Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SELF DIRECTED LEARNING DAN SMALL GROUP DISCUSSION TERHADAP NILAI MAHASISWA MATERI MEKATRONIK Wiji Lestariningsih; Ahsan Muafa
Teknika: Engineering and Sains Journal Vol 2, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/tesj.v2i1.216.67-72

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan menganalisis penilaian sikap, penilaian pengetahuan dan penilaian keterampilan pada materi Mekatronik  mahasiswa meggunakan model pembelajaran self directed learning (SDL) dan mahasiswa menggunakan model small group discussion (SGD). Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan jenis quasi eksperimental design. Penelitian ini menggunakan control group discussion pretest-postest design. Dari penelitian yang sudah dilakukan memperoleh hasil penilaian bahwa mahasiswa yang diajarkan dengan model SDL nilai rata-rata pengetahuan 81,53; nilai rata-rata keterampilan sebesar 81,76. Sedangkan pada mahasiswa yang diajarkan menggunakan SGD nilai rata-rata pengetahuan 77,25; nilai rata-rata mahasiswa keterampilan sebesar 72,97.
SISTEM KENDALI OTOMATIS PADA PEMERAH SUSU SAPI DENGAN MENGGUNAKAN SENSOR LIGHT DEPENDENT RESISTOR (LDR) Mochamad Choifin; Wiji Lestariningsih
Teknika: Engineering and Sains Journal Vol 3, No 1 (2019): Juni 2019
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/tesj.v3i1.382.45-50

Abstract

Mesin pemerah Susu Sapi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produktifitas pemerahaan yang pada saat ini. Sistem pemerahan susu yang telah ada bekerja secara mekanis  dan tidak bisa mendeteksi volume susu yang ada pada kantung sapi, sehingga banyak peternak yang tidak bisa memaksimalkan volume susu sapi yang tersisa saat pemerahan. Adapun cara memaksimalkan produksi susu sapi peternak menunggu masa pulsasi selesai, hal ini juga akan membuat sapi merasa trauma. Dalam penelitian ini akan dilakukan Perancangan sistem pemerah secara otomatis menggunakan sensor aliran dengan mikrokontroller ATMEGA 8, sehingga dapat mengendalikan proses pemerahan serta dapat memaksimalkan volume susu yang dihasilkan saat proses pemerahan. Metode otomatis yang digunakan pada alat ini menggunakan sensor aliran berupa dengan sensor LDR Light Dependent Resistor yang berupa rangkaian guna mendeteksi aliran susu sapi tersebut guna mengetahui besar aliran susu. Sementara hasil pengukuran data pengujian pada kondisi maksimum ketika sensor LDR terang 1 unit didapatkan kapasitas susu sapi sebesar 7,871 ml/detik. Semakin bertambahnya sensor LDR yang terang akan mengalami penurunan kapasitas pula. Ketika kondisi susu sapi kritis atau minimum kapasitas yang dihasilkan sebesar 0,461 ml/detik pada saat sensor LDR terang 6 unit.
RANCANG BANGUN INVERTER BERBASIS MIKROKONTROLER STM32F303VCT6 DISCOVERY PADA TURBIN ANGIN TIPE HORIZONTAL AXIS Wiji Lestariningsih; Mochamad Choifin
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 3 No 1 (2019): G-Tech, Vol. 3, No. 1, Oktober 2019
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.452 KB) | DOI: 10.33379/gtech.v3i1.359

Abstract

Rancang bangun inverter difungsikan untuk mengubah nilai keluaran dari baterai yakni DC menjadi AC. Inverter merupakan komponen yang penting untuk mensuplay keluaran listrik AC, dengan pemasangan inverter pada turbin angin mengubah energi angin menjadi energi yang siap pakai. Dalam pembuatan inverter digunakan mikrokontroler STM32F303VCT6 DISCOVERY yang diprogram untuk men-trigger PWM. Sehingga pada Penelitian ini dirancang sebuah inverter yang berbasis STM32F303VCT6 DISCOVERY pada turbin angin horizontal axis. Pengujian dilakukan dengan melihat hasil keluaran signal pada osiloskop. Hasil dari pengujian tersebut diketahui keluaran dari inverter berupa sinyal PWM dengan output berupa PWM untuk gelombang modified sine. Dari gelombang square yang dihasilkan oleh STM32F303VCT6 dapat menghasilkan listrik AC 220V pada beban resitif lampu.
ANALISA PENGARUH KECEPATAN MOTOR INDUKSI TERHADAP KINERJA PUTARAN MESIN PENCACAH SAMPAH PLASTIK MENGGUNAKAN TIMER H3BA Wiji Lestariningsih
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 15 No 1 (2026): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v15i1.4362

