Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Development

Analisis Pengaruh Pendapatan Perkapita dan Jumlah Penduduk Terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Jambi Abd Halim; Indria Mayesti; Nurdin Nurdin; Mukti Mukti
Jurnal Development Vol. 12 No. 1 (2024): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v12i1.376

Abstract

Penelitian Penelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Pendapatan Perkapita Dan Jumlah Penduduk Terhadap Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Jambi”. Adapun tujuan dari penelitian ini yang pertama yaitu untuk mengetahui dan menganalisis berapa besar hubungan pendapatan perkapita dan jumlah penduduk dengan indeks pembangunan manusia di Provinsi Jambi. Kedua yaitu untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pendapatan perkapita dan jumlah penduduk terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Jambi. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis data sekunder dengan metode analisis kuantitatif untuk menjawab tujuan pertama, mengetahui dan menganalisis berapa besar hubungan pendapatan perkapita dan jumlah penduduk dengan indeks pembangunan manusia di Provinsi Jambi selama periode tahun 2010-2022. Kedua untuk menganalisis pengaruh pendapatan perkapita dan jumlah penduduk terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Jambi dilakukan dengan menggunakan alat analisis regresi linear berganda dengan bantuan alat analisis aplikasi software SPSS versi 21. Hasil analisis yang dilakukan menyimpulkan, pertama yaitu hubungan pendapatan perkapita dengan indeks pembangunan manusia berkolerasi signifikan dengan kategori sangat kuat dan positif dengan koefesien korelasinya 95,10 persen, sedangkan jumlah penduduk dengan indeks pembangunan manusia berkolerasi signifikan dengan kategori sangat kuat dan negatif dengan korelasi 87,30 persen selama periode 2010-2022. Kedua yaitu secara parsial pendapatan perkapita berpengaruh signifikan dan positif terhadap indeks pembangunan manusia, sedangkan jumlah penduduk berpengaruh signifikan dan negatif terhadap indeks pembangunan manusia di Provinsi Jambi selama periode 2010-2022 dengan besar R-square 90,40 persen
THE ROLE OF LOCAL OWN-SOURCE REVENUE AND CAPITAL EXPENDITURE IN DRIVING REGIONAL ECONOMIC GROWTH (A STUDY ON MUARO JAMBI REGENCY) Jurjani Jurjani; Adi Putra; Nurdin Nurdin
Jurnal Development Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Development
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53978/jd.v13i2.628

Abstract

Pertumbuhan ekonomi daerah merupakan indikator penting dalam mengukur keberhasilan pembangunan, di mana Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berperan sebagai tolok ukur utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Belanja Modal terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Muaro Jambi, dengan fokus pada kontribusinya terhadap peningkatan PDRB. Latar belakang penelitian ini didasari oleh fenomena fluktuasi pertumbuhan ekonomi daerah yang tidak selalu sejalan dengan peningkatan PAD maupun alokasi belanja modal, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai efektivitas kedua variabel fiskal tersebut dalam mendorong pembangunan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan kuantitatif berbasis analisis regresi linier berganda untuk menguji secara simultan pengaruh PAD dan belanja modal terhadap PDRB, serta membandingkan signifikansinya. Hasil analisis menunjukkan bahwa PAD memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB, di mana setiap kenaikan PAD mampu meningkatkan PDRB. Sebaliknya, belanja modal memiliki pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap PDRB. Uji F memperkuat temuan ini dengan menunjukkan bahwa secara simultan PAD dan belanja modal berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, meskipun kontribusi terbesar berasal dari PAD. Kesimpulan hasil penelitian ini adalah bahwa peningkatan PAD terbukti menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi di Muaro Jambi, sementara efektivitas belanja modal masih perlu ditinjau ulang agar lebih produktif dan tepat sasaran. Implikasi praktis dari temuan ini mendorong perlunya strategi optimalisasi PAD melalui diversifikasi sumber penerimaan daerah, serta perbaikan manajemen belanja modal agar benar-benar memberikan efek pengganda (multiplier effect) terhadap pembangunan ekonomi daerah.