This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
Abdul Shodiq Kawu
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGKAJIAN ANTISIPASI AGAMA TERHADAP GLOBALISASI PEMBANGUNAN REGIONAL DAN LOKAL DI KECAMATAN BUNGORO KABUPATEN PANGKEP SULAWESI SELATAN TAHUN 1992 Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam Vol 5, No 1 (1993)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.169 KB) | DOI: 10.31969/alq.v5i1.635

Abstract

John Naisbitt & Patricia Aburdene,d a l am pengantar bukunya lentangMegatrend 2000, menulis bahwa kita sekarangmemasuki era baru, menyongsongdasawarsa yang sangat penting dalamsejarah pcradaban manusia. Era yang ditandaigencamya inovasi teknologi, pcluangekonomi yang tak tcrbayangkan scbelumnya,serta rcvormasi politik yang radikaldan bcrdampak global.Era baru yang kita hadapi dan kitaalami, sekaligus menghadapkan umatmanusia pada satu dunia yang lain. Duniayang scmakin kecil. Perkembangan teknologi,telah menjadikan hampirscgalanyamenjadi sedemikian jelas. Nyaris tak adalagi pelosok dunia yang tcrpeneil, yangberada di luar jangkauan kontrol umatmanusia dengan teknologinya yang perkasa.
HASIL PENELITIAN TENTANG REALITAS KEHIDUPAN SOSIAL DAN KEAGAMAAN MASYARAKAT NELAYAN (KASUS DESA MOSSO KECAMATAN SENDANA KABUPATEN MAJENE) Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam Vol 2, No 2 (1990)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (36.43 KB) | DOI: 10.31969/alq.v2i2.665

Abstract

Sejak beberapa tahun terakhir ini, kajiantentang wilayah pantai mendapat perhatian daribanyak kalangan. Perhatian yang meningkatini terutama disebabkan oleh beberapa faktor.Pertama, Indonesia adalah negara maritimdengan wilayah laut yang luas, terutama lagidengan disepakatinya Konvensi Hukum LautInlernasional, yant telah semakin memperluaswilayah laut Indonesia. Wilayah laut yang luasini telah menyebabkan bahwa banyak kegiatanekonomi penduduk, khususnya merekayang bermukim di wilayah pantai, secaralangsung atau tidak langsung berkaitan denganpemanfaatan sumber daya laut. Kedua,ada kesan pada sementara kalangan bahwakebijaksanaan ekonomi dan pembangunanyang telah dilaksanakan selama tiga Pelita,yang diprioritaskan pada pembangunan sektorpertanian, temyata lebih banyak meneyentuhdan menguntungkan wilayah-wilayah pedalaman.Hal ini, antara lain terbukti dari kenyataanbahwa dari berbagai kelompokmasyarakat di Sulawesi Selatan, kaum nelayanyang menghuni wilayah pantai ini merupakankelompok masyararakat dengan tingkat penghasilanpaling rendah (Basri Hasanuddin,1985:106).
GELIAT KAUM NAHDIYYIN DI KOTA MANADO Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam Vol 16, No 1 (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.138 KB) | DOI: 10.31969/alq.v16i1.488

Abstract

Tulisan ini merupakan ringkasan penelitian tentang organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Manado. Penelitianmenggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan wawancara mendalam sebagai alat pengumpulan data.Tulisan ini menunjukkan bahwa kehadiran NU di Kota Manado sangat penting. Ini karena potret demograjis masyarakatManado sangat plural dengan basis masyarakat Islam tradisional. Kontur demograjis seperti ini memerlukan modelkeberagamaan yang terbuka dan saling menghargai. Para tokoh NU yang sebagian besar menjadi dai telah lama mengawalmasyarakat Islam Manado tumbuh sebagai komunitas agama yang memiliki perspektif multikulturalisme.
ISLAM DI PULO TENGAH Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam Vol 3, No 2 (1991)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.341 KB) | DOI: 10.31969/alq.v3i2.655

