Kebersihan gigi dan mulut tidak lepas dari penilaian debris rongga mulut. Banyak upaya dilakukan untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut diantaranya makanan berserat dan berair selain bagus untuk kesehatan tubuh juga bagus untuk kesehatan gigi dan mulut. Menurut McDonald dan Avery, makanan berserat dan berair secara fisiologis akan meningkatkan intensitas pengunyahan. Proses pengunyahan akan merangsang produksi saliva, dapat mendorong sekresi ludah, dan secara fisiologis dapat melakukan self cleansing dalam rongga mulut membantu membilas gigi dari partikel – partikel makanan yang melekat pada gigi, juga melarutkan komponen gula dari sisa makanan yang terperangkap dalam sela pit dan fissure sehingga dapat mempengaruhi indeks debris seseorang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperiman dengan rancangan one group pretest-postest design. Populasi penelitian siswa SMA Trisukses Natar Lampung Selatan. Sampel penelitian ini berjumlah 45 orang. Berdasarkan uji statistik mengunyah buah semangka dan sayur mentimun didapat nilai probabilitas .000. oleh karena .000 < 0.05, maka Ho ditolak, yang berarti bahwa debris sebelum dan sesudah mengunyah semangka dan mentimun adalah tidak sama atau berbeda nyata. Artinya kedua buah ini sama-sama efektif dalam menurukan angka debris. Disarankan untuk mengkonsumsi buah berserat dan berair sesudah makan maupun untuk keseharian karena dapat menurunkan angka debris.