Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH KEMAMPUAN BERNALAR DAN PENGUASAAN STRUKTUR TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS ARGUMENTASI Weti Yunaika
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 3 No 1: Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v3i1.1670

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kemampuan bernalar terhadap menulis argumentasi. Mengetahui pengaruh penguasaan struktur terhadap kemampuan menulis argumentasi. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh kemampuan bernalar dan penguasaan struktur secara bersama-sama terhadap kemampuan menulis argumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analisis. Sampel penelitian adalah 50 siswa kelas XI yang dipilih secara random dari seluruh siswa kelas XI SMA Islam Darul Abror Kota Bekasi. Pengumpulan data dilaksanakan dengan cara memberikan tes tertulis kepada sejumlah sampel penelitian. Analisis data dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh kemampuan bernalar dan penguasaan struktur secara bersama-sama terhadap kemampuan menulis argumentasi sebagai berikut: terdapat pengaruh yang signifikan kemampuan bernalar dan penguasaan struktur secara bersama-sama terhadap kemampuan menulis argumentasi. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai Fo = 8,364 dan Sig. 0,001 < 0,05. Secara bersama-sama variabel bahwa secara bersama-sama variable kemampuan bernalar dan penguasaan struktur memberikan kontribusi sebesar 26,2 % terhadap variabel kemampuan menulis argumentasi. Terdapat pengaruh yang signifikan kemampuan bernalar terhadap kemampuan menulis argumentasi. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai thitung = 3,062 dan Sig. 0,004 < 0,05. Variabel kemampuan bernalar memberikan kontribusi sebesar 13,67 % dalam meningkatkan kemampuan menulis argumentasi. Terdapat pengaruh yang signifikan pengaruh yang signifikan penguasaan struktur terhadap kemampuan menulis argumentasi. Hal ini dibuktikan dengan perolehan nilai thitung = 2,948 dan Sig. 0,005 < 0,05. Variabel penguasaan struktur memberikan kontribusi sebesar 12,58 % dalam meningkatkan kemampuan menulis argumentasi
PERAN BAHASA INDONESIA DALAM PELESTARIAN BUDAYA LOKAL Weti Yunaika; Arifannisa Arifannisa
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 2 No. 9: Februari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jirk.v2i9.5016

Abstract

Budaya lokal dapat dirumuskan sebagai bentuk dari nilai-nilai lokal yang terwujud dari hasil pemikiran serta perilaku masyarakat tersebut yang terbentuk secara alami seiring berjalannya waktu. Pada umumnya, ia dapat berwujud sebagai hasil seni, tradisi, hukum adat, ataupun pola pikir. Sebagai sarana kebudayaan, dilihat dari pemerkayaan kebudayaan indonesia melalui daerah dilakukan dengan menggunakan bahasa Indonesia. Seperti dimaklumi penerima kebudayaan hanya bisa terwujud apabila budaya itu dimengerti, dipahami, dan dijunjung masyarakat pemakai bahasa itu. Bahkan sering dinyatakan bahwa kebudayaan dapat terjadi apabila ada bahasa, karena bahasalah yang memungkinkan terbentuknya kebudayaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, bahasa Indonesia memiliki peran penting dalam pelesterian budaya lokal.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS LITERASI DIGITAL BAGI ANAK USIA SEKOLAH MENENGAH Weti Yunaika
JURNAL PENGABDIAN MANDIRI Vol. 2 No. 2: Februari 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejak berlakunya kebijakan social distancing khususnya pada dunia pendidikan dimana proses pembelajaran bagi siswa dialihkan mejadi belajar di rumah. Dalam proses pembelajaran jarak jauh perlu didukung dengan keberadaan dari teknologi digital. Namun kenyataannya hampir sebagian masyarakat belum mampu menggunakan teknologi tersebut secara baik. Oleh sebab itu literasi digital selayaknya diperluas agar dapat mendidik kepribadian bangsa, khususnya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Persiapan dilakukan dengan melakukan survey pendahuluan untuk mengetahui apa yang dibutuhkan para peserta dalam kegiatan pembelajaran. Adapun hasil kegiatan ini berdasarkan tahapan pelaksanaannya adalah: Adapun hasil kegiatan ini berdasarkan tahapan pelaksanaannya adalah: (1) pada tahap persiapan dihasilkan kebutuhan yang mendasar bagi peserta didik terkait dengan pembelajaran yakni literasi digital dalam pembelajaran bahasa Indonesia; (2) pada tahap pelaksanaan, dilakukan presentasi materi oleh tim dan latihan mengembangkan media; (3) pada tahap evaluasi dihasilkan respon peserta terhadap pelaksanaan kegiatan, yang disimpulkan bahwa kegiatan workshop memberikan hal baru bagi peserta dalam memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran.