Max R. J. Runtuwene
Jurusan Kimia FMIPA Universitas Sam Ratulangi Manado

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal MIPA

Uji Toksisitas dengan Metode BSLT dan Analisis Kandungan Fitokimia Ekstrak Daun Soyogik (Saurauia bracteosa DC) dengan Metode Soxhletasi Muaja, Arter Dein; Koleangan, Harry S. J.; Runtuwene, Max R. J.
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.3000

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas dari ekstrak daun soyogik menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) dan menentukan kandungan fitokimia daun soyogik (Saurauia bracteosa DC). Ekstrak dibuat dengan cara soxhletasi menggunakan pelarut metanol. Uji toksisitas dilakukan dengan menggunakan larva udang Artemia salina Leach yang berumur 48 jam. Efek toksik ekstrak diidentifikasi dengan presentase kematian larva udang menggunakan analisis probit (LC50). Kandungan fitokimia meliputi fenolik, flavonoid dan tanin. Penelitian menunjukkan ekstrak daun soyogik bersifat toksik (LC50: 35,4 ppm). Kandungan senyawa fenolik (128 ppm), flavonoid (44,4 ppm), tanin (86,75 ppm).The aims of this research were to determine the toxicity of soyogik (Saurauia bracteosa DC)leaf extract using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) and the content of its compounds. The extraction was carried out ​​by soxhletation using methanol. Toxicity assay used Artemia salina Leach larvae of 48-hours age. Toxic effects of the extract were identified by the percentage mortality of shrimp larvae using probit analysis (LC50). Leaf extract was furthertested to phenolic, flavonoid and tannin contents. The results showed soyogik leaf extract was toxic (LC50: 35,4 ppm). The content of phenolic, flavonoid, and tannin compounds were 128 ppm, 44,4 ppm and 86,75 ppm, respectively.
Identifikasi Barcode Tumbuhan Gedi Merah (Abelmoschus manihot L. medik) dan Gedi Hijau (Abelmoschus moschatus) Berdasarkan Gen matK Fattah, Yusuf R.; Kamu, Vanda S.; Runtuwene, Max R. J.; Momuat, Lidya I.
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.5863

Abstract

Gedi (Abelmoschus L.) merupakan tumbuhan tropis. Tumbuhan ini memilki efek farmakologis. Masyarakat Minahasa mengkonsumsi daun gedi yang direbus tanpa diberi bumbu sebagai obat tradisional untuk menurunkan kadar kolesterol, antihipertensi dan antidiabetes. Suatu metode baru untuk mengidentifikasi dan menganalisis keanekaragaman genetika spesies telah dikembangkan dengan menggunakan potongan gen standar yang dikenal dengan teknik DNA barcoding. Salah satu gen yang terdapat pada tumbuhan yaitu gen matK telah digunakan sebagai gen standar untuk barcoding. Pada penelitian ini telah dilakukan isolasi DNA total dan gen matK penanda barcode DNA dari gedi merah dan gedi hijau, serta analisis in-silico terhadap produk gen matK gedi merah, gedi hijau, dan kerabat terdekatnya. Gen matK diisolasi dan diamplifikasi menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan primer forward (5’-CGTACAGTACTTTTGTGTTT ACGAG-3’) dan primer reverse (5’-ACCCAGTCCATCTGGAAATCTTGGTTC-3’). Hasil pengurutan nukleotida DNA barcode matK menunjukkan bahwa sebanyak 828 pb matK berhasil diisolasi untuk tumbuhan gedi merah dan tumbuhan gedi hijau. Urutan nukleotida matK gedi merah dan gedi hijau menunjukkan tingkat kemiripan yang tinggi, yaitu > 95%. Selain itu, hasil analisis in-silico menunjukkan bahwa protein MatK gedi dan kerabat terdekatnya bersifat hidrofobik.Gedi (Abelmoschus L.) is a tropical plant. This plant has the pharmacological effects. Minahasan people consumed boiled gedi without any spices addition to lower cholesterol level, blood pressure, and glucose level. A new method for identifying and analyzing the genetic diversity of species has been developed using standard gene known as DNA barcoding technique. One of the genes found in plants called matK gene was used as standard for DNA barcoding. In this research, identification of DNA barcode of red gedi and green gedi based on matK gene, and in-silico analysis on the matK gene products of red gedi, green gedi, and its closest relatives gedi have been done. matK gene was isolated with Polymerase Chain Reaction (PCR) using forward primer (5'-CGTACAGTACTTTTGTGTTTACGAG-3') and reverse primer (5'-ACCCAGTCCATCTGGAAATCTTGGTTC-3'). Barcode DNA of red and green gedi showed 828 bp nucleotide sequence based on matK gene. In addition, matK of both gedi showed high similarity, i.e. >95%. Furthermore, in-silico analysis of MatK gedi and its closest relative showed that this protein is hidrophobic.
Pemanfaatan Rimpang Kunyit (Curcuma domestica Val) Dalam Upaya Mempertahankan Mutu Ikan Layang (Decapterus sp) Pasaraeng, Erling; Abidjulu, Jemmy; Runtuwene, Max R. J.
Jurnal MIPA Vol 2, No 2 (2013)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.2.2.2013.1992

