This Author published in this journals
All Journal Al-Qalam
Abd. Azis Alboneh
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN PEMIKIRAN KEAGAMAAN DI SULAWESI SELATAN (KASUS FATHUL MUIN KOTAMADYA UJUNGPANDANG) Abd. Azis Alboneh
Al-Qalam Vol 7, No 2 (1995)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.294 KB) | DOI: 10.31969/alq.v7i2.617

Abstract

Salah satu gejala sosial yangmenonjol dewasa ini adalah munculnyapluralisme agama. Pluralisme agamadibarengi dengan timbulnya pluralismeteologi, filsafat , sistem nilai idiologi danpandangan hidup. Peter Berger melukiskanpluralisme sebagai situasi yang didalamnya tersedia lebih dari satu pandanganhidup bagi warga masyarakat,yaitu situasi persaingan diantara pandanganhidup (Berger, dalam Sastraprateja,1986:33). Kompetisi berbagai pandanganhidup yang tumbuh dalam masyarakat,dapat terjadi diantara kelompokkelompokyang mengikuti suatu fahamkeagamaan tertentu. Terlepas dari apakahfaham keagamaan itu merupakan produkdari pemikiran dan pemahaman yangsumbernya diambil dari teks-teks kitabsuci ; atau paham keagamaan yang sudahbercampur baur dengan tradisi lokal.Di Sulawesi Selatan, dewasa inisedang berkembang salah satu kelompokkeagamaan, yang dalam aktivitas sehariharinyakelihatan berbeda dengan polasikap masyarakat muslim lainnya. Perbedaanitu, antara lain, menyangkut sikapekslusivisme, memisahkan diri darijamaah atau peribadatan umat Islamlainnya, dan mempunyai pandangan daninterpretasi berbeda terhadap teks-tekskitab suci. Kelompok ini bergabungdalam Yayasan Fathul Muin yang berbasisdi Masjid Widhatul Ummah, JalanAbdullah Daeng Sirua Nomor 57 KelurahanPersiapan Tamamaung KecamatanPanakkukang Ujungpandang.
POLA PEMBINAAN PONDOK PESANTREN SALAFIYAH KOTAMADYA PASURUAN JAWA TIMUR Abd. Azis Alboneh
Al-Qalam Vol 10, No 2 (1998)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.375 KB) | DOI: 10.31969/alq.v10i2.597

Abstract

Tidak selamanya pesantren yang menganut sistem tradisional dalam arti tetap memberlakukanpola kepesantrenan sebagai ciri utama lembaga tertua di Indonesia tersebut cenderungditinggalkan orang. Bahkan dalam kasus tertentu "keantikan" itu justru menyimpan day a tanktersendiri. Tulisan ini mengedepankan hasilpenelitian yang dilakukan di Pesantren SalafiyahPasuruan, Jawa Timur. Menggunakan pendekatan kualitatif dalam bentuk wawancara mendalamdan pengamatan, penelitian ini menunjukkan bahwa semakin kuat peran sentral kyai atau ulamadalam pesantren akan semakin kokoh pesantren itu menunjukkan identitas kepesantrenannya.