Abstract

Keadaan Fisik.Pulo Tengah, salah satu dusun yang tcrletakdalam wilayah Desa Amassang KecamaianPolewali Polmas. Terlctak ditengah pulau kccil,dan terpisah dari daratan Bajoe, dacrah pesisirpantai sebelah timur kota Kecamaian Polewali.Untuk mencapai lokasi ini, bisa ditempuh lcwatBinyang, dengan menggunakan perahu bermotor.Pada umumnya pengunjung yang bcrminalke Pulo Tengah lebih suka melintasi pesisirperkampungan Bajoe, dan menyebcrang ke sanadengan perahu - perahu nelayan yang digunakanuntuk menaagkap ikan. Dari pesisir Bajoe ini,Pulo Tengah dapat di jankau hanya sekitar 15Menit dengan perahu motor kecil.Dusun ini luasnya 300 hektar, terdiri darisatu buah Rukun kampung, tiga RT denganjumlah penduduk 456 jiwa, Mereka tersebar diPulo ini, dengan membangun rumah - rumahsederhana, model panggung. Pada umumnya,rumah tempat kediaman penduduk dibangundari kayu, beratap rumbia. Secara geografis,dusun ini, terisolir dari pusat aktiftas DesaAmassangan. Sentuhan - senluhan pembangunanfisik, sebagaimana yang sering terjadi di daratanDesa tidak banyak menyentuh kepentinganmasyarakat
ORIENTASI KEAGAMAAN MASYARAKAT STUDY KASUS KOMUNITAS KRISTEN ROTE DAN SABU KOTA ADMINISTRASI KUPANG Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam Vol 8, No 2 (1996)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.437 KB) | DOI: 10.31969/alq.v8i2.610

Abstract

Pembangunan bidang agama, sebagaimanadirumuskan dalam GBHN diarahkankepada penataan kehidupanberagama dan kepercayaan terhadapTuhan Yang Maha Esa yang tercermindalam kehidupan sehari-hari dengansemakin meningkatnya keimanan, pengamalanagama, dan makin meningkatnyakerukunan kehidupan umat beragama,baik antar umat beragama maupun internumat beragama. Hal ini dapat diartikanbahwa pembangunan bidang agama masihbertumpu pada upaya penciptaan tigakondisi ideal, yaitu : kadar keimanan danketakwaan yang tinggi; wawasan keberagamaanyang luas, matang dan berkembang;dan kerukunan keberagamaan yangmantap dan dinamis menyukseskankeberagamaan yang mantap dan dinamisuntuk menyukseskan pembangunannasional.
KONFIGURASI DAN TRANSFORMASI KEHIDUPAN AGAMA MENJELANG TINGGAL LANDAS PEMBANGUNAN NASIONAL DI KECAMATAN LEIHITU KABUPATEN MALUKU TENGAH PROPINSI MALUKU Abdul Shodiq Kawu
Al-Qalam Vol 4, No 2 (1992)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.946 KB) | DOI: 10.31969/alq.v4i2.643

Abstract

Pembangunan yang digalakan pemerintahselama ini, telah menyeba"bkan terjadinyaperubahan dalam masyarakat, baikberupa perubahan sosial (social changes)maupun perubahan kebudayaan (culturalchanges). Perubahan sosial dapatmencakupperubahan-perubahan dalam struktur sosialatau pola-pola lingkungan sosial, yang antaralain meliputi; sistem status, hubunganhubungandalam keluarga, sistem-sistempolitik dan kekuatan, persebaran penduduk,dan sebagainya. Sedangkan perubahankebudayaan adalah perubahan-perubahanyarig terjadi dalam sistem ide yang dimilikibersama oleh para warga, atau oleh sejumlahwarga masyarakat yang bersangkutan.Misalnya, menyangkut aturan-aturan ataunorma-norma yang menjadi pegangan dalamkehidupan masyarakat, nilai-nilai moral danagama, teknologi, seni dan estetika, bahasadan sebagainya. Karena kedua bcntuk perubahanini senantiasa kait berkait, makamuncullah perubahan-perubahan yang mencakupkedua aspek terscbut, sosial danbudaya.