Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PEMBUATAN SEL CAPACITIVE DEIONIZATION BERBASIS KARBON AKTIF DAN MEMBRAN UNTUK DESALINASI AIR GARAM Permatasari, Leah Mina; Rosi, Memoria; Andiani, Linahtadiya
Telkatika: Jurnal Telekomunikasi Elektro Komputasi & Informatika Vol. 1 No. 2 (2022): Juni 2022
Publisher : Perpustakaan Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capacitive Deionisation (CDI) merupakan salah satu metode desalinasi dengan cara  mengikat ion-ion garam air laut dengan memberikan tegangan di antara dua elektroda karbon berpori. Metode ini banyak dikembangkan karena biaya yang murah dan hemat energi karena dioperasikan pada tegangan DC yang rendah (1, V). Bahan elektroda yang sering digunakan adalah karbon aktif. Karena memiliki luas permukaan spesifik yang besar (lebih dari 1000 m2/g) yang berfungsi untuk menyimpan ion-ion garam. Pada beberapa aplikasi desalinasi dilaporkan penambahan membran penukar ion dapat menahan ion-ion garam untuk terlepas dari pori-pori karbon aktif. Pada penelitian ini akan dilakukan pengukuran menggunakan sel CDI yang terbuat dari material karbon aktif, CMC, dan membran penukar ion (SSA) dengan debit rendah, yaitu 10 ml/menit. Serta dilakukan perbandingan pengukuran antara sel CDI dengan variasi membran dan sel CDI tanpa membran pada debit yang sama. Diperoleh hasil pengukuran pada sel CDI variasi membran dengan pengurangan konduktivitas sebesar 59,30% dalam 55 siklus, sedangkan sel CDI tanpa membran memiliki tingkat pengurangan kadar garam pada debit 10 ml/menit sebesar 26,58% dalam 23 siklus. Kata Kunci: Capacitive Deionisation (CDI), Karbon Aktif, Membran SSA, Desalinasi.
ACTIVATED CARBON PREPARED FROM COCONUT SHELL POWDER WITH LOW ACTIVATION TIME AS SUPERCAPACITOR ELECTRODES Rosi, Memoria; Fatmizal, M. Nanang Ziad; Siburian, Dedy Hendra; Ismardi, Abrar
Indonesian Physical Review Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ipr.v6i1.205

Abstract

In this study, we prepared activated carbon from coconut shell with a low activating time for activated carbon (AC). The coconut shell powder (< 100 µm) allows for an effective pyrolysis process and low activation time (30 min) that reduces the cost of production. The AC has characteristics of micropore with average size of 1.9 nm and a surface area of 460.50 m2/g. For supercapacitor electrode, the AC electrodes have capacitance of 50, 66, and 67.5 F/g when 0.5 M, 1 M, and 2 M of Na2SO4 electrolyte was being inserted, respectively. In addition, the equivalent series resistance (ESR) of the AC electrode was 6.6; 4.3, and 4.1 W for 0.5 M, 1 M and 2 M of Na2SO4 electrolyte. These results indicate that the coconut shell powder can be an alternative source for supercapacitor application with moderate performance.
Sintesis Grafit Tereksfoliasi Dengan Larutan Garam K2SO4 Menggunakan Metode Elektrokimia Aji, Indrianto Bayu; Rosi, Memoria; Andiani, Linahtadiya
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak- Pada penelitian ini telah dilakukan sintesis grafit yang berasal dari pensil 2b menjadi exfoliated graphite dengan larutan garam anorganik K2SO4 menggunakan metode elektrokimia. Variasi konsentrasi larutan garam yang digunakan adalah 0,05 M, 0,1 M, 0,2 M, 0,35 M dan 0,5 M kemudian tegangan yang digunakan dalam proses eksfoliasi pada metode elektrokimia sebesar 15 V selama 3 menit. Konsentrasi 0,2 M dianggap optimal karena mendapatkan nilai yield tertinggi yaitu sebesar 15,12 %. Konduktivitas maksimal sebesar 10,5 x 10-3 s/m2, berdasarkan hasil cyclic voltammetry nilai kapasitansi tertinggi sebesar 21,2 F/g dan untuk karakterisasi galvanostatic charge discharge menunjukkan bahwa waktu pengisian dan pengosongan sebesar 2 µs. Sedangkan sebagai pembanding, untuk elektroda grafit tanpa eksfoliasi didapatkan nilai konduktivitas sebesar 0,7 x 10-3 s/m2 dan untuk kapasitansi sebesar 1,2 F/g. Elektroda pembanding melakukan pengisian pengosongan lebih lama sebesar 4 µs dikarena tidak melewati tahap aktivasi melalui metode elektrokimia.kan Kata Kunci- Grafit, exfoliated graphite, K2SO4, metode elektrokimia, superkapasitor
Sintesis Grafit Tereksfoliasi Dengan Na2O4 Menggunakan Metode Elektrokimia Santoso, Ricky Anthony; Rosi, Memoria; Andiani, Linahtadiya
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Pada penelitian ini, dilakukan sintesis grafit tereksfoliasi dari batangan isi pensil 2B (grafit). Proses sintesis dilakukan menggunakan larutan garam anorganik Na2SO4 dengan metode elektrokimia. Sintesis grafit tereksfoliasi divariasi berdasarkan konsentrasi Na2SO4. Variasi konsentrasi Na2SO4 yang digunakan adalah 0,05 M; 0,1 M; 0,2 M; 0,3 M; dan 0,4 M. Proses elektrokimia dilakukan dengan tegangan 20 V. Grafit tereksfoliasi yang telah disintesis dikarakterisasi dengan tiga jenis pengukuran, yaitu four 3 point probe, galvanostatic charge 3 discharge, dan cyclic voltammetry untuk menentukan konduktivitas dan nilai kapasitansi spesifik dari grafit tereksfoliasi. Dari hasil karakterisasi tersebut ditunjukan adanya peningkatan konduktivitas dan kapasitansi spesifik sebesar 25,6 uS/m dan 31,8 mF/g saat menggunakan konsentrasi 0,3 M dari sebelumnya yang hanya 4,56 uS/m dan 4,48 mF/g saat menggunakan serbuk batangan isi pensil 2B (grafit). Kata kunci - Grafit Tereksfoliasi, Na2SO4, Elektrokimia