Rumah makan di terminal Kota Bandar Lampung memiliki kondisi sanitasi yang buruk. Hasil survei di 5 terminal Kota Bandar Lampung terdapat 37 rumah makan dengan kondisi kebersihan rendah. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas air minum. Secara mikrobiologi, air minum di rumah makan di terminal Kota Bandar Lampung berdasarkan Permenkes RI No. 492/Menkes/Per/IV/2010 tidak mengandung bakteri lebih dari 0/100 ml sampel. Jenis penelitian deskriptif observasional, dengan desain cross sectional. Variabel terikatnya adalah sumber air, cara pengolahan air minum, dan jarak sumur, dan variabel bebasnya adalah kualitas air minum dengan melakukan pemeriksaan jumlah bakteri coliform pada air minum. Hasil penelitian dari 37 sampel air minum, 67,6 % memenuhi syarat dan 32,4 % tidak memenuhi syarat. Sumber air menggunakan air minum isi ulang 27 % , air yang diolah 27 %, tidak diolah 73 % , tempat air minum tertutup rapat 29,7 %, tidak tertutup 70,3 %, tempat air minum dicuci setiap hari 27 %, dicuci dua hari sekali 73 %, sisa air minum yang dibuang 29,7 %, disimpan 70,3 %, kondisi lingkungan sekitar rumah makan ada sampah dan lalat 8,1 %, ada sampah tidak ada lalat 91,9 % . Jarak sumur dengan septi tank < 10 meter sebanyak 40,5 % dan jarak sumur dengan septi tank ≥ 10 meter sebanyak 59,5 %. Analisa Bivariat dengan Chi Square diperoleh p value > 0,05 dari masing-masing variabel yang diteliti yaitu sumber air, pengolahan air, proses pengolahan air, lingkungan sekitar rumah makan, jarak sumur dengan septi tank dengan kualitas air minum secara mikrobiologi air minum di rumah makan di terminal kota Bandar Lampung secara statistik nilai p value diperoleh berkisar 0,110 sampai 0,383 sehingga antara variabel yang diteliti tidak ada hubungan.