna cahaya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui respon ikan Kerapu terhadap cahaya warna merah yang berada di dalam alat tangkap bubu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode experimental fishing, dimana menggunakan suatu perlakuan terhadap alat tangkap bubu dengan menggunakan atraktor cahaya warna merah dan adanya bubu control sebagai pembanding ada tidaknya respon ikan Kerapu terhadap atraktor cahaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cahaya warna merah yang dijadikan sebagai atraktor meberikan respon positif dan secara statistik menunjukkan hasil yang signifikasi terhadap hasil tangkapan ikan Kerapu. Jenis ikan Kerapu yang dominan tertangkap di perairan Karimunjawa adalah Kerapu Tikus (Chromileptis altivelis) dan Kerapu Sunu (Plectromopus areolatus)