Abstract

Kunyit mengandung kurkumin dan minyak atsiri yang telah diketahui memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kunyit (Curcuma domestica Val) terhadap mutu ikan layang (Decapterus sp), melalui uji Total Volatile Base (TVB). Hasil perhitungan total nilai TVB untuk sampel ikan layang tanpa penambahan kunyit pada jam ke-6 adalah 92,4 mg N/100 g, untuk sampel ikan layang dengan penambahan kunyit 100 g adalah 37,8 mg N/100 g dan untuk sampel ikan dengan penambahan kunyit 200 g adalah 28,56 mg N/100 g. Hal ini menunjukan bahwa pemberian kunyit pada ikan layang mampu menghambat pertumbuhan bakteri sehingga dapat mempertahankan mutu ikan layang. Penambahan kunyit 200 g mempunyai nilai TVB paling rendah, artinya mempunyai daya penghambat yang lebih baik dari pada penambahan 100 g kunyit pada ikan layang.Turmeric contains curcumin and essential oil having antibacterial activity. This study was aimed to investigate the effect of turmeric (Curcuma domestica Val) on the quality of scad (Decapterus sp) using Total Volatile Base (TVB) test. The results showed that the TVB at hour 6 for scad samples without the addition of turmeric was 92.4 mg N/100 g, that for fish samples with the addition of 100 g turmeric was 37.8 mg N/100 g, and that for fish samples with the addition of 200 g turmeric was 28.56 mg N/100 g. This shows that administration of turmeric on scad could inhibit the growth of bacteria and maintain the quality of Decapterus sp. The addition of turmeric 200 g resulted in highest antibacterial activity reflected in the lowest value of TVB.
Uji Toksisitas Ekstrak Daun Benalu Langsat (Dendrophthoe petandra (L) Miq) dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) LC50 Wongkar, Jhon Smith; Runtuwene, Max R. J.; Abidjulu, Jemmy
Jurnal MIPA Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.4.2.2015.9132

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang toksisitas daun benalu langsat (Dendrophthoe petandra) dengan metode Brine Shrimp Letality Test (BSLT). Metode ini menggunakan etanol sebagai pelarut untuk mengekstrak daun benalu langsat dan udang Artemia salina sebagai organisme uji serta dilakukan pada suhu 25-30 0C. Sampel benalu langsat yang di uji didapatkan dari Desa Kali Selatan Kecamatan Pineleng Kabupaten Minahasa Sulawesi utara. Penentuan toksisitas dari ekstrak etanol daun benalu langsat menggunakan konsentrasi 500, 100, 20, 10, dan 1 ppm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin besar konsentrasi yang diberikan maka sifat toksisitas ekstrak daun benalu langsat juga akan semakin besar dengan nilai LC50 sebesar 0,561.A research on toxicity of benalu langsat (Dendrophthoe petandra) leaf by using Brine Shrimp Letality Test (BSLT) method has been done. This method using ethanol as solvent to extract benalu langsat leaf and shrimp Artemia salina as experimental organism at 25-30 oC. Benalu langsat leaf was obtained from village South Kali district Pineleng, Minahasa North Sulawesi. Toxicity examination used 500, 100, 20, 10, dan 1 ppm ethanol extract of benalu langsat leaf. The results showed that the higher the concentration of the extract, the higher the toxic effect shown with LC50 value of 0.561.
Uji Fitokimia dan Antioksidan dari Daun Yantan (Blumea chinensis DC) Rambi, Griffin A. D.; Kamu, Vanda S.; Runtuwene, Max R. J.
Jurnal MIPA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.1.2016.11409

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk menentukan kandungan fitokimia dan aktifitas antioksidan dari ekstrak etanol daun yantan (Blumea chinensis DC). Kandungan fitokimia yang diuji adalah total fenolik dan total flavonoid. Total fenolik menggunakan metode Folin-Ciocalteu  (Yadaf dan Agarwala, 2010), lalu untuk mengetahui total flavonoid menggunakan aluminium klorida (Sultana et al., 2011), dan pengujian aktifitas antioksidan menggunakan 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH) (Subedi et al., 2011). Hasil penelitian menunjukan kandungan fenolik total sebesar 26,75 mg/L dan kandungan flavonoidnya sebesar 12,56 mg/L,untuk pengujian aktifitas antioksidan didapatkan nilai IC50 sebesar 240,19 mg/L.Research have been done to determining the phytochemical compound and antioxidant activity of yantan (Blumea chinensis DC) leaves. The phytochemical compound which tested is phenolic total and flavonoid total. Phenolic total using Folin-Ciocalteu  method (Yadaf dan Agarwala, 2010), then to determining the total flavonoid using aluminium chloride (Sultana et al., 2011), and test of the antioxidant activity using 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil DPPH (Subedi et al., 2011).The result of the total phenolic content was showed 26,75 mg/L and the total flavonoid content is 12,56 mg/L, for antioxidant activity test obtained the value IC50 is 240,19 mg/L.
Penentuan Aktivitas Antioksidan Berdasarkan Nilai IC50 Ekstrak Metanol dan Fraksi Hasil Partisinya pada Kulit Biji Pinang Yaki (Areca vestiaria Giseke) ., Filbert; Koleangan, Harry S. J.; Runtuwene, Max R. J.; Kamu, Vanda S.
Jurnal MIPA Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.3.2.2014.6002

