Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGAKTUALISASIAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA OLEH MAHASISWA Syalwa Poetrie Chiekal Amalia; Dinie Anggraeni Dewi
PENDIDIKAN SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 8 No 2 (2021)
Publisher : STKIP PGRI Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47668/edusaintek.v8i2.124

Abstract

Abstract: This research was made with the intention of knowing whether the students of SMKN 1 Bandung graduates have lived the life of the nation and state by actualizing them based on the values ​​in Pancasila. This research process was worked on using qualitative methods assisted by descriptive analysis, namely through a case study approach through respondents, namely students from SMKN 1 Bandung graduates. In addition, this research also uses literature review to add data sources from articles, journals, and books / ebooks. The results of this discussion are that there are still students who have not actualized the values ​​of Pancasila in the life of the nation and state. This could be due to a lack of understanding of Pancasila. Therefore, there is a solution to these problems, one of which is through learning Pancasila education. In Pancasila education, there are various kinds of knowledge that can develop and increase students' knowledge and understanding in carrying out the life of the nation and state. Because of its essence, Pancasila consists of five principles with different symbols, meanings and values. Therefore, students must motivate themselves so that they are enthusiastic in participating in Pancasila education learning. Students are agents of change, so they must be able to bring change to Indonesia and be able to maintain the unity of Pancasila as the main ideology of Indonesia.
PENTINGNYA PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK MEMBANGUN KARAKTER BANGSA Muhamad Fikri Zulfikar; Dinie Anggraeni Dewi
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 6, No 1 (2021): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v6i1.1171

Abstract

Pendidikan kewarganegaraan telah dimasukkan ke dalam kurikulum, dan pembelajaran dilaksanakan di pendidikan dasar pada semua jenjang.Fungsi dan peran pendidikan kewarganegaraan adalah untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Tujuan dari pendidikan kewarganegaraan itu sendiri adalah untuk menjadikan warganya warga negara yang baik, karena warga negara yang baik tidak dapat secara langsung mendukung pembangunan berkelanjutan di negara terkait. Metode penelitian ini mengadopsi studi literatur atau metode penelitian sastra, yang memuat teori-teori teoritis yang berkaitan dengan masalah penelitian, yang mengumpulkan data dengan mempelajari buku, dokumen, catatan dan laporan yang berkaitan dengan pemecahan masalah, dan diharapkan pendidikan di Indonesia akan memampukan peserta didik. dipersiapkan untuk menjadi warga negara. Mereka tegas dan konsisten dalam mempertahankan negara kesatuan NKRI, dan pembangunan ciri-ciri bangsa dijadikan sebagai penggerak utama pembangunan negara. Artinya, setiap upaya pembangunan harus selalu diarahkan pada aspek yang berdampak positif bagi pembangunan karakter.Kata kunci : Pendidikan, Pendidikan kewarganegaraan, karakter.
Pengaruh Pendekatan Deep Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dalam Pelajaran Pendidikan Pancasila Dimas Agustian Maulana; Dinie Anggraeni Dewi; Agil Nanggala
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah keperluan dasar setiap manusia dan berperan penting dalam pembentukan kepribadian ketika berinteraksi sosial, terlebih individu dalam menjalani kehidupannya terkait erat dengan pendidikan (Mardatillah, et al., 2025). Pendidikan memuat proses pembelajaran yang dilakukan sepanjang hayat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa (Elwijayanti, 2024). Pendidikan merupakan pondasi untuk meningkatkan kualitas bangsa. Pendidikan menjadi faktor penting untuk membangun peradaban negara serta tugas guru untuk terus mengembangkan pengetahuan dalam meningkatkan integritas diri serta potensi dalam mendukung perkembangan pendidikan. Pendidikan di Indonesia belum seutuhnya mampu membangun pemikirian ktiris anak bangsa karena sebagian guru masih menganut sistem pembelajaran konvensional yang mengedepankan ceramah serta hafalan pada saat proses pembelajaran berlangsung.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER TOLERANSI SISWA KELAS V PADA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA Siti Fatimah; Dinie Anggraeni Dewi; Yayang Furi Furnamasari
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12816

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya karakter toleransi siswa sekolah dasar akibat model pembelajaran yang masih konvensional dan kurang melibatkan siswa secara aktif. bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran problem based learning dalam mengembangkan karakter toleransi siswa kelas V dalam pembelajaran pendidikan pancasila. bentuk penyelidikan memakai pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperiment menggunakan non-equivalent control group design. Subjek lanjutan dari penyelidikan ini berisi 25 kelompok eksperimen dan 31 pada kelompok kontrol pada siswa kelas V sekolah dasar. Alat yang dipakai dalam penyelidikan ini ialah pre-test sebelum Treatment dilakukan dan post-test setelah dilakukan treatment. Hasil mengkaji deskriptif menunjukkan adanya perkembangan pada karakter toleransi siswa sekolah dasar. Rata-rata nilai siswa meningkat untuk kelompok eksperimen menggunakan model problem based learning dari 68,09 pada pre-test menjadi 76,95 pada post-test, untuk kelompok kontrol Rata-rata nilai siswa meningkat untuk kelompok kontrol menggunakan model discovery learning dari 61,86 pada saat pre-test pada saat post-test menjadi 72,06. Hasil uji hipotesis pada kelompok eksperimen menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 yang lebih kecil dari 0,05, hasil uji hipotesis pada kelompok kontrol menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,057 yang lebih besar dari 0,05, angka tersebut menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran problem based learning dan model pembelajaran discovery learning dalam mengembangkan karakter toleransi siswa memberi pengaruh yang signifikan dalam mencapai perkembangan karakter toleransi siswa. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan antara kedua model pembelajaran dengan nilai signifikansi 0.160 > 0,05.