Adhi Yudha Mulia
Pusat Penelitian dan Pengembangan Perumahan dan Permukiman, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jl. Panyawungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Karakteristik Limbah Tailing Sebagai Bahan Baku Mortar Siap Pakai Adhi Yudha Mulia; Indriansi Nirwana Sari
Jurnal Permukiman Vol 13 No 1 (2018)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2018.13.53-60

Abstract

Pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua masih tertinggal, disebabkan oleh mahalnya biaya konstruksi, dengan Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) Provinsi Papua tahun 2016 mencapai 239,98. Salah satu solusi adalah memanfaatkan limbah tailing sebagai bahan bangunan. Penelitian ini bertujuan mendapatkan komposisi mortar siap pakai berbahan baku tailing yang memenuhi persyaratan teknis dan aman bagi lingkungan. Penelitian ini meliputi rangkaian pengujian laboratorium untuk mengetahui komposisi kimia, karakteristik fisik dan gradasi tailing, karakteristik mekanik mortar, serta toksisitas tailing, campuran mortar dan produk mortar (campuran mortar ditambah air). Sampel tailing diambil di antara mile area (MA) 205 dan MA 227 di area pengendapan ModADA. Hasil uji komposisi kimia menunjukkan kandungan SiO2, Fe2O3, dan Al2O3 mencapai 68,8%. Analisis gradasi dan karakteristik fisik juga memenuhi persyaratan sebagai agregat halus. Komposisi mortar untuk plesteran, thinbed bata ringan dan finishing plaster dengan variasi filler kapur dan abu terbang memenuhi persyaratan kuat tekan, kecuali finishing plaster dengan filler abu terbang. Hasil uji TCLP terhadap 3 (tiga) fase tailing memenuhi persyaratan ambang batas untuk limbah B3. Berdasarkan hal tersebut, tailing memenuhi persyaratan teknis dan sebagian persyaratan toksisitas sebagai bahan baku mortar siap pakai. Apabila akan dikomersialisasikan, penulis merekomendasikan untuk dilakukan uji skala produksi, uji toksikologi Lethal Dose-50(LD50), serta analisis bisnis.