Lis Setyowati
Faculty Of Engineering, Diponegoro University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Mengenalkan Massive Open Online Courses (MOOCs) kepada Pustakawan Lis Setyowati
Media Pustakawan Vol 22, No 4 (2015): Desember
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/medpus.v22i4.216

Abstract

AbstrakPengaruh teknologi terhadap penyelengaraan pendidikan semakin lama semakin terasa. Demikian juga dengan pengaruh gerakan Open Access. Kedua hal ini turut mendukung berkembangnya Massive Open Online Courses atau yang dikenal dengan singkatan MOOCs. MOOCs merupakan sarana pendidikan yang mengusung prinsip keterbukaan dan memanfaatkan kecanggihan teknologi sehingga memungkinkan keterlibatan peserta dalam jumlah yang banyak. Dengan karakteristik seperti itu, maka MOOCs membuka peluang bagi masyarakat luas untuk belajar secara non formal. Kesempatan ini semakin banyak dimanfaatkan oleh masyarakat, tidak hanya masyarakat dari negara-negara maju yang telah jauh melek teknologi, namun juga masyarakat dari negara-negara berkembang. Tren ini perlu diketahui pustakawan agar mereka dapat memanfaatkan MOOCs, turut membagi informasi mengenai MOOCs kepada masyarakat luas dan memainkan peran-peran baru terkait dengan penyelenggaraan MOOCs.
REFLECTIVE PRACTICE UNTUK PUSTAKAWAN Lis Setyowati
Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA) Vol 1, No 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Jurnal Informasi, Perpustakaan, dan Kearsipan (JIPKA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.937 KB) | DOI: 10.26418/jipka.v1i2.55451

Abstract

Penyelenggarakan layanan di masa pandemi menjadi tantangan tersendiri bagi perpustakaan. Kemampuan untuk menyediakan layanan di masa pandemi tentu sangat beragam antara satu perpustakaan dengan perpustakaan lainnya, karena sumber daya manusia, sarana dan prasarana yang dimiliki juga beragam. Tantangan untuk menyediakan layanan di masa pandemi kiranya menjadi bahan pembelajaran untuk pengembangan layanan di masa mendatang bagi pustakawan perguruan tinggi pada umumnya. Salah satu metode yang bisa digunakan untuk mengeksplorasi gagasan pustakawan adalah melalui Reflective practice. Pendekatan ini dapat digunakan untuk mendorong pustakawan mengintegrasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimilikinya dengan situasi yang dihadapinya, dalam hal ini tantangan untuk menyediakan layanan di masa pandemi. Melalui refleksi, pustakawan dapat belajar untuk menghadapi perubahahan situasi yang terjadi. Hasil refleksi akan pengetahuan dan pengalamann menjadi bahan pembelajaran bagi untuk mengembangkan kompetensi dan juga kearifan profesional. Dengan refleksi, maka pustakawan bisa mengeksplorasi pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, sehingga ia bisa melakukan perenungan dan mencari makna atas pengalaman dan pengetahuannya tersebut untuk merencanakan, memikirkan jauh ke depan hal-hal yang ingin dicapai di masa mendatang dan cara mewujudkannya