Suryani Catur S
Jurusan Teknik Gigi Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Prosedur Pembuatan Splin Oklusal Rahang Bawah dengan Penambahan Elemen Gigi Molar Satu pada Gangguan Sendi Temporo Mandibula Suryani Catur S; Roro Zhuro Anisa; Fitriawati Fitriawati2
Jurnal Analis Kesehatan Vol 6, No 1 (2017): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v6i1.792

Abstract

Gangguan sendi temporo mandibula merupakan gejala nyeri pada sendi atau otot mastikasi (dengan atau tanpa pergerakan rahang. Splin oklusal adalah suatu piranti lepasan yang terbuat dari akrilik, dibuat sesuai permukaan oklusal dan insisal. splin oklusal telah digunakan untuk perawatan adanya gejala-gejala bruksisma dan gangguan sendi temporo mandibula. Metode tata laksana kasus : meliputi pekerjaan klinis yang dilakukan oleh dokter gigi dan pekerjaan laboratorium yang dilaksanakan oleh tenaga tekniker gigi.Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memaparkan  prosedur pembuatan splin oklusal rahang bawah dengan penambahan elemen gigi tiruan molar satu pada gangguan sendi temporo mandibular. Hasil pembuatan splin mandibula dengan penambahan elemen gigi ini dapat diterima oleh pasien serta gangguan TMJ pada pasien mengalami perbaikan. Kesimpulan : pembuatan splin oklusal di laboratorium dengan mempertimbangkan rencana perawatan dokter gigi memberikan hasil yang baik pada kasus gangguan TMJ
Prosedur Pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Akrilik Pada Gigi 2 Untuk Menggantikan Gigi Tiruan Sebagian Nonformal Suryani Catur S; Pebriyanti Roulina Silalahi; Indah Mertisia
Jurnal Analis Kesehatan Vol 6, No 2 (2017): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v6i2.786

Abstract

Pembuatan gigi tiruan bertujuan  untuk memperbaiki fungsi mastikasi, memulihkan fungsi estetik, meningkatkan fungsi fonetik, serta mempertahankan jaringan mulut yang masih ada agar tetap sehat. Sampai saat ini masyarakat Indonesia di beberapa daerah masih banyak yang  lebih memilih mengunjungi tukang gigi dibanding dokter gigi. Berdasarkan pengabdian masyarakat yang dilakukan Jurusan Teknik Gigi ke kelurahan Hadimulyo barat, Kota Metro, penulis menemukan kasus  pasien berusia 27 tahun yang mengeluhkan kenyamanan dan estetik gigi tiruan pada gigi incisivus dua kanan rahang atas yang pembuatannya dilakukan oleh tukang gigi (nonformal). Metode tata laksana kasus : prosedur laboratorium dilaksanakan di laboratorium akrilik Jurusan Teknik Gigi Poltekkes Tanjungkarang dan prosedur klinis dilakukan di Balai Desa dan Puskesmas Hadimulyo Barat Kota Metro. Artikel ini bertujuan memaparkan prosedur dan hasil yang didapat dalam pembuatan gigi tiruan lepasan pada kasus tersebut. Dengan pendekatan pembuatan gigi tiruan sebagian immediate hasil gigi tiruan yang dibuat pada tahap I tidak memuaskan,  sehingga dibuatkan gigi tiruan tahap II setelah dilakukan mouth preparation. Dan hasil akhir  memperlihatkan bahwa pasien merasa puas dari segi estetik dan mekanik. Kesimpulan :  pembuatan gigi tiruan sebagian lepasan akrilik pada gigi 2 untuk memperbaiki estetik dan mekanik (mastikasi) pada gigi tiruan nonformal memberikan hasil yang memuaskan, serta tindakan  mouth preparation sangat menunjang keberhasilan perawatan