Vivi Ariyanti
UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KRIMINALISASI PERKOSAAN DALAM PERKAWINAN MENURUT HUKUM PIDANA NASIONAL DAN HUKUM ISLAM Bani Syarif Maula; Vivi Ariyanti
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v3i2.9842

Abstract

Wacana kriminalisasi perkosaan dalam perkawinan telah berlangsung sejak pembahasan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) tahun 2019 lalu. Banyak penolakan terhadap upaya kriminalisasi tersebut. Perkosaan dalam perkawinan muncul akibat relasi seksual suami-istri yang timpang tersebut, sehingga perlu ada kebijakan negara untuk merubah kondisi seperti itu, yaitu melalui kriminalisasi sebagai upaya negara dalam menekan kasus tindak kekerasan seksual terhadap perempuan. Tulisan ini membahas perkosaan dalam perkawinan dalam ranah hukum pidana nasional dan hukum Islam. Hukum pidana nasional, seperti KUHP, tidak mengatur perkosaan dalam perkawinan, namun dapat dianggap sebagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga yang diatur melalui UU PKDRT, meskipun cakupannya masih sangat luas. Hukum Islam yang menjadi sumber norma masyarakat dan dapat menjadi bahan hukum nasional juga tidak membahas persoalan tentang perkosaan dalam perkawinan. Kajian hukum dan kenyataan sosial perlu dilakukan dengan pendekatan empiris dan menekankan pada tiga komponen hukum, yaitu legal substance (aturan-aturan dan norma-norma hukum), legal structure (institusi dan penegak hukum), dan legal culture (budaya hukum termasuk sikap dan pandangan masyarkat tentang hukum dan norma relasi suami isteri).
Pemberdayaan Masyarakat Ekonomi Produktif Melalui Pembentukan Baitut-Tamwil Berbasis Masjid di Grumbul Kalirajut Desa Notog Kabupaten Banyumas Bani Syarif Maula; Muflihah Muflihah; Vivi Ariyanti
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2022): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/sjp.v2i1.6369

Abstract

Masyarakat Grumbul Kalirajut, Desa Notog, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas merupakan kelompok masyarakat produsen makanan tradisional dan jajanan pasar yang berpusat di rumah-rumah warga (home industry), terutama dikerjakan oleh ibu-ibu (para isteri) dalam rangka mendapat penghasilan tambahan untuk menopang ekonomi keluarga. Sebagai produsen kecil, tentu masyarakat Grumbul Kalirajut mengalami kesulitan jika mereka memerlukan tambahan dana untuk modal dengan jumlah yang kecil. Upaya pendampingan masyarakat ini difokuskan pada pembentukan Baitut-Tamwil (koperasi simpan-pinjam) yang berbasis masjid, disertai dengan pelatihan pengelolaan (manajerial) secara organisasional dan juga pelatihan pendayagunaan koperasi untuk melayani jasa simpan-pinjam berdasarkan prinsip ekonomi syariah. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat dalam upaya untuk membangun daya kreatifitas dengan mendorong, memotivasi dan membangkitkan kesadaran akan potensi yang dimiliki masyarakat. Kegiatan pendampingan ini dilakukan berdasarkan pada kebutuhan masyarakat dan potensi yang mereka miliki sehingga upaya pengembangan keterampilan dan pengembangan ekonomi kerakyatan bisa terwujud. Indikator untuk mengukur keberhasilan kegiatan pengabdian pada masyarakat ini meliputi tingkat partisipasi peserta yang cukup tinggi serta tercapainya target-target kegiatan. Namun kendala yang mungkin masih muncul adalah komitmen warga masyarakat peserta program pendampingan ini untuk memulai merintis usaha yang telah diajarkan dalam kegiatan ini.
Analisis Gender terhadap Unsur Maskulinitas Pertimbangan Hakim dalam Perkara Penodaan Agama Vivi Ariyanti
Equalita: Jurnal Studi Gender dan Anak Vol 5, No 1 (2023)
Publisher : IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/equalita.v5i1.13007

Abstract

This research departs from a paradigm that questions whether there is something about masculinity that influences the way judges decide cases in court. To do this, we conduct an assessment of the attitude of independence of judges from the factors that can influence court decisions, both internal factors from the judges themselves and external factors related to the interests of certain groups. Based on the discussion and analysis of several cases of blasphemy, this research concludes that the judges' decisions in blasphemy cases do not reflect the masculine values of the judges who decided the cases. A judge in making a decision must be based on the ability to think and will freely (independently) but within the limits of responsibility and objectivity. Decision making based on intuition or feelings has a subjective nature, so it is easy to be influenced. The results of the analysis of decisions confirm that judges' decisions in several cases of blasphemy are more influenced by elements outside the court, both in the form of mass pressure and fatwas of religious institutions that have no legal force. The nature of masculinity that tends to be analytical and breaks down everything to examine the parts carefully is actually abandoned. The panel of judges tends to take advantage of femininity, namely having a style that is more comprehensive and more situation oriented.