This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
St. Arafah
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENENGOK KEBERISLAMAN KELOMPOK MAJELIS ILMI AL-AMIN DI KABUPATEN BOALEMO St. Arafah
Al-Qalam Vol 24, No 1 (2018)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.459 KB) | DOI: 10.31969/alq.v24i1.441

Abstract

Munculnya kelompok yang dianggap sempalan akan berpontesi melahirkan konflik, mereka hadir membawa paham dan praktik keagamaan yang berbeda dengan yang dianut kebanyakan umat di Indonesia dan secara kuantitas jumlah mereka sangat sedikit. Disisi lain, kehadiran kelompok atau paham yang berbeda ini akan membawa pada sikap destruktif. Penelitian mendeskripsikan tentang keberadaan kelompok Majelis Ilmi Al-Amin, yang oleh pembimbingnya mengkalim telah menerima ilham, hidayah bahkan menyebutnya “wahyu”,  mengenai ilmu kegaiban melalui proses dialog. Proses penelusuran data dengan menggunkana teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok  Majelis Ilmi Al-Amin telah eksis sejak 2007 hingga kini walaupun telah mengalami pelemparan dan pengusiran oleh masyarakat hingga akhirnya kelompok ini berpindah tempat untuk melakukan aktifitas. Kelompok ini oleh masyarakat dan pemerintah menklaim sebagai kelompok yang memiliki ajaran yang menyimpang utamanya dalam hal pelaksanaan syari’ah, bahkan bagi para jama’ah tidak lagi melaksanakan shalat sebagaimana lazimnya karena kelompok ini tidak mau dikatakan “riya” jika mereka melaksanakan shalat khususnya berjama’ah di masjid, sehingga shalat itu dilakukan secara bhatin saja, pada pelaksanaan puasa mereka telah berada pada tingkatan al-khawaisul khawas, dan haji tidak perlu ke tanah suci.
THE EFFECTIVENESS OF HAJJ RITUAL GUIDANCE SERVICES BY THE MINISTRY OF RELIGIOUS AFFAIRS ON EASTERN INDONESIA St. Arafah
Al-Qalam Vol 26, No 1 (2020)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.557 KB) | DOI: 10.31969/alq.v26i1.822

Abstract

The main goal to pilgrimage is to achieve the predicate haji mabrur (a pilgrim that completely undergoes the rituals and principles) through its rituals. The Ministry of Religion, specifically the Office of Religious Affairs as the vanguard, has duties and fuctions one of which is to provide Hajj ritual guidance services to prospective pilgrims. This study aimed to determine the level of effectiveness of Hajj ritual guidance services at the Ministry of Religion in Eastern Indonesia, by measuring four dimensions broken down into six indicators namely managerial (committee and supervisor), management (planning and implementation), programs (ritual guidance material) hajj), and facilities and infrastructure. This study used quantitative methods, by distributing questionnaires to 900 respondents in 14 cities in Eastern Indonesia, using the Slovin formula with an estimated error of 0.03. The selection of cities was carried out randomly including Balikpapan, Tarakan, Makassar, Palopo, Parepare, Ternate, Tidore, Gorontalo, Kotamubagu, Kendari, Bau-Bau, Ambon, Tual, and Jayapura. Quantitative data analysis used the liker scale (1-4), and the data were analyzed descriptively. The results showed that the effectiveness of the pilgrimage guidance services at the Ministry of Religion in Eastern Indonesia with a total index was; 3.55 or categorized as "very effective", which were committee indicators (3.54) supervisors (3.47), (3.27) entire planning (3.32), services (3.26), program indicators / guidance materials (3.37), and indicators of facilities and infrastructure (3.34). Hajj ritual services at the Ministry of Religion need to be conducted sustainably through practices for all prospective pilgrims. In addition, The instructor  need to be trained better to improve in the mastery of the Hajj rituals, as well as the maintenance of regulations and facilities and infrastructure required in the Hajj ritual services.