This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
Sirajuddin Ismail
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

KERUKUNAN HIDUP UMAT BERAGAMA DI DESA PESU KECAMATAN WEDI KABUPATEN KLATEN Sirajuddin Ismail
Al-Qalam Vol 4, No 1 (1992)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (47.254 KB) | DOI: 10.31969/alq.v4i1.653

Abstract

Penelitian tentang Kerukunan HidupUmat Beragama, tidak terlepas pada suatugejala keagamaan yang muncul dalammasyarakat, gejala kemasyarakatan tersebuttidak berdiri sendiri, artinyakedudukanpelaku sebagai penganut agama tidak berdirisendiri, tetapi ada kaitannya dengankedudukan ekonomi, hubungan kerabat,politik dan kehidupan sosial
TA'ZIAH DI NASARA (Studi Tentang Penggunaan Lektur Keagamaan) Sirajuddin Ismail
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.101 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i1.631

Abstract

Manusia dalam hidup dan kehidupannya;di dunia mempunyai beraneka ragamkebutuhan yang haras dipenuhi, baik secaraindividu maupun secara bersama-samasebagai suatu satuan kegiatan, menyebabkanterwujudnya beraneka ragam model pengetahuanyang menjadi pedoman hidup. Pedomanhidup itu masing-masing bergunaatau relefan untuk usaha memenuhi kebutuhanmanusia. Kebudayaan dilihat sebagaiterdiri dari unsur-unsur yang masingmasingberdiri sendiri tetapi satu sama lainsaling berkaitan. Unsur-unsur tersebutadalah; Bahasa dan komunikasi, ilmu pengetahuan,tehnologi, ekonomi, organisasisosial, aga-ma, kesenian. (Suparlan, 1986 :10) Pakar lain menyebutketujuh unsur tersebut"Unsur kebudayaan yang universal",dan merupakan unsur yang pasti bisaditemukan disemua kebudayaan di dunia,baik yang hidup dalam masyarakat pedesaanyang kecil terpencil maupun dalammasyarakat kekotaan yang besar dan komplex.(Koentjaraningrat, 1974 : 2)
KETIKA171BERGOLAK (Studi Kasus Kerukunan Umat Beragama di Mataram) Sirajuddin Ismail
Al-Qalam Vol 11, No 2 (2005)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.501 KB) | DOI: 10.31969/alq.v11i2.591

Abstract

Sederetan konflik yang terjadi menunjukkan bahwa telah terjadipergeseran nilai, dimana nilai budaya ketimuran Indonesia yang kentaldengan nuansa agama, ramah dan santun berubah menjadi kurangterpuji, membawa kerugian baik moral maupun material, bahkansampai kepada korbanjiwa. Yang menarik adalah terjadinya konflikpada daerah yang selama ini sangat menjunjung tinggi nilai agamadan kulturnya, seperti masyarakat Kota Mataram yang selama inidikenal hidup rukun dengan multi agama, etnik dan kultur, tiba-tibaterjadi konflik SARA yang mengejutkan semua pihak, terutamapemerintah Kota Mataram.Penelitian ini berkesimpulan bahwa kerusuhan yang terjadi diKota Mataram mudah diredam karena masyarakatnya hanya ikutikutan.Masyarakat Sasak yang umumnya beragama Islam sangatpatuh kepada ulama yang dikenal dengan sebutan Tuan Guru. Dalammemelihara kerukunan umat beragama pasca kerusuhan (kerusuhan171), pemerintah Kota Mataram bersama tokoh agama dan adatmembentuk Forum Komunikasi Situasi Daerah (FOKOSIDA). Forumini menjadi pengayom dan atau induk dari beberapa lembaga danforum yang ada dan berfungsi sebagai sarana dialog dan komunikasidi antara mereka.
PONDOK PESANTREN DAN ISSU JIHAD (Studi Pada Pondok Pesantren Karya Pembangunan Manado Sirajuddin Ismail
Al-Qalam Vol 13, No 1 (2007)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.958 KB) | DOI: 10.31969/alq.v13i1.575

Abstract

This research was conducted in Manado, North Sulawesi. The focusresearch is Pesantren Karya Pembangunan. This research aims to findrelation between Pesantren and jihad issue. This use qualitative method.Data was collected by using interview and analyzed by qualitativedescription.This research indicates that students of this Pesantren equalize understandingof hardness in the form ofradicalism, fundamentalism, terrorism,war, demonstration; and differentiate with understanding of jihadbecause jihad in Islam has certain regulation that goals to obtain thekindness to human being.
PERSEPSI SUKU SASAK TERHADAP KIYAI (KASUS DESA TANJUNG KECAMATAN TANJUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT NUSA TENGGARA BARAT) Sirajuddin Ismail
Al-Qalam Vol 4, No 2 (1992)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.614 KB) | DOI: 10.31969/alq.v4i2.642

Abstract

Kiyai menurut batasan konseptual yangdiungkapkan dalam studi-studi khusus,antara lain adalah gclaryang diberikan padaseorang, yang mcmiliki atau menjadi pemimpinpesantren dan mcngajar kitab-kitabIslam klasik kepada para santrinya. Sclaingclar kiyai, ia juga sering discbut seorangalim (orang yang dalam pengetahuan Islamnya).Namun sckarang banyak ulamayang cukup berpengaruh di dalam masyarakatjuga mendapat gclar Kiyai walaupunmcrckatidak mcmimpinpesantren. Dcngankaitan yang sangat kuat dcngan tradisi pesantren,gelar kiyai biasanya dipakai untukmcnunjukan para ulama dari kelompokIslam tradisional. (Dhofir, 1982: 55)
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA DAN KE AGAMAAN PASCA KONFLIK DI MAN ADO Sirajuddin Ismail
Al-Qalam Vol 14, No 2 (2008)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.068 KB) | DOI: 10.31969/alq.v14i2.514

Abstract

This research aims to describe implementation of religion education.This was conducted at Manado, North Sulawesi. Data was collected bydepth interview and observation.This research indicates that implementation of religion education isrunning normally. Education problem in Manado is decreasing numberof teacher