Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perusahaan manufaktur untuk mengadopsi sistem Enterprise Resource Planning (ERP) sebagai solusi dalam mengintegrasikan seluruh proses bisnis perusahaan secara efektif dan efisien. ERP merupakan sistem informasi terintegrasi yang menghubungkan berbagai fungsi bisnis, seperti produksi, pengadaan bahan baku, manajemen persediaan, penjualan, distribusi, hingga keuangan dalam satu basis data yang terpusat. Integrasi tersebut memungkinkan pertukaran informasi secara real time, meningkatkan akurasi data, serta mendukung proses pengambilan keputusan manajemen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi ERP berbasis SAP pada PT Cahaya Mas Makmur sebagai perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi plastik packaging. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung selama kegiatan magang, praktik kerja lapangan pada Divisi Finance, dokumentasi perusahaan, serta studi literatur yang relevan mengenai implementasi ERP pada perusahaan manufaktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SAP mampu meningkatkan efisiensi operasional perusahaan melalui integrasi proses bisnis antar divisi, mempercepat pengolahan transaksi, meningkatkan akurasi pencatatan dan pelaporan keuangan, mempermudah pengendalian persediaan, serta memperkuat koordinasi dan komunikasi antarbagian. Selain itu, sistem ERP memberikan kemudahan dalam pemantauan piutang, penyusunan laporan keuangan, dan penyediaan informasi yang akurat untuk mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Namun demikian, implementasi ERP masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain kebutuhan pelatihan pengguna secara berkelanjutan, proses adaptasi terhadap sistem baru, investasi teknologi yang relatif tinggi, serta perlunya pemeliharaan infrastruktur teknologi informasi. Oleh karena itu, dukungan manajemen, kesiapan sumber daya manusia, evaluasi sistem secara berkala, dan komitmen organisasi menjadi faktor utama dalam menentukan keberhasilan implementasi ERP guna meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan manufaktur.