Indyo Pratomo
Pusat Survei Geologi, Badan Geologi, Jln Diponegoro No 57, Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEDIMENTOLOGI DAN STRATIGRAFI HOLOSEN DATARAN PANTAI MEDAN - BELAWAN SEKITARNYA, SUMATERA UTARA Herman Moechtar; Herman Mulyana; Indyo Pratomo
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 5, No 2 (2007)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4794.875 KB) | DOI: 10.32693/jgk.5.2.2007.138

Abstract

Studi sedimentologi dan stratigrafi endapan Kuarter di dataran pantai Medan – Belawan dibedakan menjadi enam lingkungan pengendapan. Yaitu endapan-endapan rawa, laut, pantai, rawa bakau, dataran banjir, dan alur sungai. Berdasarkan korelasi perubahan lingkungan pengendapan secara lateral dan vertikal, rangkaian sedimen Kuarter tersebut dapat dibedakan menjadi empat Interval Pengendapan (I – IV). Setiap interval dicirikan oleh berubahnya lingkungan yang dikontrol oleh perubahan iklim dan muka laut Holosenl. Perkembangan dari endapan Kuarter dan pengisisan cekungan cekungan di daerah dataran pantai Medan – Belawan dipengaruhi oleh peristiwa global. Perubahan dari sirkulasi iklim dan turun naiknya muka laut selama proses pengendapan berlangsung adalah berkaitan dengan perisitiwa global tanpa dipengaruhi oleh efek tektonik. Studi yang dilakukan mencakup analisis sedimentologi dan stratigrafi terhadap empat belas pemboran yang dilakukan di sepanjang lintasan yang berarah utara – selatan dari Medan hingga Belawan. Kedalaman pemboran berkisar antara 5,0 hingga 15,0 m.Kata Kunci: Sedimentologi dan stratigrafi, Holosen, dataran pantai Studies of sedimentology and Stratigrafi on Quaternary deposits in the coastal plain of Medan– Belawan surroundings, North Sumatera revealed six depositional environments. These are swamp, marine, beach, marsh, floodplain, and channel deposit environments. Based on the correlation of the lateral and vertical variation of the depositional environment, whereas the successsion of the Quaternary sediments can be divided into four sedimentary intervals (I – IV). Each interval is typically for environment changes which is controlled by sea level and climatic especially during Holosen. The development of the Quaternary sediments and basin fill in the coastal plain of Medan to Belawan area was influenced by global events. Changes in climatological and relative sea level during during depostional processes were included clobal changes without influenced by tectonic. The study was based on analyses of sedimentology and stratigraphy of fourteen borehole information obtained along the North to South traverse from Medan to Belawan. The penentration of the bore head varied from 5.0 to 15.0 m. Keywords: Sedimentology and stratigraphy, Holosen, coastal plain
KARAKTER ENDAPAN KUARTER DI LEPAS PANTAI TEPIAN CEKUNGAN SUMATERA TENGAH - P. KUNDUR Suyatman Hidayat; Indyo Pratomo
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 6, No 2 (2008)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.044 KB) | DOI: 10.32693/jgk.6.2.2008.152

Abstract

Studi yang dilakukan pada karakter endapan Kuarter di lepas pantai tepian cekungan Sumatera Tengah-P. Kundur mencakup analisis sedimentologi dan stratigrafi terhadap lima belas hasil pemboran yang dilakukan di sepanjang lintasan yang berarah barat - timur di baratlaut P. Kundur. Kedalaman pemboran berkisar antara 8,00 hingga 27,00 m. Studi ini, menunjukkan terdapatnya enam lingkungan pengendapan. Keenam lingkungan pengendapan itu ialah: endapan-endapan material rombakan (Mr), alur sungai (F), limpah banjir (Fp), cekungan banjir (Fb), pantai (Br), dan dekat pantai sampai lepas pantai. Berdasarkan korelasi perubahan lingkungan pengendapan secara lateral dan vertikal, diketahui pula bahwa runtunan stratigrafi tersebut dicirikan oleh berubahnya lingkungan pengendapan yang dikendalikan oleh perubahan iklim dan muka laut, dan mungkin juga oleh tektonik. Selama proses pengendapan, aktifitas perubahan iklim terekam dalam 4 fasa kejadian ialah: (1) minimum, (2)minimum menuju maksimum, (3)maksimum menuju minimum, dan (4)minimum. Kata kunci: Endapan Kuarter, iklim, muka-laut, tektonik The study of the Quaternary sediment characters on offshore of the Central Sumatera basin margin-Kundur Island was based on the analyses of sedimentology of fiveteen boreholes information obtained along the West to East at the northwest of Kundur Island. The penetration of the bore head varied from 8.00 to 27.00 m. This study revealed six deposition environments. These are: mass flow (Mr), river channel (F), floodplain (Fp), floodbasin (Fb), beach (Br), and nearshore to offshore (M) deposits . Based on the correlation of the lateral and vertical variation of the depositional environments, the stratigraphy successions/characterized by the variation of the depositional environments which is controlled by climatic and sea level changes, and also probably by tectonic. During the deposition processes, the activity of climatic changes were recorded in four stages episodes: (1)minimum, (2)minimum to optimum, (3)optimum to minimum, and (4)minimum. Keywords: Quaternary sediments, climate, sea-level, tectonic