Rina Wahyuni
FKIP, Universitas Palangka Raya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERAN SUPERVISOR DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN ADMINISTRASI GURU DI SEKOLAH DASAR Rina Wahyuni
Equity In Education Journal (EEJ) Vol. 1 No. 1 (2019): Edisi Oktober 2019
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/eej.v1i1.1550

Abstract

Abstract: With regard to its role as supervisor, the principal is required to be able to improve the discipline of teachers in the school, including administration. However, in reality there are still some teachers who lack discipline in completing their administration at school. This study used a qualitative approach with case study design. Data collection is done by observation, in-depth interviews, and documentation. The results of the research obtained indicate the role of supervisors in improving the discipline of teacher administration is good and very solutive in improving the discipline of teacher administration in schools. Although there are still some teachers who are lacking in discipline, this can be overcome by the supervision program provided by the principal as the supervisor. Keywords: Supervisor, Discipline, Teacher Administration Abstrak: Berkenaan dengan perannya sebagai supervisor, kepala sekolah dituntut untuk dapat meningkatkan kedisiplinan guru yang ada di sekolah, antara lain dalam hal administrasi. Namun, pada kenyataannya masih terdapat beberapa guru yang kurang disiplin dalam menyelesaikan administrasinya di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan peran supervisor dalam meningkatkan kedisiplinan administrasi guru sudah baik dan sangat solutif dalam meningkatkan kedisiplinan administrasi guru di sekolah. Meskipun masih ditemukan beberapa oknum guru yang kurang disiplin, namun hal tersebut dapat diatasi dengan adanya program supervisi (pembinaan) yang diberikan oleh kepala sekolah selaku supervisor. Kata Kunci: Supervisor, Kedisiplinan, Administrasi Guru   References: Arikunto, S., & Yuliana, L. (2012). Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Aditya Media Yogyakarta. Asmani. (2012). Tips Efektif Supervisi Pendidikan Sekolah. Jogjakarta: DIVA Press. Berliani, T., & Wahyuni, R. (2017). Implementasi Supervisi oleh Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 1 (3): 218-226. Bogdan, R. C., & Biklen, S.K. (1992). Qualitative Research for Education, second edition.USA: Allyn and Bacon. Ghony, D., & Almanshur, F. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA. Iskandar. (2011). Kedisiplinan Guru, (Online), (https://urayiskandar.com/2011/02/ kedisiplinan-guru.html), diakses 23 Maret 2019. Masaong, A. K. (2013). Supervisi Pembelajaran dan Pengembangan Kapasitas Guru. Bandung: Alfabeta. Miles, H., & Saldana. (2014). Qualitative Data Analysis A Methods Sourcebook. United States of America: SAGE Publications Inc. Moleong, L. J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif edisi revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Muslim. (2013). Supervisi Pendidikan Meningkatkan Kualitas Profesionalisme Guru. Bandung: Alfabeta. Rahman. (2014). Peningkatan Disiplin Kerja Guru di Sekolah Dasar Yayasan Mutiara Gambut. Jurnal Bahana Manajemen Pendidikan, 2(1): 1-9. Sagala, S. (2013). Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Bandung: Alfabeta. Sukatin. (2016). Manajemen Supervisi dalam Pendidikan. Jurnal Pendidikan Islam,5(2): 221-240. Usman, H. (2013).  Manajemen; Teori, Praktik dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Wandhie. 2017. Pengertian Kedisiplinan, (Online), (https://wandhie.wordpress.com /pengertian-kedisiplinan/), diakses 23 Maret 2019. Witaisma. (2013). Pengertian Kedisiplinan, (Online). (https://witaisma.wordpress.com/ 2013/05/19/a-pengertian-kedisiplinan-kedisiplinan-adalah-suatu-kondisi-yang/), diakses 23 Maret 2019.  
SUPERVISI AKADEMIK BERBASIS HAROYONG DI SEKOLAH DASAR PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI RUNGAN DAN KAHAYAN Teti Berliani; Rina Wahyuni
Equity In Education Journal (EEJ) Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi Maret 2020
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan, FKIP Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/eej.v2i1.1682

