Aser Rouw
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua Barat JL Amban Pantai Manokwari, Papua Barat

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DAMPAK KERAGAMAN CURAH HUJAN TERHADAP KINERJA PRODUKSI PADI SAWAH (Studi kasus di Kabupaten Merauke, Papua) Rouw, Aser
Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Vol 11, No 2 (2008): Juli 2008
Publisher : Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analyzing of Rainfall Variability Impact toward Rice Field Production (Case study at Merauke Papua). This study was conducted with aim: (1) knowing impact of rainfall variability to rice field production and (2) to arrange alternative planting strategy which can decrease rainfall variability impact. Analyzing approach used Decision Support System for Agro-Technology Transfer (DSSAT) Plant Simulation Model. Input of model consists of time series climate data for twenty years (1983-2003), soil physics and chemist data, IR 64 variety genetics data, and the farmers planting technology. The rice field production was simulated following time planting in 15 days. To know pattern of rice field production, output of analysis was plotted using Fourier regression. The result of simulation showed that the rice filed production followed rainfall variability event. The higher production 5, 4 t with lower variance ± 0,1 at the first planting season was gotten in December 15th. While the second planting season, the higher production just 3, 2 t with variance ± 0,3 was gotten in 15 July th. This case was caused by lower of rainfall event. If, the total of the farmers irrigation supply was increased from 630 mm to 850 mm, so average production on first planting season become 5,9 t and second planting season 6 t. If the farmer just used rainfall event, so the best time planting was in November with production was 6 t and variance ± 1,1. Key words: Variability, rainfall, production, rice field, simulation. Analisis dampak keragaman curah hujan terhadap kinerja produksi padi sawah: Kasus Kabupaten Merauke, Papua dilakukan dengan tujuan: (1) mengetahui seberapa besar dampak keragaman curah hujan terhadap produksi padi sawah, dan (2) menyusun alternatif strategi budidaya padi sawah yang dapat mengurangi risiko keragaman curah hujan. Pendekatan analisis menggunakan model simulasi tanaman DSSAT (Decision Support System for Agro-technology Transfer). Data input model terdiri atas seri data iklim harian 20 tahun (1983-2003), data fisika dan kimia tanah, dan data genetik varietas padi IR 64, serta data telcnologi budidaya padi sawah. Simulasi produksi padi sawah dilakukan menurut waktu tanam dalam selang 15 harian. Output analisis diploting menggunakan regresi Fourier. Hasil simulasi menunjukkan bahwa keragaman produksi padi sawah cenderung mengikuti pola keragaman curah hujan. Rata-rata produksi -tertinggi 5,4 t dengan keragaman terendah ± 0,1 pada MT I tercapai pada waktu tanam 15 Desember. Sedangkan MT2 rata-rata produksi tertinggi hanya mencapai 3,2 t dengan keragaman ± 0,3 tercapai pada tanggal tanam 15 Juli. Hal ini disebabkan karena rendahnya input curah hujan. Hasil ini masih dapat ditingkatkan, yaitu melalui penambahan suplai air irigasi petani clari 630 mm menjadi 850 mm, maka rata-rata produksi MT] mencapai 5,9 t dan MT2 6 t. Kalau hanya mengandalkan curah hujan, maka waktu tanam terbaik bagi petani adalah pada tanggal tanam 1 November, yaitu rata-rata produksi dapat mencapai 6 t dengan keragaman f 1,1. Kata kunci: Keragaman, curah hujan, produksi, padi sawah, simulasi
ANALISIS VARIASI GEOGRAFIS POLA HUJAN DI WILAYAH PAPUA Rouw, Aser; Hadi, Tri Wahyu; H.K., Bayong Tjasyono; Hadi, Safwan
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 38, No 1 (2014)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v38n1.2014.25-34

Abstract

Abstrak. Studi ini menekankan pada sejauh mana aspek variasi geografis pola hujan di wilayah Papua berdasarkan terminologi pola hujan monsunal (A), ekuatorial (B), dan lokal (C) yang telah dikaji secara saintifik dan digunakan dalam operasional prakiraan musim di Indonesia. Analisis dilakukan pada data rata-rata curah hujan bulanan dari 362 stasiun penakar hujan di seluruh wilayah Papua mulai dari tahun 1901-2010 dengan panjang pengamatan 5-100 tahun menggunakan analisis PCA, cluster dan analisis spasial. Ditemukan 21 cluster variasi pola hujan di wilayah Papua, yaitu: (i) pola monsunal A dengan variasi pola, A1, A2, A3, A4, A5, dan A6, (ii) pola hujan ekuatorial B dengan variasi B1, B2, B3, B4, B5, B6, B7, B8, B9, dan B10, serta (iii) pola hujan lokal C dengan variasi C1 dan C2. Secara geografis pola hujan tersebut bervariasi menurut tiga area geografis utama, yaitu 7 cluster pola hujan: A2, A3, A4, A5 B6, B7, dan B8 di dataran rendah utara; 5 cluster pola hujan: A1, B3, B4, B5, dan B9 di deretan pegunungan tengah; dan 9 cluster pola hujan: A, A6, B, B1, B2, B10, C, C1, dan C2 di dataran rendah selatan Papua. Temuan pola hujan berimplikasi pada dua hal pokok dari sektor pertanian di wilayah Papua, yaitu pewilayahan komoditas pertanian, dan strategi budidya pertanian dengan mempertimbangkan keadaan klimatologis pola hujan serta variabilitas temporalnya. Abstract. This study emphasizes on the variation aspects of the geographical rainfall patterns in the Papua region based on the terminology of the A, B, and C rainfall patterns in Indonesian archipelago that have been scientifically assessed and used in seasonal forecasting in Indonesian. Analyses were performed on an average monthly rainfall of 362 rain gauges with the distributed observation length of 5 to 100 years (from 1901 to 2010) using PCA, cluster, and spatial analyses. It was found that there were 21 clusters of rainfall patterns in the Papua region Variation patterns of the monsoon A rainfall: A1, A2, A3, A4, A5, and A6; the equatorial rainfall pattern B: B1, B2, B3, B4, B5, B6, B7, B8, B9, and B10, and the local rainfall patterns C: C1 and C2. Geographically, the rainfall patterns vary according to three main areas, namely seven clusters in the northern lowlands: A2, A3, A4, A5 B6, B7, and B8; 5 clusters in the central mountain range: A1, B3, B4, B5, and B9; and 9 clusters in the southern lowlands: A, A6, B, B1, B2, B10, C, C1, and C2. The findings of the rainfall patterns have implications for two major issues of the agricultural sector, viz.,, zoning of agricultural commodities, and planting strategy by considering the state of climatological rainfall patterns and its temporal variabilities.