Dwi Haryanti
Institut Agama Islam Negeri Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini Melalui Permainan Tradisional Gasing Ambung Kelapa Dwi Haryanti; Asrul Faruq
Madaniyah Vol 11 No 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.971 KB)

Abstract

Permasalahan pokok penelitian ini adalah tergerusnya permainan tradisional yang sudah jarang dimainkan oleh anak-anak. Anak lebih suka memainkan gawai dengan fitur-fitur menarik, mulai dari permainan ataupun film. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan penerapan permainan tradisional gasing ambung kelapa terhadap perkembangan fisik motorik anak usia dini. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilaksanakan di PAUD Islam Terpadu Biruni Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dalam tiga tahapan yaitu mereduksi data yang dianggap penting, selanjutnya menyajikan datayang telah dipilih sehingga dapat menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan permainan tradisional gasing ambung kelapa dalam mengembangkan fisik motorik anak melalui tiga tahapan proses pembelajaran pertama ialah proses tahapan perencanaan, kedua, tahapan pelaksanaan, dan tahapan yang terakhir ialah tahapan evaluasi. Perkembangan fisik motorik anak setelah melaksanakan permainan tradisional gasing ambung kelapa adalah anak mampu melakukan kemampuan dalam melempar, anak mampu mengembangkan kemampuan meloncat dan berlari, serta anak dapat melatih ketepatan, mengkoordinasikan kemampuan tangan dan mata, dan mengembangkan kemampuan anak mengontrol gerakan tangan.
Pendidikan Karakter di Masa Pandemi Covid 19: Tindakan Orang Tua dan Guru PAUD Dwi Haryanti; Rada Rada; Noblana Adib
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 4 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i4.3653

Abstract

Pengalaman negara Indonesia saat terjadinya pandemi covid-19 menjadikan seluruh sektor mengalami dampak tersebut, yang termasuk ke dalamnya sektor pendidikan. Hal ini menjadikan perubahan juga terhadap karakter anak. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan tindakan orang tua dalam mendidik karakter anak karena sekolah menerapkan pembelajaran daring, mengetahui dan mendeskripsikan tindakan guru dalam mendidik karakter anak pada masa pandemi dengan pembelajaran daring. Hasil penelitian dalam penelitian ini mendeskripsikan bahwa pendidikan karakter anak tidak hanya dilaksanakan oleh guru, tetapi orang tua juga memiliki tugas utama untuk melaksanakan pendidikan karakter anak di rumah. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter, orang tua dan guru adalah model yang akan ditiru dan diteladani. Anak akan meniru tingkah laku maupun ucapan model tersebut. Penanaman sikap terpuji tidak bisa dilaksanakan dalam waktu singkat, dibutuhkan adanya kontinuitas melalui pembiasaan, keteladanan, pemberian nasihat, dan penguatan pada anak sejak dini setiap kali menunjukkan perilaku atau sikap-sikap terpuji.
Inovasi Pendidikan Dalam Mempertahankan Keputusan Orang Tua Memilih Jasa Pendidikan Sebelum Dan Sesudah Belajar dari Rumah (BDR) Dwi Haryanti; Nurul Qomariah; Nurul Alimah
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12482

Abstract

Conditions during the pandemic also had an impact on the decrease in the number of students attending PAUD institutions. This research is based on the belief that local cultural forms are legitimized by formal schools and formal schools can facilitate cultural reproduction. This research agrees that schools only promote and uphold values, norms, traditions and behavior that are acceptable to the local community. The methodology used in this research is a qualitative descriptive research methodology. Innovation in the marketing of education services is very important to attract public interest and attention in sending their children to these institutions. Innovation is also carried out so that the school can maintain its existence in society. The innovations carried out include the marketing of educational services. This must be done by all members involved in educational institutions consisting of teachers, employees, students, to parents or guardians so that it can run successfully. There are seven elements to focus on in carrying out these innovations, namely product, price, place, promotion, people, physical evidence, and process.
Pengembangan Media Buku Pop-Up dalam Mengenalkan Huruf Tema Daerahku (Bangka Belitung) untuk Anak Usia Dini Dwi Haryanti; Rezki Juniarti Novitasari; Yurinda Withasari
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12718