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan nilai IC50 ekstrak metanol dan hasil partisinya dari ekstrak Areca vestiaria Giseke. Penelitian dimulai dengan proses maserasi menggunakan pelarut metanol, kemudian dievaporasi pada suhu 40oC dan menghasilkan 27,3 g ekstrak pekat dari 330,2 g sampel. Selanjutnya, ekstrak metanol diuji aktivitas antioksidannya dan diperoleh nilai IC50 sebesar 8,3 ppm.. Ekstrak kemudian dipartisi dengan  pelarut n-heksana, etil asetat dan air dan dievaporasi. Seluruh fraksi kemudian diuji aktivitas antioksidannya dan fraksi etil asetat menunjukkan aktivitas antioksidan yang paling baik dengan nilai IC50 sebesar 10,9 ppm.The purposes of this research were to determine the IC50 values from methanol extract and its extract partition of extract Areca vestiaria Giseke. The research was started with maceration process using methanol as a solvent, then evaporated at 40oC which produce 27,3 g extract from 330,2 g sample. After that, methanol extract was tested its antioxidant activity and the result of IC50 values ​​was 8,3 ppm. And then, the extract was partitioned with n-hexane, ethyl acetate and water and evaporated. All of the fraction was then tested its antioxidant activity. Ethyl acetate fraction showed the best antioxidant activity with IC50 values ​​of 10,9 ppm.
Kajian Toksisitas dari Fraksi Heksana, Etil Asetat, dan Etanol Daun Soyogik (Sauraia bracteosa DC) Mojo, Triyono; Abidjulu, Jemmy; Runtuwene, Max R. J.
Jurnal MIPA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.1.2016.11411

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai Kajian Toksisitas dari Fraksi Heksana, Etil Asetat dan Etanol Daun Soyogik (Saurauia bracteosa DC). Daun Soyogik dikeringanginkan sampai kering dan dimaserasi berturut-turut menggunakan pelarut heksana, etil asetat dan etanol. Uji toksisitas dilakukan  menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT), kemudian diidentifikasi presentasi kematian larva udang menggunakan analisis probit (LC50). Hasil pengujian toksisitas menunjukkan nilai LC50 yaitu : fraksi  heksana (181,97), fraksi etil asetat (12,97) dan fraksi etanol (2,82).A research has been about Toxicity  of the Fraction Soyogik Leaves (Saurauia bracteosa DC) from Hexane, Ethyl Acetate and Ethanol. Soyogik leaves drying till dunes and maceratied successively using hexane, ethyl acetate and ethanol solvent. Toxicity tests performed using Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) methode. Toxicity testing showed the LC50 value is hexane fraction (181,97), ethyl acetate fraction (12,97) and fraction of ethanol (2,82).
Analisis Kandungan Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan dari Tanaman Lire (Hemigraphis repanda (L) Hall F.) Rompas, Dina E. B.; Runtuwene, Max R. J.; Koleangan, Harry S. J.
Jurnal MIPA Vol 5, No 1 (2016)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.5.1.2016.11410

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai analisis kandungan fitokimia dan aktivitas antioksidan dari ekstrak tanaman lire yang diekstraksi secara maserasi dengan menggunakan pelarut etanol. Analisis total kandungan fitokimia yaitu uji fenolik dengan menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan uji flavonoid menggunakan metode AlCl3. Uji antioksidan menggunakan metode DPPH. Berdasarkan hasil pengujian kandungan fenolik dan flavonoid ekstrak etanol tanaman lire, menunjukkan bahwa kandungan fenolik lebih tinggi dibandingkan dengan kandungan flavonoid. Hasil pengujian aktivitas antioksidan menunjukkan nilai IC50 sebesar 108,673 mg/L pada ekstrak etanol tanaman lire.Research have been done to analyze the phytochemical compound and antioxidant activity from lire plant extract which was extracted based on maceration method using the ethanol solvent. The phythochemical compound analysing to determining phenolik using Folin-Ciocalteu method and AlCl3 method for flavonoid test. Antioxidant activity using the DPPH method. Based on the result, the phenolic and flavonoid compound from extract ethanol of lire plants, was showed that phenolic compound more higher than flavonoid compound. The result of this test was showed the value of IC50 is 108.673 mg/L from the lire plant extract.