Winda Novaliany
Universital Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

LAYANAN KONSELING KELOMPOK BERBANTUAN MEDIA ULAR TANGGA UNTUK MENGURANGI SETRES AKADEMIK SISWA SMK FARMASI PELAIHARI Winda Novaliany
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 10: Maret 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i10.1342

Abstract

Bimbingan dan Konseling merupakan layanan yang terintegral dalam dunia pendidikan. Bimbingan dan Konseling merupakan proses interaksi antara konselor dengan konseli baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka untuk membantu konseli agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau pun memecahkan permasalahan yang dialaminya. Media permainan ular tangga ini bertujuan agar dapat meningkatkan keaktifan siswa, semangat dalam belajar, dan memiliki keberanian dalam mengemukakan pendapat yang akan berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa, serta dapat mempermudah guru untuk menyampaikan materi pembelajaran. (Sunaengsih, 2016) mengungkapkan bahwa ‚Media pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap mutu pembelajaran. Tujuan konseling kelompok adalah berkembangnya kemampuan sosialisasi siswa, khususnya kemampuan berkomunikasinya. Melalui konseling kelompok hal-hal yang dapat menghambat atau mengganggu sosialisasi dan komunikasi siswa diungkap dan didinamikakan melalui berbagai teknik, sehingga kemampuan sosialisasi dan berkomunikasi siswa berkembang secara optimal. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil kesimpulan, bahwa mengurangi setres akademik siswa dengan menggunakan layanan konseling berbantuan permainan uar tangga dapat digunakan untuk menurunkan tingkat setres pada siswa kelas XII SMK Farmasi Bajingah Rt 15 Rw 01 Kelurahan Saranghalang Kabupaten Tanah Laut yaitu dengan cara permainan ular tangga yang memfasilitasi siswa untuk tenang, kondusif dan senang. Hal ini dapat dilihat dari menurunnya tingkat setres sebelum diberikan tindakan pada tiap siklusnya agar siswa tetap merasa nyaman dan tenang dalam permainan