Abstract

Recognizing letters is one of the stages of early childhood development. The process of recognizing letters according to a child's age stage is an ability that needs to be stimulated so that they go from not knowing to knowing. Media or learning tools are objects that are used as tools to stimulate children to recognize letters. Therefore, developing Pop-Up books is an alternative, especially in connection with the local wisdom of an area. In developing pop-up book media with a regional theme, the aim is for children to be able to recognize letters and also get to know their regional culture. Adding themes in media creation to focus the material to be provided. Added my regional theme to introduce Bangka Belitung which has not been introduced in the school environment or outside of school. The research method used is research and development (R&D) using the Bord and Gall model. This model includes 10 stages, namely 1) needs analysis, 2) planning, 3) initial product development, 4) product validation, 5) product revision, 6) main product trial, 7) product revision, 8) wide scale trial , 9) product revision, and 10) use and production. This research collects data through observation, interviews, documentation, and questionnaires (expert validation). These collection techniques will be analyzed to obtain final results. The results of the research at the second media validation stage were 4.9 very feasible criteria and the second material validation was 5 very feasible criteria. In the main product trials that were carried out at the Az-Zakyyah Kindergarten in Kace Village, the results were 66.25% with a good percentage. And in a wide scale trial the results were 91.25% with a percentage level reaching very feasible.
Pembelajaran Outing Class Melalui Kegiatan Fun cooking dalam Mengembangkan Kreativitas Anak Usia 5-6 Tahun Fhatri, Zonalisa; Dwi Haryanti; Abdi Susanto; Hari Kiswanto; Wulan Naroh; Wika Wilandari
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini SPECIAL EDITION: ARAKSA I
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v1i1.12752

Abstract

This study was conducted to describe the Outing Class learning through fun cooking activities in developing and describing the creativity of 5-6 year old children at the Integrated Islamic Kindergarten Cahaya Toboali and Khoirunnisa Kindergarten in Central Bangka. The type of research used was descriptive qualitative research. This research is included in field research with a qualitative descriptive approach. Observation and interviews were used to collect data, with the data sources referred to as respondents. The data analysis technique used the main components of data reduction, data presentation, and conclusion drawing carried out simultaneously with the data collection process, in a cyclic form during the research process. The results showed that the outing class learning through fun cooking activities at the Integrated Islamic Kindergarten Cahaya Toboali and Khoirunnisa Kindergarten in Central Bangka showed significant benefits for 5-6 year old children. After participating in the Outing Class learning through fun cooking activities, 5-6 year old children at the Integrated Islamic Kindergarten Cahaya Toboali and Khoirunnisa Kindergarten in Central Bangka experienced significant development in their creativity.
INNOVATION IN EARLY CHILDHOOD LEARNING MEDIA: CREATING SPIN GAMES TO IDENTIFY GENDER IDENTITY Dwi Haryanti; Yurinda Withasari; Asrul Faruq
JURNAL EDUSCIENCE Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Australia, Taiwan, and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v13i1.7746

