Amelia Rahma Evanti
Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relaksasi otot progresif untuk mengurangi kecemasan pada penderita skizofrenia Amelia Rahma Evanti
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 1 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v5i1.16278

Abstract

Subjek seorang perempuan berusia 30 tahun yang mengalami skizofrenia. Metode asesmen yang digunakan adalah wawancara, observasi, tes grafis, Bender Gestalt dan Woodworth’s Questionaire. Setelah dilakukan asesmen, diketahui bahwa subjek mengalami kecemasan maka tujuan intervensi adalah untuk mengurangi kecemasan. Intervensi yang diberikan adalah relaksasi otot progresif dalam lima sesi. Sesi perrtama dan kedua adalah pemberian teknik katarsis. Sesi ketiga adalah pemberian materi relaksasi pada keluarga. Sesi keempat adalah pemberian relaksasi otot progresif dan terakhir adalah follow up. Setelah dilakukan intervensi, subjek mengalami penurunan terhadap kecemasanya, yaitu dari skor 70 menjadi 30 sesuai dengan skala Subjective Units of Distress Scale (SUDS). Dukungan keluarga untuk membantu subjek melakukan relaksasi dapat meningkatkan keberhasilan dalam menurunkan kecemasan.
Token Economy untuk melatih kedisiplinan anak dalam melakukan kegiatan sehari-hari Amelia Rahma Evanti
Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi Vol. 5 No. 2 (2017): Procedia : Studi Kasus dan Intervensi Psikologi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/procedia.v5i2.16380

Abstract

Subjek seorang anak perempuan berusia 11 tahun. Metode asesmen yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Setelah dilakukan asesmen, maka tujuan dari intervensi adalah untuk melatih kedisiplinan anak dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Intervensi yang digunakan dengan pemberian token economy dalam enam sesi. Sesi pertama dan kedua pemberian penjelasan terhadap keluarga dan subjek mengenai intervensi. Ketiga dan keempat, evaluasi dan pemecahan hambatan yang muncul saat intervensi. Sesi kelima terminasi dan terakhir follow up. Setelah dilakukan intervensi, subjek menjadi terbiasa untuk tidur cepat namun terkadang masih sulit untuk dibangunkan. Token yang didapatkan subjek sudah memenuhi target, ini disebabkan karena semangat subjek untuk menjalankan jadwal yang diberikan dan stempel yang didapat. Subjek juga tidak pernah terlambat meskipun terkadang masih terburu-buru saat berangkat sekolah.