Johny Rakhman
Pusat Litbang Permukiman Jl. Panyaungan, Cileunyi Wetan – Kab. Bandung 40393

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pola Kegagalan Bangunan Nonstruktural Akibat Gempa Dangkal, 6,5 Skala Richter Johny Rakhman
Jurnal Permukiman Vol 3 No 4 (2008)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2008.3.339-345

Abstract

Peristiwa gempa bumi merupakan suatu peristiwa probabilistik yang disebabkan oleh gerakan permukaan bumi. Gempa bumi yang kuat pada saat kejadian dan memiliki intensitas yang besar disuatu lokasi tertentu dapat diukur baik itu besarannya berdasarkan skala richter termasuk waktu, jarak dan kedalaman dari sumber energi yang dikeluarkannya, sedangkan pusat gempa pada permukaan epicentrum dan titik fokus dibawahnya hypocentrum yang memiliki jarak kedalaman (focal depth) antara epicentrum dan hypocentrum dengan klasifikasi kedalaman: - Gempa Dangkal 0 - 69 km, - Gempa Sedang 70 - 300 km, - Gempa Dalam 300 - 700 km. Gempa Tektonik berkekuatan 6,5 Skala Richter yang tercatat disuatu lokasi tertentu menunjukkan bahwa goncangan yang terjadi dilokasi tersebut cukup kuat,  dan tergantung jarak kedalamannya, menurut SNI 03-1726-2002 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung, bangunan yang ada harus mengikuti kaidah atau persyaratan teknis dengan perhitungan percepatan tanah puncak sebesar 0,20 gal atau berada pada zona rawan gempa 4, sehingga kerusakan baik rusak total, berat, sedang dan ringan yang terjadi pada sarana dan prasarana yang ada dilokasi tersebut dapat dikurangi, terutama bagian-bagian penting untuk bangunan rumah yaitu pada sambungan struktur kolom dan balok yang sering ditemui kerusakannya setiap terjadi gempa tektonik.