Tuberkulosis paru disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Kondisi rumah memiliki peranan dalam penyebaran kuman TB paru ke orang yang sehat. kuman TB paru yang terdapat di udara saat penderita TB paru bersin akan dapat bertahan hidup lebih lama jika luas ventilasinya tidak memenuhi syarat, kurang cahaya dan padat hunian. Di Kabupaten Bone Bolango, Puskesmas Kabila Bone merupakan Puskesmas dengan penderita TB Paru terbanyak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango Tahun 2012.
Penelitian ini menggunakan penelitian survei analitik dengan rancangan Cross Sectional Study. Dengan jumlah populasi 356 orang dan sampel 188 yang terdiri dari 51 orang BTA positif dan 137 orang BTA negatif. Data yang telah di peroleh diolah dengan menggunakan SPSS dengan Uji Chi Square. Standar penilaian luas ventilasi dan kelembaban (Depkes 2007), pencahayaan (Susanta 2007), kepadatan hunian rumah (Mukono 2008) dan jenis Lantai (Ruswanto 2010).
Hasil penelitian menggunakan lembar observasi diperoleh bahwa secara statistik terdapat hubungan antara luas ventilasi dengan kejadian TB Paru karena χ2 hitung (8.466) > χ 2 tabel (3,841), tidak terdapat hubungan antara kelembaban dengan kejadian TB Paru karena diperoleh χ 2 hitung (0,004) < χ 2 tabel (3,841), terdapat hubungan antara pencahayaan dengan kejadian TB Paru karena diperoleh χ 2 hitung (7.447) > χ 2 tabel (3,841), tidak terdapat hubungan antara kepadatan hunian dengan kejadian TB Paru karena diperoleh χ 2 hitung (1.605) < χ 2 tabel (3,841), terdapat hubungan antara jenis lantai dengan kejadian TB Paru karena diperoleh χ 2 hitung (6.894) > χ 2 tabel (3,841).
Dari penelitian ini terdapat 3 variabel yang berpengaruh yaitu luas ventilasi, pencahayaan dan jenis lantai. Disarankan kepada penderita agar memperhatikan kondisi fisik rumah dan bagi petugas kesehatan agar memberikan penyuluhan tentang rumah sehat.
Kata Kunci : Kondisi Fisik Rumah, TB Paru