This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
Abd. Shadiq Kawu
Balai Litbang Agama Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI MAJENE History of the Entry of Islam in Majene Abd. Shadiq Kawu
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.077 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.108

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan sejarah sosial. Sebuah pendekatan yang menekankan padaaspek perubahan yang terjadi sebagai akibat pertemuan Islam dengan masyarakat lokal, masyarakatMandar Majene (Kerajaan Banggae). Penggalian data lapangan menggunakan wawancara mendalamkepada ahli sejarah Mandar, dan dengan dukimgan literatur serta naskah-naskah lontaraq yang tersedia.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam masuk ke Majene (Banggae) pada abad XVI dibawa olehSyekh Abdul Mannan atau Tosalama di Salabose. Penyebaran Islam jaya di zaman pemerintahan I MoroDaengta Masigi. Perubahan yang paling mendasar akibat persentuhan dengan Islam adalah lata caraperalihan kekuasaanyang lebih terbuka dan menitikberatkan kepada kemampuan bukan turunan semata.Pengarah Islam juga terlihat clalam tradisi masyarakat yang masih dapat ditemui sekarang.
PENYELENGGARAAN KEPENYULUHAN KEAGAMAAN PADA MASYARAKAT KOTA PARE-PARE Implementation of Religion Guiding on communities in Pare-Pare city Abd. Shadiq Kawu
Al-Qalam Vol 17, No 2 (2011)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.998 KB) | DOI: 10.31969/alq.v17i2.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran para penyuluh agama dalam membantu pembangunankeagamaan masyarakat, dan untuk mendeskhpsikan faktor-faktor yang mendorong dan menghambatperan serta fungsi penyuluh agama dalam melaksanakan program pelayanan keagamaan pada masyarakat.Memanfaatkan paradigma dan metode penelitian kualitatif, melalui proses pencarian dan penggaliandata dilakukan melalui teknik wawancara mendalam dan observasi, ditemukan fakta bahwa banyakmasyarakat yang tidak mengetahui akan keberadaan penyuluh agama, namun partisipasi masyarakatdalam kegiatan kepenyuluhan tetaplah ada baik secara langsung maupun tak langsung, yaitu denganmembentuk atau mengaktifkan majelis taklim, kelompok pengajian, TK/TPA di lingkungan maupun dikomunitas mereka. Masyarakat mengharapkan seorangpenyuluh harus mampu menjadi seorang konseloryang handal seputar keagamaan bagi masyarakat.