This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
Abd. Shadiq Kawu
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELAYANAN KEMENTERIAN AGAMA TERHADAP PENGANUT AGAMA BUDDHA DI KOTA PAREPARE SULAWESI SELATAN Abd. Shadiq Kawu
Al-Qalam Vol 19, No 2 (2013)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.192 KB) | DOI: 10.31969/alq.v19i2.152

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian yang menelusuri pelayanan Kementerian Agama kepada penganutagama Buddha di Kota Perepare, Sulawesi Selatan. Penelitian ini berfokus pada tiga masalah penelitian,yaitu; bagaimana pelayanan kementerian agama terhadap penganut agama Buddha, faktor-faktoryang mempengeruhi kualitas pelayanan, dan tanggapan tokoh agama dan tokoh masyarakat terhadappelayanan yang diberikan kepada penganut Buddha. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen. Analisis datadengan metode deskriptif-analitis. Pelayanan yang diberikan kepada umat Buddha di Kota Pareparedalam bidang penyiaran agama, yaitu dengan menyediakan tiga tenaga penyuluh agama, satudiantaranya adalah penyuluh agama yang berstatus PNS. Pelayanan dibidang penidikan agama adalahbantuan dari kanwil kemenag Sulsel berupa bantuan kepada dua Sekolah Minggu Buddhis yang ada diKota Parepare. Pelayanan dalam hal tempat ibadah, adalah pemberian rekomendasi dan izin pendirianvihara. Faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan adalah problem minimnya jumlah SDM selakustake holder pemberi layanan, tidak adanya alokasi anggaran untuk pelayanan keagamaan kepadapenganut agama Buddha oleh kementerian agama Parepare, tidak adanya struktur penyelenggara bimasagama Buddha di lingkungan kemenag kota Parepare, dan tidak adanya sarana dan pra sarana yangmenunjang maksimalisasi penyelenggaraan pelayanan yang diberikan kepada penganut agama Buddha.Tokoh agama dan tokoh masyarakat menyoroti mnimnya pemberian pelayanan terhadap penganutagama Buddha di Parepare.
PERGESERAN PARADIGMA KEAGAMAAN MAHASISWA MUSLIM DI UNIVERSITAS WIDYAGAMA MAHAKAM SAMARINDA Abd. Shadiq Kawu
Al-Qalam Vol 21, No 2 (2015)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.064 KB) | DOI: 10.31969/alq.v21i2.240

Abstract

Penelitian ini berupaya mengidentifikasi pergeseran paham keagamaan yang terjadi dikalanganmahasiswa sekaligus memahami bagaimana pergeseran itu terjadi. Penelitian menggunakan metodekualitatif dan penggalian data dilakukan dengan cara wawancara terhadap tokoh-tokoh yang dipilih(purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pergeseran paham yang terjadi di kalanganmahasiswa muslim di UWGM Samarinda adalah pergeseran paham keagamaan ke arah pahamkeagamaan yang revivalis-modernis. Pergeseran pemahaman keagamaan tersebut disebabkan olehkuatnya penetrasi kelompok tarbiyah Ikhwanul Muslimin hingga akhirnya berhasil menguasai LembagaDakwah Kampus yang memiliki saluran resmi dari kampus. Dalam konteks kehidupan dewasa inipaham keagamaan yang diusung sangat resisten karena bersikap anti terhadap berbagai khasanah tradisiIslam lokal termasuk juga sikap yang cenderung intoleran terhadap kelompok Islam yang tidak sehaluandengan mereka.
ORIENTASI KEAGAMAAN MASYARAKAT SEI PINANG LUAR, KECAMATAN SAMARINDA ILIR, KOTAMADYA SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR Abd. Shadiq Kawu
Al-Qalam Vol 7, No 2 (1995)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.199 KB) | DOI: 10.31969/alq.v7i2.613

Abstract

Pembangunan selalu dikaitkandengan modernisasi. Dalam prosesini, terjadi perubahan pada hampirsemua aspek kehidupan masyarakat.Perobahan watak dan tingkah lakumasyarakat, serta orientasi sosial jugasecara langsung akan bergeser, begituprogram-program pembangunan berlangsungsecara intensif.Pembangunan bidang agama, sebagaimanadirumuskan dalam GBHNdiarahkan kepada penataan kehidupanberagama dan kepercayaan terhadapTuhan Yang Maha Esa yang tercermindalam kehidupan sehari-haridengan semakin meningkatnya kerukunankehidupan umat beragama,baik antar umat beragama maupunintern umat beragama. Hal ini dapatdiartikan bahwa pembangunan bidangagama masihbertumpu pada upayapenciptaan tiga kondisi ideal, yaitu :kadar keimanan dan ketakwaan yangtinggi; wawasan keberagamaan yangluas, matang, dan berkembang; dankerukunan keberagamaan yangmantap dan dinamis untuk menyukseskanpembangunan nasional.Dari serangkaian penelitian yangdilaksanakan Badan Litbang Agamadapat dirumuskan bahwa pelaksanaanpembangunan di tanah air selama 25tahun terakhir ini telah melahirkanberbagai perubahan dalam masyarakatyang disebabkan oleh adanya prosesakulturasi antara budaya setempatdengan budaya asing yang akandatang kemudian lewat jalur komunikasidan transfortasi disampingdisebabkan adanya perobahan-perobahanmendasar yang berasal daridalam masyarakat sendiri. Dengankondisi semacam itu, diasumsikantelah terjadi perubahan orientasikeagamaan pada masyarakat dibandingkandengan sepuluh tahunterakhir.Dari pemikiran tersebut masalahpenelitian ini dapat dirumuskan sebagaiberikut :Bagaimana corak orientasi keagamaanpada berbagai komunitas di Indonesia.Permasa.lahan tersebut secaraspesifik dapat dirumuskan beberapapertanyaan penelitian, yaitu :1. Apakah terdapat perbedaan orientasikeagamaan masyarakat,terutama pada suatu etnis tertentu(khususnya etnik Kutai di SamarindaPropinsi Kalimantan Timur),setelah mengalami terpaan modernisasipembangunan selama sepuluhtahun terakhir.2. Bagaimana corak orentasi keagamaanyang terdapat pada komunitasetnik Kutai, terutama yangberada di Samarinda PropinsiKalimantan Timur,