Peranan farmasis dalam mengoptimalkan terapi diare pada pasien sangat dibutuhkan dimana farmasis diharapkan dapat memberikan konseling tentang terapi yang benar pada diare anak. Konseling merupakan komponen dari pelayanan kefarmasian yang perlu dilaksanakan untuk meningkatkan hasil terapi, dengan memaksimalkan penggunaan obat yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan konseling terhadap tingkat pengetahuan ibu di Puskesmas Pampang kota Makassar dalam terapi diare pada balita. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian analitik observasional dengan menggunakan analisis kuantitatif. Pendekatan waktu yang digunakan yaitu rancangan penelitian observasional studi one group pre-post test. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang kemudian dianalisis menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang bermakna antara hasil pre-test dengan post-test dimana data significancy dari kedua kelompok data adalah 0,000 (p < 0,05) yang menyatakan bahwa adanya hubungan konseling terhadap tingkat pengetahuan ibu pada terapi diare balita di Puskesmas Pampang kota Makassar.