Bayu Wirawan D. S.
Dosen Program Studi Teknik Batik, Politeknik Pusmanu

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

EKSPLORASI WARNA ALAM MENGGUNAKAN KULIT BATANG, AKAR, DAUN DAN BUAH DARI TANAMAN MANGROVE (RHIZOPORA STYLOSA) SEBAGAI PEWARNA BATIK DENGAN PENGGUNAAN FIKSATOR TAWAS, TUNJUNG DAN KAPUR Bayu Wirawan D. S.; Hazbi As Siddiqi
JURNAL LITBANG KOTA PEKALONGAN Vol. 13 (2017)
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54911/litbang.v13i0.57

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan warna alam yang lebih beragam dari tanaman mangrove sebagai upaya menghasilkan batik warna alam yang lebih beragam. Pada penelitian ini menggunakan bahan zat warna alam (kulit batang, daun, akar, dan buah) mangrove. Alat, cara, dan waktu perlakuan sama. Perbedaanya terletak pada fiksator yang digunakan yaitu tawas, kapur dan tunjung. Proses pewarnaan kulit batang, daun, akar dan buah mangrove (Rhizopora Stylosa) tanpa mordanting dengan fiksator tunjung, kapur dan tawas. Hasil warna yang ditimbulkan menggunakan bagian kulit batang mangrove dengan fiksator tunjung cenderung berwarna abu-abu tua, dengan fiksator kapur cenderung berwarna coklat susu, sedangkan fiksator tawas cenderung berwarna coklat muda. Hasil warna yang ditimbulkan menggunakan bagian akar mangrove dengan fiksator tunjung cenderung berwarna abu-abu kehijauan, dengan fiksator kapur cenderung berwarna coklat kemerahan, sedangkan fiksator tawas cenderung berwarna coklat muda. Hasil warna yang ditimbulkan menggunakan bagian daun mangrove dengan fiksator tunjung cenderung berwarna abu-abu kehijauan, dengan fiksator kapur cenderung berwarna pink, sedangkan fiksator tawas cenderung berwarna coklat muda. Hasil warna yang ditimbulkan menggunakan bagian buah mangrove dengan fiksator tunjung cenderung berwarna abu-abu kehijauan, dengan fiksator kapur cenderung berwarna coklat muda, sedangkan fiksator tawas cenderung berwarna coklat muda.