This Author published in this journals
All Journal Master Bahasa
Cut Nurul Fitri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Unsur Kekerasan dalam Novel-Novel Karya Arafat Nur Cut Nurul Fitri
Master Bahasa Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Master Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.202 KB) | DOI: 10.24173/mb.v6i3.12425

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur kekerasan yang dialami tokoh baik dalam bentuk fisik maupun psikis dalam novel-novel Arafat Nur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode deskriftif dimaksudkan untuk mendeskripsikan dan menganalisisi secara kritis data-data teks novel Arafat Nur yang mendeskripsikan kekerasan di dalamnya. Sumber data penelitian ini adalah novel-novel Arafat Nur. Dalam hal ini dipilih tiga judul novel Arafat Nur sebagai sumber data, yaitu (1)  Percikan Darah di Bunga yang terdiri atas 208 halaman, novel ini diterbitkan oleh Zikrul Hakim, tahun 2005. (2) Lampuki terdiri dari 436 halaman, novel ini diterbitkan oleh Serambi Ilmu, tahun 2011. (3) Bulan Kertas terdiri dari 224 halaman, novel ini diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama, tahun 2017. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah teknik kepustakaan dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kualitatif dengan penganalisis data secara verbal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa  tokoh-tokoh dalam novel Arafat Nur mengalami kekerasan  dalam bentuk fisik maupun psikis, yaitu (a) kekerasan fisik meliputi pembunuhan, pemerkosaan, pemukulan, penembakan, penganiayaan, pembersihan wilayah dengan membariskan, menelanjangi dan merangkak, menganiaya, (b) secara psikis meliputi: pemutusan matarantai ekonomi, menciptakan suasana mencekam, meneror, memasang bom rakitan untuk menakut-nakuti. Novel-novel Arafat Nur berperan sebagai dokumentasi sejarah yang terjadi di Aceh karena kekerasan-kekerasan yang didokumentasikan tersebut merupakan gambaran nyata kekerasan yang dialami masyarakat Aceh.