Abstract

Purpose-Gender identity formation is tightly linked to early childhood social and emotional development. Nonetheless, traditional approaches that lack interest continue to dominate learning activities for kids aged 4 to 5. The purpose of this project is to create and assess the viability of using Spin Game media as a cutting-edge teaching tool to introduce gender identification to youngsters between the ages of four and five.Methodology-The ADDIE model, comprising analysis, design, development, implementation, and evaluation, was used in this study's Research and Development (R&D) methodology. At PAUD KB Mutiara Bangsa, information was gathered by surveys, observations, and documentation. Teacher response questionnaires, observation sheets measuring children's gender identity recognition, and media and material feasibility questionnaires made up the research tools.Findings-According to the findings, the Spin Game media received a very feasible score of 96.7% from media professionals and 100% from material specialists. 84.4% of children's gender identity recognition was supported, according to observation results from small-scale experiments. Additionally, with a feasibility percentage of 97.3%, teacher replies showed a very high degree of acceptance. These results show that the Spin Game media is efficient and successful for teaching young children.Contribution-By offering a fun, play-based learning tool that promotes gender identity awareness among kids ages 4-5, this study advances early childhood education. The Spin Game enhances the development of learning media for early childhood gender education and provides a practical, creative alternative to conventional teaching techniques.
Loose Parts Sebagai Alternatif Sumber Belajar dalam Pengembangan Sains Anak Usia Dini: Loose Parts Sebagai Alternatif Sumber Belajar dalam Pengembangan Sains Anak Usia Dini Dwi Haryanti; Indo Assa; Putri Yana Jamhar; Nelly Sanawiyah
Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan Vol. 8 No. 1 (2022): Edugama: Jurnal Kependidikan dan Sosial Keagamaan
Publisher : PASCASARJANA IAIN SYAIKH ABDURRAHMAN SIDDIK BANGKA BELITUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/edugama.v8i1.2463

Abstract

Factually, there is a development of the times, so that learning resources also experience development. Entering this new era, educators in particular are required to be creative with the process, not the result. In the 21st century, educators also need to be equipped with abilities, knowledge, and skills in order to achieve optimal learning goals. The development of science is currently in line with the learning process needed in 21st century skills. The skills needed in the 21st century include students being able to be more creative, think critically, be able to communicate well, and be able to work together. So to stimulate these skills, educators must carry out fun activities and use learning resources that are in accordance with learning objectives. Nature is a place to gain knowledge. Children also gain valuable experience from their play activities. Fun play activities can make children feel happy and motivated from the experiences they get. In the development of science, learning resources that can be used are loose parts. Loose parts are a play area that is static and can also be fairly stiff that children usually face on a daily basis. The loose parts area is an environment that can be changed, moved around according to the wishes and imagination of a child, so that when children interact using loose parts media, children can be categorized as entering the world of problem solving abilities and creative thinking. Keywords: Loose Parts, Learning Resources, Science Development Secara faktual, adanya perkembangan zaman, sehingga sumber belajar pun mengalami perkembangan. Memasuki era baru ini, pendidik khususnya dituntut kreatif terhadap proses, bukan hasil. Abad 21 ini, pendidik pun perlu dibekali kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Pengembangan sains saat ini sejalan dengan proses pembelajaran yang dibutuhkan dalam keterampilan abad 21. Keterampilan yang dibutuhkan abad 21 ini antara lain peserta didik dapat lebih kreatif, berpikir kritis, mampu berkomunikasi dengan baik, dan bisa bekerjasama. Sehingga untuk menstimulasi keterampilan tersebut, pendidik harus melakukan kegiatan yang menyenangkan dan menggunakan sumber belajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Alam menjadi tempat dalam memperoleh pengetahuan. Anak juga memperoleh pengalaman yang sangat berharga dari kegiatan bermain mereka. Kegiatan bermain yang menyenangkan dapat membuat anak merasa bahagia dan termotivasi dari pengalaman yang anak peroleh. Dalam pengembangan sains, sumber belajar yang dapat digunakan adalah loose parts. Loose parts merupakan suatu area bermain yang statis dan bisa juga terbilang kaku yang biasanya anak hadapi sehari-hari. Area loose parts yakni lingkungan yang dapat diubah-ubah, dipindah-pindah sesuai keinginan serta imajinasi seorang anak, sehingga ketika anak berinteraksi dengan menggunakan media loose parts, anak sudah dapat dikategorikan memasuki dunia kemampuan problem solving (pemecahan masalah) dan berpikir kreatif. Kata Kunci: Loose Parts, Sumber Belajar, Pengembangan Sains.