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang supervisi akademik berbasis haroyong di sekolah dasar pada aliran sungai Rungan dan sungai Kahayan sebagai sebuah respon dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multisitus dengan metode komparatif konstan. Penentuan informan dilakukan dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling dan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah (a) observasi, (b) wawancara mendalam, dan (c) studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan analisis situs tunggal dan analisis lintas situs. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa supervisi akademik berbasis haroyong di sekolah dasar pada daerah aliran Sungai Rungan dan Sungai Kahayan termasuk dalam kategori cukup baik dikarenakan: sudah terfomulasi dan terprogram dengan cukup baik; secara mekanisme telah dilaksanakan secara rutin dan berjadwal dengan teknik supervisi bervariatif. Serta monitoring dan evaluasi supervisi akademik berbasis haroyong dalam pembelajaran berbasis Kurikulum 2013 telah bekerjasa Abstract: This study aims to describe academic supervision based on haroyong in elementary schools in the Rungan and Kahayan rivers as a response in implementing the 2013 Curriculum. This study uses a qualitative approach with a multisite study design with a constant comparative method. The determination of the informants was done by using purposive sampling and snowball sampling technique. The data collection techniques used were (a) observation, (b) in-depth interviews, and (c) documentation study. Data analysis was performed with single site analysis and cross site analysis. The results obtained indicate that the haroyong-based academic supervision in elementary schools in the Rungan River and Kahayan River watersheds is in the good enough category because: it is well formulated and programmed; mechanically, it has been carried out on a regular and scheduled basis with various supervision techniques. As well as monitoring and evaluation of haroyong-based academic supervision in 2013 Curriculum-based learning, it has collaborated with external parties so that it has benefits for teachers. References: Andang. (2014). Manajemen & Kepemimpinan Kepala Sekolah; Konsep, Strategi & Inovasi Sekolah Efektif. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA. Arikunto, S., & Yuliana, L. (2012). Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Aditya Media Yogyakarta. Asmani, M. J. (2012). Tips Efektif Supervisi Pendidikan Sekolah. Jogjakarta: DIVA Press. Bafadal. I. (2009). Peningkatan Profesionalisme Guru Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi Aksara. Berliani, T., & Wahyuni, R. (2017). Implementasi Supervisi oleh Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 1(3), 124-135. doi: https://doi.org/10.17977/um025v1i32017p218 Burhanuddin., Imron, A., Maisyaroh., Sutopo, H., Supriyanto, A., Bafadal, I., Setyadin, B., Effendi, A.R., Sahertian, P.A., & Sultoni. (2003). Manajemen Pendidikan; Analisis Substantif dan Aplikasinya dalam Institusi Pendidikan (Imron, A., Burhanuddin, & Maisyaroh, Ed). Malang: Universitas Negeri Malang. Ghony, D., & Almanshur, F. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA. Gunawan, I. (2014, 8-9 Desember). Analisis Dampak Supervisi Pendidikan terhadap Perkembangan Masyarakat dan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Makalah disampaikan pada Seminar Nasional Pendidikan Revitalisasi Manajemen Pendidikan Nasional Menuju Perbaikan Mental, Jurusan Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Gunawan, I. (2014). Pengaruh Supervisi Pengajaran dan Kemampuan Guru Mengelola Kelas terhadap Motivasi Belajar Siswa. Ilmu Pendidikan: Jurnal Kajian Teori dan Praktik Kependidikan, 41(1), 44-52. Gunawan, I. (2015). Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Kepuasan Kerja terhadap Perilaku Kewargaan Organisasi Guru Sekolah Dasar. Premiere Educandum, 5(1), 59-58. Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV. PUSTAKA SETIA. Imron, A. (2011). Supervisi Pembelajaran Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara. Kurniadin, D., & Machali, I. (2014). Manajemen Pendidikan Konsep & Prinsip Pengelolaan Pendidikan. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA. Mantja, W. (2010). Profesionalisasi Tenaga Kependidikan: Manajemen Pendidikan & Supervisi Pengajaran. Malang: ELANG MAS. Masaong, A. K. (2013). Supervisi Pembelajaran dan Pengembangan Kapasitas Guru. Bandung: Alfabeta. Miles, M.B., Huberman, A.M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis a Methods Sourcebook. United States of America: SAGE Publications Inc. Mulyasa, E. (2013). Manajemen & Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: PT Bumi Aksara. Muslim, S. B. (2013). Supervisi Pendidikan Meningkatkan Kualitas Profesionalisme Guru. Bandung: Alfabeta. Rivai, V., & Murni, S. (2012). Education Management; Analisis Teori dan Praktik. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. Rusydie. (2011). Prinsip-Prinsip Manajemen Kelas. Jogjakarta: DIVA PRESS. Sagala, S. (2011). Manajemen Strategik dalam Peningkatan Mutu Pendidikan. Bandung. Alfabeta. Sagala, S. (2012). Administrasi Pendidikan Kontemporer. Bandung: Alfabeta. Sagala, S. (2013). Kemampuan Profesional Guru dan Tenaga Kependidikan. Bandung: Alfabeta. Siyok, D., Saman, T.M., Sukraini, N., Simpei, B.R., Sepmiwawalma., & Yankris. (2017). Kamus Populer: Bahasa Ngaju, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris. Palangka Raya: PT. Sinar Bagawan Khatulistiwa. Sonhadji. A. (2013). Manusia, Teknologi dan Pendidikan Menuju Peradaban Baru. Malang: UM Press. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Usman. H. (2013). MANAJEMEN Edisi 4. Jakarta: Bumi Aksara. Wahyuni R., & Berliani, T. 2019. Problematika Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Jurnal Manajemen dan Supervisi Pendidikan, 3(2), 63-68. doi: http://dx.doi.org/10.17977/um025v3i22019p063.