Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Resliensi Narapidana Seumur Hidup yang Lanjut Usia Elderly Lifetime Prisoner Reliance Teguh Prayadi; Mitro Subroto
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 12 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jsa.v2i12.353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap secara empiris dinamika resiliensi pada narapidana vonis hukuman seumur hidup, serta faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi pada narapidana vonis hukuman seumur hidup di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Permisan Nusakambangan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Metode utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan metode pelengkap yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak tiga orang subjek yang merupakan warga binaan pemasyarakatan kelas II A Permisan Nusakambangan dengan vonis pidana penjara seumur hidup. Hasil penelitian menunjukan bahwa narapidana dengan vonis hukuman penjara seumur hidup mampu menunjukan kemampuan resiliensi. Dinamika resiliensi pada narapidana vonis hukuman seumur hidup dapat terlihat dari adanya regulasi emosi, keinginan untuk mencoba hal-hal baru, interaksi dengan lingkungan serta orang-orang baru, menyadari fungsi dan peranpositif, memiliki empati dan memiliki optimis mepositif. Dan faktor yang mempengaruhi resiliensi pada narapidana vonis hukuman seumur hidup adalah kemampuan menyadari dan mengidentifikasi kesalahan, nilai spiritual, kemampuan intelektual dan akademik, serta dukungan sosial dan keluarga
Pengaruh Gaya Kepemimpinan terhadap Kinerja Petugas Lapas Kelas IIA Banyuwangi Feni Adi Saputra; Mitro Subroto
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i5.1992

Abstract

Kepemimpinan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan pemimpin dalam membimbing, memotivasi dan mempengaruhi orang lain guna mencapai tujuan bersama yang telah di sepakati. Peran kepemimpinan yang baik akan berdampak positif pada anggota petugas, dan sebaliknya jika gaya kepemimpinan kurang baik maka akan berdampak negatif dan kurang di terima oleh anggota petugas lainnya. Di setiap kantor UPT Pemasyarakatan tentunya memiliki situasi dan kondisi yang berbeda beda, disini pemimpin di tuntut dapat menyesuaikan dengan keadaan yang ada. Agar dapat bersinergi dengan para petugas yang lain dan mencapai tujuan bersama. Dalam penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif deskriptif yang dilakukan dengan mencari jawaban peran gaya kepemimpinan yang sesuai di Lapas Kelas IIA Banyuwangi, dengan dilakukannya wawancara kepada pihak yang memang tugasnya dalam struktut di organisasi Lapas Kelas IIA Banyuwangi yang nantinya dapat di sesuaikan dengan realita di yang ada di lapangan, dan ditambahkan dengan literatur dari berbagai sumber. Dengan analisis yang telah diterapkan didapatkan hasil bahwa gaya kepemimpinan menunjukan hasil yang positif pada kinerja petugas Lapas Kelas IIA Banyuwangi. Dimana gaya kepemimpinan yang diterapkan adalah dengan melakukan pendekatan dengan para bawahan dan anggota lainnya serta menerima segala saran dan masukan, sehingga tercipta suatu hubungan yang terjalin baik antara pemimpin dan para anggotanya.
Pengaruh Sarana dan Prasarana terhadap Pelaksanaan Bimbingan Kerja Narapidana Muhammad Saleh; Mitro Subroto
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 5 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i5.2063

Abstract

Kejahatan dapat timbul setiap saat dan juga berada di lapisan masyarakat.Perbuatan kejahatan adalah awal mula seorang Narapidana mendekam di dalam lembaga pemasyarakatan.Keberadaan kejahatan dapat diterima sebagai gejala normal pada masyarakat heterogen yang di ikuti dengan kemajuan-kemajuan jaman, sejak 1964 sistem kepenjaraan ditinggalkan dan diganti dengan sistem pemasyarakatan yang ide dan konsepsi dasarnya dicetuskan oleh DR. Soehardjo, SH. Sistem pemasyarakatan timbul karena adanya suatu gagasan bahwa pemasyarakatan dijadikan tujuan daripada pidana penjara. Maka sistem pemasyarakatan merupakan suatu cara pembinaan terhadap peara pelanggar hukum yang melibatkan semua potensi dalam masyarakat, petugas, dan individu pelanggar hukum yang bersangkutan sebagai suatu keseluruhan sehingga objek semata.
Analisis Gaya Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Petugas Pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Karawang Ari Firmansyah; Mitro Subroto
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i8.2546

Abstract

Dalam era globalisasi, kemampuan SDM yang berkualitas mempunyai peranan yang sangat besar dalam kegiatan organisasi. Kinerja merupakan hasil kerja yang dihasilkan oleh pegawai sesuai dengan peranannya dalam organisasi. Petugas pemasyarakatan merupakan pegawai negeri sipil di lingkungan kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia yang menyelenggarakan tugas dan fungi di bidang pemasyarakatan. Untuk mencapai efisiensi dan efektifitas, perlunya pemimpin menanamkan motivasi, dan keterlibatan langsung ke dalam lapangan agar mengetahui situasi yang sebenarnya terjadi dan perlunya kemampuan untuk berpikir dan mempelajari apa yang mempengaruhi kinerja petugas pemasyarakatan di lapangan. Penelitian menggunakan metode kualitatif, dengan pengumpulan data dilakukan pada natural setting (kondisi yang alamiah), sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan berasal dari lingkungan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Karawang. Dalam penelitian ini menggunakan teori kepemimpinan transformasional. Hasil dari penelitian ini yaitu kepemimpinan transformasional yang terdiri dari empat komponen yaitu Charismatic Leadership, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation dan Individualized Consideration memiliki pengaruh terhadap kinerja petugas pemasyarakatan. Hal ini mengandung makna, bahwa kepemimpinan mampu meningkatkan kinerja secara nyata. Maka semakin baik pimpinan akan berpengaruh pada kualitas dari kinerja petugas pemasyarakatan.
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Situasional terhadap Kinerja Pegawai Lapas Kelas IIA Kediri Hendy Krisna Rajesha Saputra; Mitro Subroto
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 8 (2023): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/jiip.v6i8.2559

Abstract

Pemilihan gaya kepemimpinan juga harus ditentukan berdasarkan situasi dan keadaan karena dengan memperhatikan aspek keadaan maka pemimpin akan mampu untuk menentukan gaya kepemimpinan mana yang tepat untuk diterapkan di suatu Lembaga Pemasyarakatan. Salah satunya adalah budaya dari suatu organisasi yang tentunya berbeda beda di setiap daerah, Budaya organisasi merupakan cara bagaimana seseorang dalam lingkup organisasi berinteraksi dalam melaksanakan tugas. Penelitian ini menerapkan ciri ciri penelitian kualitatif dan data hasil penelitian merupakan hasil observasi secara langsung dengan melakukan wawancara kepada beberapa pegawai sehingga mendapatkan hasil yang valid. Hasil penelitian ini, terdapat dalam gaya kepemimpinan situasional yang diterapkan oleh kalapas cukup efektif untuk menangani masalah yang terjadi didalam blok hunian.