Abstract

This study aims to evaluate the impact of variations in induction motor speed on the performance of PET (Polyethylene Terephthalate), PP (Polypropylene), and LDPE (Low-Density Polyethylene) plastic waste shredding machines. The developed machine is designed to cut plastic waste into small pieces. As a driver, a single-phase AC electric motor with a maximum speed of 3000 Rpm is used. The trial was conducted with three variations in motor speed: 2000 Rpm, 2500 Rpm, and 3000 Rpm, to measure the daily production capacity of the machine in shredding plastic waste. The results showed that motor speed had a significant effect on the production capacity of the machine. Of the three types of plastic tested, namely PET, PP, and LDPE, the PET type produced the highest production capacity. At a speed of 2000 Rpm, the production capacity reached 58 kg/day; at 2500 Rpm, it increased to 64 kg/day; and at 3000 Rpm, the production capacity reached 77 kg/day. This study aims to develop an efficient plastic waste shredding machine technology by utilizing the H3BA timer. The integration of this timer is expected to improve the control of the machine's operational time, so that the plastic shredding process becomes more regular and energy efficient. This machine not only increases efficiency in plastic waste processing, but also supports environmentally friendly recycling efforts.
OPTIMALISASI KUALITAS PRODUK DENGAN PENDEKATAN METODE DMAI DALAM PENERAPAN SIX SIGMA PADA PT. RM Dony Perdana; Ika Widya Ardhyani; Wiji Lestariningsih; Sherly Ardhya Garini
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v7i2.84-93

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan mendesak terkait optimalisasi kualitas produk dan daya saing suatu perusahaan di tengah persaingan pasar yang ketat menjadi alasan utama dilakukan penelitian ini. Tingginya tingkat cacat dan kerusakan produk berdampak pada peningkatan biaya produksi, rusaknya reputasi perusahaan serta turunnya kepuasan pelanggan. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian menerapkan metode Six Sigma dengan pendekatan DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) pada PT. RM, sebuah perusahaan patungan Jepang-Indonesia di industri furnitur. Hasil dari tahap define mengidentifikasi cacat utama, yaitu pecah V-Cut 49% dengan persentase 49% dari total cacat. Tahap measure menunjukkan tingkat cacat produk melebihi target optimal, dengan DPMO sebesar 47.667 dan nilai sigma rata-rata 3,2. Melalui tahap analyze, ditemukan faktor utama penyebab cacat, yakni ketidaksesuaian proses pemotongan, kebersihan material, dan kurangnya kontrol kualitas. Solusi pada tahap improve mencakup perbaikan prosedur kerja, pelatihan karyawan, dan pemeliharaan rutin mesin. Hasil penelitian diharapkan mampu mengurangi frekuensi cacat produk, meningkatkan efisiensi operasional, dan memperkuat daya saing PT. RM di pasar domestik maupun internasional, serta mendukung keuntungan jangka panjang bagi perusahaan ABSTRACT The urgent need to optimize product quality and a company’s competitiveness amid intense market competition is the primary motivation for this research. High defect and damage rates increase production costs, damage the company’s reputation, and reduce customer satisfaction. To address this issues, this study applies the Six Sigma methodology using the DMAI (Define, Measure, Analyze, Improve) approach at PT RM, a Japanese-Indonesian joint venture in the furniture industry. In the define stage, the main defect identified was V-Cut breakage, accounting for 49% of total defects. The measure stage revealed that the product defect rate exceeded the optimal target, with a DPMO of 47,667 and an average sigma value of 3.2 The analyze stage identified inconsistencies in the cutting process, material cleanliness issues, and inadequate quality control as the primary causes of defects. To address these problems, the improve stage proposed solutions such as refining work procedures, conducting employee training, and implementing routine machine maintenance. The study’s findings are expected to reduce product defect frequency, enhance operational efficiency, and strengthen PT RM's competitiveness in domestic and international markets, ultimately supporting the company’s long-term profitability.