Suhartati M. Natsir
Pusat Penelitian Oseanografi LIPI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KETERKAITAN FORAMINIFERA DAN KEDALAMAN PERAIRAN SEBELAH TENGGARA PULAU SERAM, MALUKU Suhartati M. Natsir; Kresna Tri Dewi; Sri Ardhyastuti
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 15, No 2 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1002.513 KB) | DOI: 10.32693/jgk.15.2.2017.389

Abstract

Daerah penelitian merupakan perairan dalam di tenggara Pulau Seram yang berbatasan antara Laut Seram di bagian utara dan Laut Banda di bagian selatan. Laut dalam merupakan ekosistem unik yang perlu diketahui kandungan biotanya termasuk foraminifera. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan keterkaitan foraminifera dengan laut dalam. Penelitian foraminifera menggunakan 9 (sembilan) sampel sedimen hasil cucian melalui proses preparasi, observasi dan analisis spesies. Hasil pengamatan menemukan 20 spesies foraminifera planktonik didominasi oleh Globigerina bulloides dan beberapa spesies lain yang kurang melimpah diantaranya Globorotalia tumida, Orbulina suturalis dan Orbulina universa. Ditemukan 9 spesies foraminifera bentonik dalam jumlah kurang melimpah dan diwakili oleh kehadiran Bolivinella elegans sebagai komponen laut dalam. Nilai rasio foraminifera planktonik dan bentonik (rasio P/B) pada semua stasiun lebih dari 90% yang termasuk dalam klasifikasi lingkungan batial bawah. Kata kunci: foraminifera, rasio P/B, kedalaman, Pulau Seram The study area is deep sea located in south eastern part of Seram Island that facing too deep seas of Seram and Banda. The deep sea is a unique ecosystem that should be explored the biota composition, including foraminifera. The aim of this study is to determine the assemblage and relationship between foraminifera and water depth. The foraminiferal study used 9 (nine) washed sediment samples through sample preparation, observation and species analysis. There are 20 identified species of planktonic foraminifera dominated by Globigerina bulloides and other several species which are less abundant such as Globorotalia tumida, Orbulina suturalis and Orbulina universa. It is found 9 species of benthic foraminifera that were less abundant and represented by Bolivinella elegans as deep water component. The ratio values between planktonic and benthonic foraminifera (P/B ratio) for all samples are more than 90% that is classified as lower bathyal zone.Keywords: foraminifera, P/B ratio, water depth, Seram Island
DIVERSITAS DAN DISTRIBUSI FORAMINIFERA DI SELAT BENGGALA DAN SEKITARNYA, ACEH Suhartati M. Natsir; Singgih P.A. Wibowo
JURNAL GEOLOGI KELAUTAN Vol 17, No 1 (2019)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.563 KB) | DOI: 10.32693/jgk.17.1.2019.560

Abstract

Penelitian foraminifera di sekitar Selat Benggala belum diketahui namun telah ada penelitian dari sekitar pulau-pulau kecil di laut lepas Aceh. Penelitian mengenai keragaman dan sebaran foraminifera di perairan tersebut penting dilakukan sebagai data awal untuk interpretasi lingkungan pengendapan terkait batimetri, oseanografi, ekologi, klimatologi purba dan lain-lain. Hasil identifikasi foraminifera di sekitar Selat Benggala diperoleh 19 spesies foraminifera plangtonik dan 43 spesies foraminifera bentik. Nilai rasio foraminifera plangtonik dan foraminifera bentik (rasio P/B) relatif bervariasi berkisar antara 0 dan 81,84%. Nilai nol dijumpai di tiga stasiun yang didominasi oleh Amphistegina, Calcarina dan Heterostegina penciri lingkungan terumbu karang. Nilai rasio PB tertinggi tidak dijumpai pada stasiun dengan kedalaman tertinggi (1485 m) namun di stasiun yang berdekatan dengan pantai barat Pulau Weh pada kedalaman 101 m. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan pola arus setempat dan morfologi dasar laut (kemiringan lereng) sehingga terjadi akumulasi spesimen foraminifera plangtonik.Kata kunci: foraminifera, rasio P/B, kedalaman, Selat Benggala, Aceh.Foraminiferal study from Benggala Strait is unknown but it has been studied from surrounding small islands off Aceh. The study of diversity and distribution of foraminifera from the present study area is important as the initial data for the interpretation of the environmental deposition, paleo-bathymetry, paleo-oceanography, ecology, climatology and others. This study has identified 19 planktonic foraminifera and 43 species of benthic from Benggala Strait. The ratio of benthic and planktonic foraminifera (PB ratio) are varied between 0 and 81.84%. The zero value is found in three stations that dominated by Amphistegina, Calcarina, and Heterostegina associated with coral environment. The highest value of PB ratio is not found in the deepest depth (1485 m) but in a station that is close to western coast of Weh island with 101 m water depth. It may related to local current system and seafloor morphology (slope gradient) that accumulated specimens of planktonic foraminifera. Keywords: foraminifera, P/B ratio, water depth, Benggala Strait, Aceh.